Dakwah

Disdik Dayah Banda Aceh Laksanakan Buka Puasa Bareng


Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1438 H, Dinas Pendidikan Dayah (Disdik Dayah) Kota Banda Aceh, mengadakan “Buka Puasa Bersama dan Silaturrahmi sesama Keluarga Besar Disdik Dayah” yang berlangsung di Kantor Disdik Dayah Jl. Soekarno Hatta Km2 Mibo Nomor 8 Banda Aceh. 
Zahrol Fajri, S.Ag, M.H, Plt Kepala Disdik Dayah Kota Banda Aceh mengatakan; tujuan diadakan acaranya ini adalah untuk mempererat ukhuwah dan silaturahim antar karyawan dan keluarga karyawan di lingkungan Disdik Dayah sekaligus media publikasi lokasi Dinas yang baru dibentuk sesuai dengan PP Nomor 18 Tahun 2016”.

 

 

 

Remas Baiturrahman Banda Aceh Laksanakan Open Recruitment


Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh yang lahir sejak Tahun 1970, terus melakukan kaderisasi Kepemimpinan dengan formulasi “Open Recruitment” Remaja Masjid se Banda Aceh. Kegiatan ini sangat berbeda dengan tradisi sebelumnya, ungkap Anwar Ridha, S.Pd.I, karena dibarengi dengan Outbound di Destinasi Sejarah.

Para Peserta sangat antusias, ini dibuktikan dengan atensi peserta sebanyak 75 orang yang berasal dari berbagai elemen, rata-rata mahasiswa, Aktifis dan Pelajar. Lebih lanjut Anwar mengatakan Open Recruitment Remaja Masjid (Remas) ini  berlangsung sejak 9 Oktober s/d 16 Oktober 2016 yang dibagi dua pola pendekatan yaitu penyampaian materi dan outbound. Pendidikan In class Dipusatkan di Balaikota Banda Aceh sementara outbound dipusatkan di Benteng Indra Patra

Nek Lis Kembali Tersenyum

Oleh : Muhammad Syarif
Kasih manusia sering bertepi, sayang Tuhan, janjinya pasti. Allah maha kaya, kasihnya tiada bertepi. Langkah, rezeki, jodoh dan maut ada di tangan Allah. Untaian kalimat ini  pernah populis dalam syair lagu Raihan.
Spirit ini terekam dengan jelas saat Wartawan acehtrend, menggali informasi tentang Nek Lis. Usianya 80 Tahun, tinggal di gubuk reot, Gampong Lueng Teuku Yah, Kecamatan Woyla Aceh Barat. Hidup sebatang kara dalam kondisi yang sangat miskin. Menurut penelusuran wartawan aceh trend, Nek Lis hampir saban hari tidak makan. Tapi beliau tidak pernah mengeluh.

Kawom Meukek Sepakat Laksanakan Maulid Nabi


Kawom Meukek Sepakat yang ada di Banda Aceh-Aceh Besar laksanakan Peringatan Maulid Nabi, di RRI Banda Aceh (20/3).
Muhammad Husen Ali Basyah, Ketua Pangkawom Meukek dalam sambutannya mengatakan pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan tradisi kehidupan kita khususnya masyarakat Meukek yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar yang berhimpun dalam Wadah Kawom Meukek Sepakat. Sejatinya tradisi pelaksanaan Maulid Nabi, kita dapat mengukur diri dengan menjadi kehidupan Rasulullah sebagai barometernya. Rasulullah telah menunjukkan contoh kehidupan yang ideal, maju dan bermartabat.

BKPP Banda Aceh laksanakan Bubar dan Santuni Anak Yatim

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1436 H, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kota Banda Aceh, mengadakan “Buka Puasa Bersama dan Sayukuran  Pemakaian Gedung BKPP” yang bertempat di Aula Lt.3. Kegiatan tersebut juga  berbarengan dengan pemberian santunan bagi anak yatim. 

Dra. Emila Sovayana, Kepala BKPP Kota Banda Aceh mengatakan; tujuan diadakan acaranya ini adalah untuk mempererat ukhuwah dan silaturahim antar karyawan di lingkungan BKPP sekaligus syukuran atas pemakaian gedung baru”. 

 

 

Potensi Zakat di Banda Aceh Capai 150 Milyar

Kepala Baitul Mal Provinsi Aceh Armiadi Musa mengakui  pengelolaan zakat di Banda Aceh sudah sangat bagus.
Hal tersebut dikemukakan Armiadi saat menjadi penceramah shalat tarawih di Masjid Baiturrahmah Lampoh Daya, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh, Senin (29/6).
Pada kesempatan tersebut  Armiadi menyampaikan tema 'Optimalisasi Pengelolaan Zakat di Kota Madani'. Katanya, saat ini Pengetahuan masyarakat tentang zakat lebih sedikit dibanding pengetahuan mereka tentang shalat dan puasa.

 

 

Dialog Dakwah Ramadhan : Perbedaan Jumlah Rakaat Taraweh Sudah Ada Sejak Dulu


Ratusan pegawai Pemerintahan Kota Banda Aceh mengikuti Kajian dan Dialog Dakwah Ramadhan 1436 H yang digelar di Aula Lantai IV Balai Kota Banda Aceh, Senin (22/6/2015).
Wakil Wali Kota Banda Aceh Drs. Zainal Arifin  menyebutkan kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan ibadah dalam bulan suci Ramadhan 1436 H. 
“Ini juga sebagai ajang penguatan internal guna menuju Banda Aceh sebagai Model Kota Madani.” Ujarnya.
Sementara itu Ustaz Mizaj, Lc. LLM dalam materinya mengupas secara mendetil Al-Quran, Surat Al-Baqarah, Ayat 183. Menurutnya, ayat ini memiliki empat entry point mengenai ibadah puasa. “Pertama, syarat sah puasa adalah iman. Iman yang ideal adalah yang muncul dari faktor internal (hati) manusia.”lanjutnya.
Kedua, sambungnya, salah satu rukun ibadah puasa adalah menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa. “Ketiga, ibadah puasa itu bersifat kontinyu, dilakukan pada masa lalu, sekarang dan masa depan. Entry point yang keempat adalah anugerah taqwa, bagaimana kita bisa selalu bisa merasakan kehadiran Allah SWT."

 

Wali Kota Bagikan 200 Al quran Digital untuk Tuna Netra

Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal menyerahkan bantuan 200 Al quran braille digital kepada penyandang tuna netra. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Pemko kepada warga disabilitas.
“Dari 200 Al quran ini sebagian dibagikan di Banda Aceh, sebagian lagi diserahkan ke tuna netra yang ada di Aceh Besar,” ujar Illiza disela Maulid Akbar di Balai Kota Banda Aceh, Kamis, 26 Februari 2015.

 

 

 

Malam Silaturahmi dengan Ustadz Yusuf Mansur

Pemerintah Kota Banda Aceh mengadakan acara silaturahmi dan ramah tamah Ustadz Yusuf Mansur di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, di kawasan Blang Padang, Kamis (26/2/2015) malam.
Jumat (27/2) pagi, Ustadz Yusuf Mansur akan mengisi Dakwah Umum Jumatan yang diselenggarakan oleh Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh di Taman Sari. 
Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Saaduddin Djamal SE dalam sambutan singkatnya mengatakan, pihaknya butuh dukungan semua pihak termasuk pemerintah pusat soal penerapan Syariat Islam yang sudah memasuki tahun ke-13 di Aceh.

 

 

 Illiza Jemput Imam Masjidil Haram di Bandara SIM


Blang Bintang - Walikota Banda Aceh Hj Illiza Sa'aduddin Djamal SE bersama sejumlah pejabat jajaran Pemko, Rabu (25/2) menyambut kedatangan Imam Masjidil Haram, Saudi Arabia, Imam Masjidil Haram Syaikh Adel Al-Kalbani di Bandar Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang. Syaikh Adel Al-Kalbani tiba di Bandara SIM bersama Syaikh Ali saleh jaber, pimpinan Yayasan Ali Jaber Indonesia.

 

 Syariat Islam Aceh berbasis reward

Oleh : Muhammad Syarif
Syariat Islam adalah seperangkat ketentuan Allah SWT yang tertuang dalam A-Qur`an dan Hadits. Ketentuan aturan Allah ini mengatur seluruh sendi kehidupan manusia secara universal.

Ketentuan Allah yang terdapat dalam nash (tek al-qur`an) terbagi dua yaitu ketentuan yang bersifat qath`iy dan ketentuan yang bersifat dhanniy. Teks yang sifatnya qath`iy yaitu ketentuan yang bersifat rigit, pasti, tidak dapat dilakukan penafsiran atau tidak dapat dilihkan makna yang lain sesuai selera manusia. Sementara ketentuan yang bersifat dhanniy adalah teks yang bersifat umum, sehingga memerlukan penafsiran.

 

 

KNPI Banda Aceh buka bareng bersama Panti Jompo

Kebersamaan antara pemuda dengan kakek/nenek
Dalam rangka pelaksaan Syiar Ramadhan 1435 H, DPD KNPI Kota menggelar berbagai kegiatan diataranya : Dayah Kilat Ramadhan (DAKIRA), Sahur Bareng, Lomba Bloger;  “Madani Youth Blog Competition serta buka puasa bareng di Panti Jompo Rumah Sejahtera Genaseh Sayang.

 

 

 

BKPP Gelar Tarhib Ramadhan 1435 H



Suasana Peserta Tarhib Ramadhan
Dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kota Banda Aceh menggelar Tarhib Ramadhan dengan menghadirkan penceramah Ust. Ir. Faisal Ardiansyah, M.Si-Kepala LAN Aceh.

Kegiatan Tarhib Ramadhan adalah agenda rutin BKPP Kota Banda Aceh dalam rangka penyegaran dan pemantapan keimanan bagi PNS yang ada dilingkup BKPP. Kegiatan ini pula merupakan forum silaturrahmi big family BKPP sehingga dijadikan sebagai ajang silaturrahmi antar PNS dan keluarga.

 

Ribuan Warga Kota Banda Aceh Padati Pembukaan MTQ ke 33

Panggung Utama MTQ Ke-33 Kota Banda Aceh
Ribuan warga Kota Banda Aceh memadati halaman Masjid Agung Al-Makmur Lampriet. Mereka memboyong keluarga untuk menyaksikan secara dekat pembukaan Musabaqah Tiliawatil Qur’an Tingkat Kota Banda Aceh ke XXXIII. Ajang yang memperlombakan 9 cabang ini diikuti oleh 212 peserta dari utusan 9 Kecamatan di Banda Aceh.

 

 

  

 

Mengenal Anak Iblis

Oleh : Abi Sultan
ilustrasi anak iblis



Diriwayatkan oleh Muqatil dari az-Zuhri dari 'Urwah dari A'isyah r.a.... Dikisahkan, suatu malam para sahabat datang ke rumah Rasulullah saw. Di antara mereka ada Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Salman dan 'Ammar ibn Yasir. Begitu sampai di sana, tiba-tiba Rasulullah saw keluar dengan badan menggigil. Keringat mengucur deras dari badannya seperti butiran permatan. Lalu, seraya mengusap keningnya, Nabi berkata, "Semoga Allah melaknat si terkutuk." Beliau mengucapkan itu sebanyak tiga kali, lalu mengangguk-angguk.
Menyaksikan itu, Ali bertanya, "Demi ayah dan ibuku yang menjadi tebusanmu, siapa yang barusan Anda kutuk, Yaa Nabi?" Nabi menjawab, "Iblis, musuh Allah. Ekornya masuk ke dalam duburnya, lalu ia pun mengjasilkan tujuh butir telur. Merekalah anak-anak Iblis yang ditugaskan untuk menggoda anak manusia.

 

 

Benarkah Gadis Aceh Mahal?


Oleh : Abi Sultan Syarif*
Membaca tulisan Ariel Ali Piyeung {jangan} menikah gadis Aceh, terkesan judulnya sangat provokatif. Berbagai respon dialamatkan kepada Ariel Ali Piyeung (AAP). Saya memanggil AAP sebagai “adek ganteng”. Kami dulu pernah satu angkatan training ISKADA bersama abangnya M. Alkaf Ali Piyeung. Saya menangkap tulisan yang diangkat oleh AAP pada bloger pribadinya semata-mata untuk menjadi sensasi atawa memancing respon kaum Adam dan Hawa di pusaran dunia maya ini. Ada yang memuju tulisan tersebut, bahkan ada juga yang mencacimakinya. Dalam ilmu propaganda AAP berhasil menghipnotis banyak orang sekaligus memancing adrenalin sehingga kita membaca dengan seksama dibalik tulisan yang provokatif itu.

 

Sambutan Pidato Walikota Banda Aceh pada Pengukuhan KPA-PAI


Assalamu`alaikum Warah Matullahi Wabarakatuh
Saat  Bapak Mawardy Nurdin, Zikir Akbar 9 Tsunami Aceh
Hamdan Wasyukran Lillah, Shalatan Wasalaman ‘Ala Rasulillah, Wa’ala Alihi Waashabihi Wamawwalah
Amma Ba’du.
Yang saya hormati  :
1.  Ulama dan para Abu Pimpinan Dayah
2.  Ketua MPU Kota Banda Aceh;
3.  Imuem Mukim, Tuha Peut, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, seluruh masyarakat gampong dilingkup Kota B.Aceh
4.  Para Muspida Kota Banda Aceh;
5.  Ketua Ormas/OKP
6.  Para Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh;
7.  Keuchik Gampong se Kota Banda Aceh;
8.  Para Ulama Perempuan;
9.  Rekan-rekan Pers, Para Undangan serta  hadirin-hadirat sekalian.
      
Pertama  sekali, tentu tak henti-hentinya kita memanjatkan puji syukur kehadiran Allah SWT karena atas limpahan rahmat dan karunianya, pada hari ini kita masih  diberikan kesehatan dan kesempatan untuk dapat menghadiri acara Pengukuhan Komite Penguatan Aqidah dan Peningkatan Amalan Islam (KPA-PAI) Kota Banda Aceh.

 

Benarkah Haji kita..?


Oleh: Muhammad Syarif


Allah SWT, menyeru hambanya yang sudah mampu untuk melaksanakan rukun Islam yang kelima yakni melaksanakan ibadah Haji. Ibadah Haji diwajibkan sekali dalam seumur hidup, namun konon kata orang-orang yang sudah melaksanakan rukun Islam yang kelima biasanya akan mengulangi lagi untuk melaksanakannya. maka tidaklah heran jika kita melihat ada orang-orang yang sampai 3 kali bahkan 5 kali naik haji.

 

BURAQ SIMBOL APA?

Oleh: Abi Azkia Al-Meukek (disadur dari Berbagai Sumber)

Nama buraq itu berasal dari inspirasi seorang pelukis yang mengilustrasikan gambar buraq dengan menganalogikan seekor kuda yang bersayap dan padahal tidak ada satu pun yang membenarkan bahwa gambar buraq itu seperti kuda yg bersayap, ini merupkn sangat ironi dan memilukan kita orang Islam, apalagi Qanun tentang Lambang Aceh yang baru saja disahkan oleh DPRA yang nantinya sebagai simbol Aceh adalah buraq berkepala wanita telanjang dan singa.

 

Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1434 H



Oleh : Muhammad Syarif *

Bayangkan apabila Rasulullah SAW dengan seijin Allah tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita, Beliau datang dengan tersenyum dan muka bersih di muka pintu rumah kita, Apa yang  akan kita lakukan ? Mestinya kita akan sangat berbahagia, memeluk beliau erat-erat dan lantas mempersilahkan beliau masuk ke ruang tamu kita. Kemudian kita tentunya akan meminta dengan sangat agar Rasulullah SAW sudi menginap beberapa hari di rumah kita. Beliau tentu tersenyum.

 

6 Pesan Al-Ghazali Kepada Muridnya


Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya.Lalu Imam Al Ghozali bertanya 6 Perkara:
1. Apa yang paling dekat dengan diri kita didunia ?
Ada yang menjawab orang tua, guru, teman,dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "Mati". Sebab itu sudah janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.

 

Mengenal Falsafah Kyai 

Oleh : Muhammad Syarif

Seorang teman dari Jogya bercerita kepada saya tentang Falsafah Kyai, kiranya apa yang disampaikan "Falsafah Kyai" di Jawa dapat kita korelasikan dengan Lakap Tgk. Atawa Abu. Inilah resume  hasil bincang-bincang kami, selepas mengikuti Diklat Penyusunan LAKIP Angkatan IX di Yogyakarta bulan April 2011.  Sejak lama telah mengenalkan kategorisasi KYAI dalam percaturannya kehidupan riil, yakni: Kyai Tandur, Kyai Tutur, Kyai Sumur,  Kyai Sembur dan Kyai Catur.

 

Ayah, Bolehkah Berpacaran ?

OLEH : MUHAMMAD SYARIF

Seorang ayah, bila ia mempunyai putra yang beranjak remaja, lambat atau cepat ia akan disergap oleh pertanyaan seperti ini: 'Ayah, bolehkah berpacaran?'
Pengertian “berpacaran” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bercintaan, berkasih-kasihan.
Sebagai Ayah yang baik, kita sudah seharusnya sejak jauh hari berusaha menyiapkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan tak terduga seperti itu. Namun seringkali kita tidak siap dengan jawaban ketika pertanyaan tadi terlontar dari mulut anak kita. Seorang ayah mempunyai posisi strategis. Ayah tidak saja menjadi pemimpin bagi keluarganya, seorang ayah juga seharusnya bisa menjadi teman bagi anak-anaknya, menjadi narasumber dan guru bagi anak-anaknya.

 

Pengemis Anak dan Anak Jalanan Dalam Perspektif Islam

Oleh : Muhammad Syarif[1]

 Pasa tragedi konflik kekerasan, gempa dan gelombang tsunami di Aceh, banyak menyisakan berbagai problem social yang sangat komplek. Kehancuran struktur social, menjadi bagian dari masalah social yang perlu mendapat perhatian serius kita. Kehancuran, kerusakan dan kehilangan pemukiman/perkampungan penduduk menjadi salah satu faktor kehilangan peradaban serta kehancuran struktur pranata sosial masyarakat. Kehilangan mata pencaharian ini pula sangat terpengaruh terhadap usaha mempertahankan kelangsungan hidup. Komunitas masyarakat yang rentan ini sering di hinggapi syndrome :”Patologi Sosial” (penyakit social). Gelandang dan pengemis merupakan bagian dari penyakit social yang perlu dicarikan solusi penyelesaiannya.

 

Menyoal Komitmen Pimpinan

Oleh : MUHAMMAD SYARIF
(Refleksi 11 Tahun Penerapan Syariat Islam di Aceh)

Sebagaiman kita ketahui bersama bahwa sanya penerapan syariat Islam sudah berjalan 11 tahun di Aceh. Banyak hal yang sudah dilakukan oleh para elite politik, tokoh pemuda, para Da`i/ Ulama, tokoh LSM, Instansi Pemerintah seperti Dinas Syariat Islam, MPU dan lembaga lainnya yang ikut berperan terhadap upaya penyadaran prilaku manusia untuk kembali kejalan kebenaran. Saya pikir tidak ada masyarakat Aceh yang tidak sepakat terhadap pelaksanaan Syariat Islam. Dan hanya orang-orang yang kurang memahami arti keislamanlah yang bersuara lantang terhadap penolakan Syariat Islam.

 

Makluk-Makluk Bercahaya

Oleh : Muhammad Syarif

Thomas Edison adalah seorang ilmuwan terbesar di dunia. Sekitar seratus dua puluh tahun telah berlalu sejak ia menemukan bola lampu. Dalam masa ini, bola lampu telah menjadi bagian penting kehidupan manusia. Kini, jutaan bola lampu mungil bersama-sama menerangi kota-kota besar di seluruh dunia.

Penerangan menjadi suatu simbul penting bagi peradaban ini. Namun, ada sumber penerangan lain. Kita tentunya pernah menjumpai cahaya kecil yang menerangi kegelapan malam hari. Cahayanya begitu kuat dan terang, namun sumber penerangan ini sangatlah berbeda dengan bola lampu. Bahkan ia sama sekali bukanlah benda, melainkan makhluk hidup. Ia adalah seekor kunang-kunang. Makhluk kecil ini menghasilkan cahaya dalam tubuhnya meski ia tidak memiliki bola lampu. Meskipun tidak menggunakan listrik, ia memiliki teknologi yang jauh lebih hebat. Teknologi ini lebih efektif dari bola lampu yang mampu merubah sepuluh persen saja dari energinya menjadi cahaya, sedangkan sembilan puluh persen sisanya berubah dan hilang menjadi panas.

 

Menunggu Gebrakan KPA-PAI

  Oleh : Muhammad Syarif

Tahun 2011 adalah tahun duka bagi Kota Banda Aceh, dimana akhir-akhir ini warga Kota Banda Aceh dihebohkan dengan mumculnya Aliran Sesat. Aliran ini menamakan dirinya sebagai Komonitas Pencari Kebenaran yang nota benenya merupakan jelmaan dari KOMAR (Komunitas Millatah Abraham) yang di Nahkodai oleh Zainuddin. KOMAR merupakan organisasi yang terstruktur dan proses kaderisasinya sangat bagus dan tertata rapi, umumnya di dominasi oleh pemuda-pemuda cerdas (kalangan pelajar dan mahasiswa). Aneh tapi nyata, ini patut di cari kenapa anak-anak Aceh terutama kaum terpelajar mau bergabung dengan Organisasi KOMAR……?

 Profil ISKADA

Training LKD ISKADA Kota Langsa
Oleh : Muhammad Syarif[1]
Muqaddimah
QS. Ali-Imran
Artinya : kamu adalah umat pilihan yang telah dilahirkan untuk seluruh manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah kemungkaran, lagi pula kamu beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli kitab itu beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; diantara mereka ada yang beriman sedang sebagian yang lainnya fasik.
Mencermati ayat diatas, sudah menjadi kewajiban bagi ISKADA sebagai salah satu lembaga yang bergerak dibidang pengkaderan untuk senatiasa mencetak kader keummatan yang mampu mewarnai nilai-nilai keislaman dalam segenap aktifitasnya.

Welcome to Allah

Oleh: Muhammad Syarif

 “Sesungguhnya Allah akan menambahkan Rezkinya mana kala manusia senantiasa tuhduk dan patuh atas perintah-Nya, akan tetapi Allah sangat murka bila hambanya (manusia) melupakan perintah-Nya.”
 “Dan sesungguhnya kami telah mengutuskan Rasul pada tiap-tiap umat untuk menyerukan sembahlah Allah saja, dan jauhilah thagut itu maka diantara umat-umat itu ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula diantaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan para Rasul-Nya” (QS.16:36).