28 Mei 2015

Agenda Kerja



Mai 2015

1.      Merancang Proyek Perubahan Peserta Diklat PIM III
2.      Melaksanakan Rapat Evaluasi Kinerja PNS dilingkup UPTB
3.      Mengkoordinir  Penilaian Kinerja PNS berbasis e-kinerja pada 38 SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.
4.      Mengaprove e-kinerja bawahan.

27 Mei 2015

Peserta Diklat PIM IV Kota Sabang Kunjungi UPTB PK PNS



Dalam rangka pendalaman materi Berfikir Kreatif dan Inovasi peserta Diklat PIM IV PNS dilingkungan  Kota Sabang yang bekerjasama dengan Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur IV Republik Indonesuia (PKP2 LAN Aceh-RI), sebanyak 35 orang berkunjung ke ruang kerja UPTB Penilaian Kinerja PNS,  Selasa 26 Mei 2015.

26 Mei 2015

BPKS Sabang Adobsi E-Kinerja PNS



MoU E-Kinerja PNS Pemko Banda Aceh dengan BPKS

Saat ini sudah banyak Pemerintah Daerah di Indonesia dan Lembaga lain yang mengadopsi aplikasi e-Kinerja milik Pemerintah Kota Banda Aceh. Aplikasi yang sudah memperoleh hak kekayaan intelektual dari Kementerian Hukum ini bisa didapatkan secara gratis dari Pemko Banda Aceh. Hal ini diutarakan oleh Walikota Banda Aceh, Hj Illiza Sa'aduddin Djamal SE, Senin (13/4/2015) usai menandatangani MoU dengan pihak BPKS Sabang, terkait kerjasama transfer knowledge aplikasi e-Kinerja PNS dan e-Disiplin PNS.

13 Mei 2015

KPN Bina Bersama Laksanakan RAT ke-3




Rabu 13 Mei 2015, Koperasi Pegawai Negeri (KPN Bina Bersama BKPP Kota Banda Aceh) laksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-3 di Aula BKPP Kota Banda Aceh. Pelaksanaan RAT berlangsung lancar yang juga dihadiri langsung dari unsur Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Banda Aceh.
 
Bapak Drs. Julianto selaku Kabid Koperasi memberikan Apresiasi atas pelaksanaan RAT tersebut. Dimana dari sisi pendapatan mengalami kenaikan cukup siknifikan, bila dibandingkan dengan RAT ke-1 dan Ke-2. Mudah-mudahan KPN Bina Bersama masuk katagori Koperasi Prestasi. Dimana Laba SHU selama Tahun 2014 sebesar Rp.14.862.732,-

7 Mei 2015

Penghargaan IDSA 2015, Banda Aceh Raih Dua Juara di Dua Kategori



Kota Banda Aceh kembali mengukir prestasi dikancah nasional. Tak tanggung-tanggung, Kota Banda Aceh meraih dua juara sekaligus di dua kategori pada penghargaan Indonesia Digital Society Award (IDSA) 2015, yakni E-Education, dan E-Goverment. Masing-masing kategori ini, Kota Banda Aceh meraih juara III. 

Opini WTP ke-7 untuk Kota Banda Aceh


Pemerintah Kota Banda Aceh kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemko Banda Aceh 2014 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)-RI Perwakilan Aceh.

Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemko Banda Aceh 2014 dengan predikat WTP itu diserahkan kepada Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Saaduddin Djamal SE oleh Kepala Sub Auditorat Aceh I BPK Perwakilan Aceh Syafruddin Lubis di kantor BPK setempat, Rabu (22/4/2015).

29 Apr 2015

Ilham Habibie: Banda Aceh Contoh yang Baik Soal Penggunaan TIK

Penggunaan internet di Indonesia belum berimbas pada peningkatan produktivitas masyarakatnya. Padahal, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berkorelasi positif dengan pertumbuhan ekonomi.

Begitu ungkap Dr Ing Ilham Akbar Habibie MBA saat bertemu dengan Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Saaduddin Djamal SE dalam rangka koordinasi implementasi Rencana Pitalebar (Broadband) Indonesia di Banda Aceh sebagai salah satu kota pilot project, Selasa (28/4/2015).

“Teknologi informasi dan komunikasi juga bisa digunakan untuk mendukung infrastruktur penyediaan air bersih dan listrik agar lebih efisien. Jadi bukan hanya sekedar untuk sharing informasi saja,” kata Ilham dalam kapasitasnya selaku Ketua Pelaksana Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Detiknas).

Pengembangan pitalebar secara bertahap di seluruh kabupaten/kota di Indonesia merupakan salah satu program Detiknas yang dibentuk pada 2014 oleh Presiden SBY kala itu. Dengan adanya pitalebar atau broadband ini, akan menjamin ketersediaan internet berkecepatan tingggi dan selalu terkoneksi.

Daerah-daerah yang menjadi pilot project national broadband plan ini, sambung Ilham, diharapkan dapat menjadi model pengembangan  dan pemanfaatan TIK untuk meningkatkan layanan publik, kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

“Fokus program kerja Detiknas adalah mencapai tujuan utama Indonesia sebagai negara dengan ekonomi berdasarkan inovasi dan pengetahuan. Apalagi kita juga sedang bersiap untuk menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015,” paparnya.

Selain koordinasi dan sosialisasi, tim Detiknas juga akan melakukan survei terhadap kesiapan Banda Aceh sebagai salah satu daerah terpilih untuk implementasi Rencana Pitalebar Indonesia (RPI).

“Rencana pitalebar bukan hanya soal infrastruktur seperti pembangunan jaringan kabel atau wireless 3G-4G, tapi yang penting juga bagaimana teknologi itu dimanfaatkan oleh masyarakat, dunia usaha, sekolah, rumah sakit dan instansi pemerintahan,” katanya pada pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Wali Kota Banda Aceh tersebut.

Banda Aceh sendiri, kata Ilham, merupakan satu contoh yang baik soal pemanfaatan TIK. “Sejak beberapa tahun lalu, Pemko Banda Aceh telah menggunakan teknologi informasi dan komunikasi sebagai kunci pelayananan terhadap masyarakat pada umumnya,” katanya lagi.

Hal lainnya, putra sulung Presiden RI ketiga BJ Habibie ini juga menawarkan Pemko Banda Aceh untuk ikut terlibat dalam pengembangan sistem aplikasi e-Masjid yang digagasnya beberapa waktu lalu.

“E-Masjid ini bukan hanya soal penerapan TIK di suatu Masjid, tapi menciptakan jaringan Masjid seluas mungkin se-Indonesia. Tujuan kita agar masyarakat masjid bisa saling berkomunikasi hingga akhirnya bisa lebih produktif,” pungkasnya.

Pada pertemuan yang ikut dihadiri oleh sejumlah komunitas IT di Banda Aceh tersebut, Wali Kota Illiza mengharapkan komunitas IT untuk mendukung sepenuhnya program dari tim Detiknas di Banda Aceh.

“Kita tentunya ingin semua masyarakat dan komunitas bisa bekerjasama dengan pemerintah demi masa depan kota kita yang lebih baik,” kata Illiza.(Jun)


Sumber : http://www.bandaacehkota.go.id/

24 Apr 2015

Walikota Banda Aceh Presentasi Smart People di KAA Bandung

Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE menjadi pembicara pada ajang Asia Afrika Smart City Summit dalam rangka Peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60 di Bandung, Jawa Barat.
Pada acara yang digelar di Boardroom 6, The Trans Luxury Hotel tersebut, Illiza mempresentasikan soal smart people dalam mendukung konsep smart city yang diterapkan di Kota Banda Aceh.
“Masyarakat Kota Banda Aceh sangat mengenal dan akrab dengan penggunaan ICT (teknologi informasi dan komunikasi) dalam aktivitas kehidupannya,” kata Illiza, Kamis (23/4/2015).

18 Apr 2015

Menelusuri Goa Batu di Taman Nasional Banti Murung

Oleh : Muhammad Syarif*

Perjalanan Wisata kali ini sungguh esoktis dan mengasikkan. Sabtu 18 April 2015, Peserta Diklat PIM III Kota Banda Aceh menelusuri Banti Murung, Makassar. Ada dua objek wisata yang menjadi sasaran peserta. Pertama Taman Kupu-kupu dan Goa Batu.

Perjalanan kami dari Hotel Aerotel Smile kurang lebih 3 Jam. Disepanjang jalan menuju Bantimurung, terlihat dengan indah panorama alam yang masih alami nan segar. Canda tawa sepanjang jalan tak bisa dibendung, sesekali ibu Nurbaiti mengeluarkan kata-kata yang spontan dan terkadang membuat gelak tawa. Pak sopir yang kalem dan diam membisu membuat suasana terkadang berubah menjadi hening.

Tempat Nazar/memadu cinta
Singkat cerita saat memasuki gerbang Taman Nasional Bantimurung, seluruh peserta Diklat PIM III, mengeluarkan kamera guna mengabadikan alam nan eksoktis. Berbagai gaya diperagakan terutama oleh kaum hawa. Untuk memasuki Taman Banti Murung, cukup mengeluarkan uang tiket Rp.25.000,- per orang. Saat memasuki Taman Nasional Banti Murung kita akan menemukan gerbang utama yang bertuliskan The King Butterflie.

Bantimurung Identik dengan Taman Kupu-kupu dan Goa Batu. Sepanjang jalan kita temukan berbagai jenis kupu-kupu yang sudah diawetkan. Antara percaya dan tidak saat melihat berbagai jenis kupu-kupu yang telah dijadikan hiasan rumah tangga.

Kupu-kupu tersebut dimasukkan dalam berbagai hiasan yang dijual mulai dari Rp.500.000, hingga Rp.500.000,- bahkan jutaan. Saya bertanya dalam hati, begitu tegakah manusia membunuh kupu-kupu demi mengolahnya menjadi fulus.
Dugaanku, kupu-kupu itu ditangkap lalu dimatikan dan diawetkan. Ternyata saat ku tanya pada pemandu wisata bernama Daeng Muklis, kupu-kupu yang diawetkan adalah kupu-kupu yang sudah mati.

Daeng menceritakan kepada kami bahwa setiap bulan Mei berbagai kupu-kupu keluar secara bergerombolan di Taman Nasional Bantimurung serta setelah berumur kurang lebih 40-45 hari, kupu-kupu tersebut langsung mati dan saat itulah warga mengawetkannya.

Ada juga yang mengatakan bahwa kupu-kupu yang dipajangkan dan diawetkan itu adalah kupu-kupu yang dipeliharan secara khusus (penangkaran kupu-kupu). Terlepas dari apapun, inilah khazanah budaya local Bantimurung yang bernilai ekonomis.

Setelah puas dengan penjelasan daeng, kami pun penasaran dan pingin menelusuri Goa Batu, yang sangat eksotis. Perjalannya kurang lebih 800 Meter, menaiki tangga dan jalan setapak yang telah disemen. Menelusuri Goa Batu nan gelap. Tentunya membosankan jika jalan sendiri. Akan tetapi mengasyikkan jika menelusurinya beramai-ramai.

Semakin mendekati goa, kondisi jalan semakin gelap gulita. Didekat goa sudah ada pemuda paruh baya menawarkan jasanya berupa Lampu dan Senter. Bagi rombongan yang berhasrat masuk kesana cukup membayar Rp.100.000 bagi pemandu,- serta mebayar senter Rp.20.000,-.

Salam Komando dengan Pemandu Wisata
Memasuki Goa yang gelap gulita. Tentu tidak membuat peserta takut, hal ini karena pemandunya menceritakan dengan apik setiap sudut goa. Cahaya Lampu Cerongkeng dan Senter sangat membantu peserta untuk menapaki goa tersebut. Sesekali cahaya kamera menyala guna mengabadikan dokumentasi yang bersejarah ini.

Seluruh ornamen pada goa ini berwarna putih dan bercahaya saat disoroti cahaya senter. Percikan air-rintik-rintik membuat badan terasa dingin. Didalam Goa itu ada tempat menggantungkan nazar dan jodoh. Konon setiap pasangan yang belum menikah dan mengikrarkan cintanya di sini akan berjodoh. Pasangan tersebut akan mengikatkan kain pada batu tersebut. Melihat banyaknya kain yang melilit batu tersebut, bisa kita bayangkan berapa banyak yang sudah membuktikan mitos tersebut. Dan karena itulah banyak dari masyarakat yang akhirnya menyebut goa ini dengan nama Goa Jodoh.

Kekompakan Peserta dengan Prajut dan Warga Aceh di Makassar
Selain itu masih ada sebuah telaga kecil di dalam goa yang konon airnya tidak pernah habis meskipun musim kemarau. Air dari danau tersebut dipercaya bisa membuat awet muda bagi siapa saja yang membasuh mukanya dengan air danau tadi. Didalam Goa tersebut juga ada tempat bersemedi atawa berkalut. Semoga perjalanan ini merefleksikan kepada kita bahwa betapa luar biasa dan dahsyatnya seluruh penciptaan Allah. Semoga kita menjadikan orang yang senantiasa bersyukur atas segala penciptaan Allah yang maha dahsyat.  

* Peserta Diklat PIM III Angkatan I Tahun 2015


















16 Apr 2015

KNPI Banda Aceh dan Makassar Buat Buku Sejarah Bugis-Aceh

Dalam rangka menggali nilai-nilai budaya dan sejarah antara Aceh dan Makassar, DPD KNPI Banda Aceh melakukan kerjasama dengan DPD Makassar guna menjalin kerja sama strategis bidang sejarah dan budaya.

Peserta Diklat PIM III Banda Aceh, Benchmarking ke Makassar


Sebanyak 29 orang Peserta Diklat kepemimpinan III Pemerintah kota Banda Aceh dan sejumlah kepala SKPD melakukan kunjungan dalam rangka Benchmarking dengan Pemerintah kota Makassar, Kamis (16/4).

Kunjungan Pemerintah Kota Banda Aceh dipimpin langsung Asisten Bidang Pemerintahan Setda Kota Banda Aceh, Iskandar S.Sos. M.Si dan diterima Asisten II Bidang Ekbang Kota Makassar, Irwan Adnan di ruang Pola Balaikota.

28 Mar 2015

Menggagas Proyek Perubahan demi kemajuan Kota Banda Aceh



Diskusi proyek perubahan dg atasan
Pemerintah Kota Banda Aceh terus berupaya melakukan pembenahan guna pelaksanaan Reformasi Birokrasi.  Berbagai terobosan dilakukan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.  Pada Tahun 2013 Pemerintah Kota Banda Aceh membentuk sebuah Institusi yang fokus melakukan penilaian Kinerja PNS dan Kinerja SKPD. Pembentukan kelembagaan tersebut merupakan wujud dari komitmen Walikota untuk menjadikan Banda Aceh sebagai icon nasional dalam tata kelola pemerintahan.

21 Mar 2015

Pemko Banda Aceh Laksanakan Diklat PIM III Pola Baru




Dalam rangka memantapkan kepimimpinan taktikal bagi pejabat yang menduduki Jabatan eselon III dan Calon Pejabat Eselon III di lingkungan Pemko Banda Aceh melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kota Banda Aceh melaksanakan Diklat Kepemimpinan Tingkat III (Diklat PIM III) Pola Baru Angkatan 1 Tahun 2015.

12 Mar 2015

Agenda Kerja



Maret 2015

1.      Melaksanakan Rapat Evaluasi Kinerja PNS dilingkup UPTB
2.      Mengkoordinir  Penilaian Kinerja PNS berbasis e-kinerja pada 38 SKPD di lingkungan Pemko   Banda Aceh.
3.      Mengaprove e-kinerja bawahan.
5.      Menerima komplain e-kinerja PNS.

3 Mar 2015

Angkatan Bersenjata Kerajaan Arab Saudi Jalin Kerjasama dengan Pemko Banda Aceh



Pemerintah Kota Banda Aceh menerima kunjungan Direktur Jenderal Urusan Keagamaan Angkatan Bersenjata Kerajaan Arab Saudi, Mayjen Mohammed Abdulrahman A Alsadan beserta rombongan di Balai Kota Banda Aceh, Selasa (3/3/2015).

Mayjen Abdulrahman mengatakan, kedatangan mereka ke Indonesia merupakan kunjungan resmi ke institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk membalas kunjungan pihak TNI sebelumnya ke Arab Saudi. Selama di Aceh, sambung Abdulrahman, pihaknya juga sudah mengunjungi beberapa pesantren, dan pada kesempatan ini mereka meluangkan waktu khusus untuk bersilaturahmi dengan Wali Kota Banda Aceh Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE beserta jajarannya.

“Sebelum ke sini, kami banyak mendengar tentang Aceh, baik mengenai penerapan syariat Islam maupun bencana tsunami yang pernah melanda Aceh. Untuk itu, kami ingin datang langsung dan bersilaturahmi,” katanya. Ia juga mengutarakan ketertarikan dan kekagumannya terhadap Aceh.

Menurutnya, masyarakat Aceh lembut dan sangat islami. Ia juga memuji keindahan alam Aceh. “Kami ingin membuka diri untuk menjalin kerja sama. Kerja sama yang lebih erat dan intens,” janji Abdulrahman. Walau waktu kunjungannya terbatas, Abdulrahman menyatakan sangat senang bisa berkunjung ke Banda Aceh. “Walau singkat tapi padat dan mudah-mudahan bermanfaat, dan memang kewajiban sesama muslim untuk menjalin silaturahmi,” katanya.

 Kemudian ia mengutip sebuah hadis nabi yang artinya; permisalan muslim itu seperti satu tubuh, jika satu bagian sakit maka bagian tubuh yang lain turut merasakannya. “Kami turut merasakan penderitaan Aceh akibat tsunami 2004 silam.”ujarnya. Pertemuan diakhri dengan pertukaran cenderamata dari masing-masing pihak.

 Kepada Sekda Bahagia dan Kepala Dinas Syariat Islam Banda Aceh Mairul Hazami SE, Mayjen Abdulrahman menyerahkan masing-masing sebuah Al-Quran yang dibawanya langsung dari Madinah. Sekda juga menjamu makan siang rombongan di balai kota.

 Turut hadir mengdampingi Sekda Bahagia pada acara itu antara lain Asisten III M Nurdin SSos, Asisten I Iskandar Ssos MSi, Kadisdikpora Syaridin SPd MPd dan Kabag Keistimewaan Zahrul Fajri SAg.

Sementara dari Arab Saudi ikut hadir Abdulrahman Saad A Alkhuraiji (Kepala Kantor Dirjen), Mr Saeed Oboud S Douman (Sekretaris Kepala kantor Dirjen) dan Brigjen Osamh Alshuibi (Atase Pertahanan Arab Saudi). (Syahril/BCS)  
Sumber: www.rri.co.id