10 Jan 2012

AGENDA KERJA SYARIF

BULAN JUNUARI 2012
  1. Penyusunan Peraturan Walikota tentang Remunerasi PNS di lingkungan Pemko Banda Aceh
  2. Penyusunan Raqan SOTK OPD
  3. Penyusunan Peraturan Walikota tentang SOTK UPTD/UPTB

25 Okt 2011

AGENDA KERJA SYARIF

 
BULAN OKTOBER 2011
  1. Melaksanakan Sosialisasi Anjab bagi Guru dan Kepala Sekolah
  2. Musyawarah KPA-PAI
  3. Membahas Dokumen Administratif BLUD Pasar
  4. Membahas Pembentukan UPTD/UPTB
  5. Membahas Restrukturisasi Organisasi Perangkat Daerah

9 Sep 2011

AGENDA KERJA SYARIF

Bulan September 2011
  1. Mengkaji Regulasi tentang OPD
  2. Membedah Permen PAN & RB No. 16 Tahun 2011
  3. Mengevaluasi ANJAB dan ABK SKPD
  4. Harmonisasi dan Singkronisasi Raqan OPD

8 Sep 2011

Meretas Rumah Sakit menjadi BLUD

Oleh : MUHAMMAD SYARIF

Iftitah

Diterbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah serta di perkuat dengan lahirnyan Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah sakit mengharuskan Pemerintah Daerah supaya manajemen Rumah Sakit menganut Pola BLUD dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Untuk itulah di butuhkan kesiapan daerah dalam rangka menyahuti regulasi yang ada.

5 Sep 2011

Mengelola Sampah Menjadi PAD

Oleh : Muhammad Syarif

Iftitah
Problem sampah tidak habis-habisnya dibicarakan dan selalu menjadi hot issue sampai dunia ini ada. Kita tidak akan pernah bisa lari dari sampah. Pengelolaan sektor sampah memerlukan biaya yang tidak sedikit, terutama untuk aspek transportasi dan penanganan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Untuk itu adalah hal yang wajar bila pemerintah kemudian membebankan sebagian biaya operasional kepada masyarakat atas pelayanan yang telah diberikan pemerintah dalam pengelolaan sampah dalam bentuk retribusi pelayan kebersihan. biaya operasional yang dikeluarkan pada Tahun 2006 mencapai Rp. 10,6 milyar.

23 Agt 2011

Mengenal Falsafah Kyai

Oleh : Muhammad Syarif
Seorang teman dari Jogya bercerita kepada saya tentang Falsafah Kyai, kiranya apa yang disampaikan "Falsafah Kyai" di Jawa dapat kita korelasikan dengan Lakap Tgk. Atawa Abu. Inilah resume  hasil bincang-bincang kami, selepas mengikuti Diklat Penyusunan LAKIP Angkatan IX di Yogyakarta bulan April 2011.  Sejak lama telah mengenalkan kategorisasi KYAI dalam percaturannya kehidupan riil, yakni: Kyai Tandur, Kyai Tutur, Kyai Sumur,  Kyai Sembur dan Kyai Catur.

8 Agt 2011

AGENDA KERJA SYARIF

BULAN AGUSTUS 2011
1.       Melakukan Finishing Analisis Jabatan SKPD
2.       Melakukan Asistensi Analisis Beban Kerja
3.       Narasumber Waorshop BLUD RSUD Idi Kab. Aceh Timur
4.       Harmonisasi Produk Hukum OPD
5.       Gema Ramadhan Remaja Masjid Raya Baiturrahman

15 Jul 2011

Ayah, Bolehkah Berpacaran ?

OLEH : MUHAMMAD SYARIF

Seorang ayah, bila ia mempunyai putra yang beranjak remaja, lambat atau cepat ia akan disergap oleh pertanyaan seperti ini: 'Ayah, bolehkah berpacaran?'
Pengertian “berpacaran” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bercintaan, berkasih-kasihan.

11 Jul 2011

AGENDA KERJA SYARIF


BULAN JULI 2011
  1. Asistensi ANJAB & ABK dilingkungan SKPD
  2. Menyusun Perwal tentang Penetapan Dokumen Anjab dilingkungan Pemko Banda Aceh
  3. Training LKD ISKADA
  4. Bulan Aktifitas Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh 
  5. Harmonisasi Raqan SOTK OPD

29 Jun 2011

Penolakan Calon Independen dalam Pilkada Aceh Melawan Hukum


Pemberlakuan calon independen untuk maju sebagai kandidat dalam pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) 2011 di Provinsi Aceh, baik untuk calon gubernur/wakil gubernur maupun bupati/walikota, tidak ada tawar-menawar lagi dan mutlak harus dilaksanakan.

28 Jun 2011

Kekuatan Mengikat Putusan MK


Oleh Muchamad Ali Safa’at

Mahkamah Konstitusi (MK) yang dibentuk sejak tahun 2003 telah mewarnai perkembangan hukum dan ketatanegaraan di Indonesia. Putusan-putusan MK mengejutkan banyak pihak dan mendorong kehidupan berbangsa dan bernegara lebih dinamis.

26 Jun 2011

Pengemis Anak dan Anak Jalanan Dalam Perspektif Islam

Oleh : Muhammad Syarif[1]

 Pasa tragedi konflik kekerasan, gempa dan gelombang tsunami di Aceh, banyak menyisakan berbagai problem social yang sangat komplek. Kehancuran struktur social, menjadi bagian dari masalah social yang perlu mendapat perhatian serius kita. Kehancuran, kerusakan dan kehilangan pemukiman/perkampungan penduduk menjadi salah satu faktor kehilangan peradaban serta kehancuran struktur pranata sosial masyarakat. Kehilangan mata pencaharian ini pula sangat terpengaruh terhadap usaha mempertahankan kelangsungan hidup. Komunitas masyarakat yang rentan ini sering di hinggapi syndrome :”Patologi Sosial” (penyakit social). Gelandang dan pengemis merupakan bagian dari penyakit social yang perlu dicarikan solusi penyelesaiannya.

21 Jun 2011

Menyoal Komitmen Pimpinan

Oleh : MUHAMMAD SYARIF
(Refleksi 11 Tahun Penerapan Syariat Islam di Aceh)

Sebagaiman kita ketahui bersama bahwa sanya penerapan syariat Islam sudah berjalan 11 tahun di Aceh. Banyak hal yang sudah dilakukan oleh para elite politik, tokoh pemuda, para Da`i/ Ulama, tokoh LSM, Instansi Pemerintah seperti Dinas Syariat Islam, MPU dan lembaga lainnya yang ikut berperan terhadap upaya penyadaran prilaku manusia untuk kembali kejalan kebenaran. Saya pikir tidak ada masyarakat Aceh yang tidak sepakat terhadap pelaksanaan Syariat Islam. Dan hanya orang-orang yang kurang memahami arti keislamanlah yang bersuara lantang terhadap penolakan Syariat Islam.

Makluk-Makluk Bercahaya


Oleh : Muhammad Syarif

Thomas Edison adalah seorang ilmuwan terbesar di dunia. Sekitar seratus dua puluh tahun telah berlalu sejak ia menemukan bola lampu. Dalam masa ini, bola lampu telah menjadi bagian penting kehidupan manusia. Kini, jutaan bola lampu mungil bersama-sama menerangi kota-kota besar di seluruh dunia.

20 Jun 2011

PROFIL GAMPONG MEUNASAH TUHA


Oleh : MUHAMMAD SYARIF*
 
A. Asal Usul Gampong ( Legenda )

Banyak hal yang membuat kawasan pesisir Utara Kutaraja menjadi maju dan bertambah ramai. Pada saat itu salah satunya adalah perdagangan Rempah-rempah yang berkembang membuat orang tertarik bisa menetap dan tinggal di tempat tersebut. Pada tahun 1812 Desa ini awalnya hanya di huni delapan kepala keluarga yang pada saat itu pekerjaan sehari-hari bercocok tanam atau berkebun dan juga sebagai nelayan. Pada saat itu tempat berteduh rumah panggung yang dibuat daru kayu beratap rumput ilalang.