Wisata

Gampong Nusa, Model Pengelolaan Wisata Alam berbasis local wisdom



Oleh: Muhammad Syarif
 Gampong Nusa merupakan salah satu kampung di Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar yang terletak di Jalan Banda Aceh-Meulaboh KM 9,5 KM, hanya berdurasi 30 menit dari pusaran Kota Banda Aceh kita bisa menikmati pengelolaan Gampong/Desa sadar wisata. Konsep ecotourism berbasis masyarakat yang digagas oleh Rubama, Kader ISKADA Aceh patut diajungkan jempol.

 

 

3 Desa Terindah di Dunia

Desa Penglipuran, Bali 
Hidup dan tinggal di lingkungan yang bersih, indah dan rapi mungkin menjadi impian semua orang. Terlebih jika lingkungan tersebut jauh dari kebisingan kota dan segala macam hiruk pikuk kesibukan warganya.
Tinggal di pedesaan dengan nuansa alam yang masih terjaga tentu saja bisa membuat nyaman. Terlebih jika desa tersebut tertata dengan rapi, kebersihannya terjaga dengan baik serta penduduknya yang ramah. Namun adakah desa yang memiliki kriteria seperti itu?

Dari pantauan suratkabar.id, setidaknya ada tiga desa di dunia yang kondisinya sangat indah, bahkan jika ke tempat itu selayak berada di negeri dongeng.

PATA Chapter Aceh gandeng Kementrian Pariwisata Laksanakan Pelatihan Pemandu Wisata se-Aceh.


Dalam rangka meningkatkan kopetensi Pemandu Wisata di Aceh, Pacific Asia Travel Association (PATA) Chapter Aceh, melaksanakan Pelatihan teknis pengembangan sumber daya manusia bidang pariwisata dengan tema: ”SDM Bidang Pariwisata siap menghadapi Global Community untuk meningkatkan Perekonomian daerah melalui Pariwisata yang berlangsung selama dua hari (3-4 Maret 2016) di The Pade Hotel, Aceh Besar.

 

 

 

 

 

  Tiga Dewi di Laut Meukek

Pantai Meukek diambil dari Photo Udara
KABUPATEN penghasil pala, Aceh Selatan, memiliki objek wisata pantai yang menawan. Topografi wilayahnya diapit Samudera Hindia dan gugusan gunung Bukit Barisan Pulau Sumatera, menciptakan panorama yang eksotis. Kecamatan Meukek merupakan salah satu spot menarik untuk menikmati keindahan alam tersebut.


 

Menelusuri Goa Batu di Taman Nasional Banti Murung

Oleh : Muhammad Syarif*

Perjalanan Wisata kali ini sungguh esoktis dan mengasikkan. Sabtu 18 April 2015, Peserta Diklat PIM III Kota Banda Aceh menelusuri Banti Murung, Makassar. Ada dua objek wisata yang menjadi sasaran peserta. Pertama Taman Kupu-kupu dan Goa Batu.

Perjalanan kami dari Hotel Aerotel Smile kurang lebih 3 Jam. Disepanjang jalan menuju Bantimurung, terlihat dengan indah panorama alam yang masih alami nan segar. Canda tawa sepanjang jalan tak bisa dibendung, sesekali ibu Nurbaiti mengeluarkan kata-kata yang spontan dan terkadang membuat gelak tawa. Pak sopir yang kalem dan diam membisu membuat suasana terkadang berubah menjadi hening.




Hutan Kota; Icon Paru-Paru Serambi Mekkah

Oleh : Muhammad Syarif*

Berawal dari kisah temanku sekantor  namanya Cut Dina, orangnya cantik, ramah dan berwawasan tinggi. Tanpa sengaja daku berbincang-bincang seputar objek Wisata Kota Banda Aceh fokus Wisata Alam. Aku punya mimpi agar Kota Banda Aceh menjadi pusat peradaban dunia dan ini sejalan dengan Visi Walikota menjadikan Banda Aceh sebagai Model Madani Indonesia. Tentunya mimpi itu tidak berlebihan, sesungguhnya Aceh pernah jaya pada masa Sultan Iskanda Muda. Banyak Kota Besar di Indonesia lupa akan pentingnya konsep green city.  Sudah selayaknya Hutan Kota menjadi icon pembangunan kedepan.
Diskusi mengalir dengan cair, lalu aku teringat akan kebijakan Alm. Bapak Mawardy Nurdin (Walikota Banda Aceh dua periode) tentang pencanangan Banda Aceh Kota Hijau.

 

Ceria bersama BKPP Kota Banda Aceh

Oleh: Abi Sultan Syarif
Setelah menempuh perjalanan satu jam tiga puluh menit, kami tiba di lokasi Wisata alam selawah agam dan selawah dara di Sare, Kabupaten Aceh besar. Rombangan BKPP Kota Banda Aceh lebih kurang berjumlah 200 orang berkumpul di hari minggu, 16 Februari 2014 sebagai bentuk kebersamaan dan saling bersilaturrahmi antara PNS yang terhimpun dalam Wadah BKPP Kota Badan Aceh.

Secangkir Kopi bersama Komandan Ibrahim


Oleh : Abi Sultan Syarif
Minggu, 16 Februari 2014 Badan Kepegawaian dan Pelatihan (BKPP) Kota Banda Aceh gelar wisata keluarga ke Sare, Aceh besar. Kali ini mengambil lokasi Wisata Alam selawah Agam dan Selawah Dara. Tempatnya asyik, alami dan murah meriah. Setiap yang bertandang kewisata tersebut hanya dikutip uang masuk Rp. 2000 per kepala keluarga.
Tradisi Wisata tahunan sudah berlangsung selama 5 Tahun di BKPP Kota Banda Aceh. lokasinya berubah-berubah setiap tahunya. Tentunya pasca di bentuk UPTB Penilaian Kinerja PNS di bawah BKPP, maka kami baru kali ini merasakan betapa suasana kekeluargaan dibangun di wadah BKPP Kota Banda Aceh.

 

Taman Wisata Krueng Aceh


Sungai yang membelah Kota Banda Aceh ini merupakan salah satu sungai yang cukup bersih untuk dijadikan sebagai objek wisata dengan konsep panorama aliran sungai dengan suasana tenang dan nyaman untuk melepas kepenatan. Titik Lokasi Waterfront City di Kota Banda Aceh meliputi kawasan Gampong Keudah, Gampong Kuta Alam dan Kawasan Gampong Lamgugob, dengan sarana yang tersedia yaitu tempat rekreasi keluarga di titik Keudah dan Kuta Alam serta wisata air di jembatan lamnyong dan juga Sebagai pelengkap bagi pengunjung yang tidak hanya melepas kepenatan dapat memanfaatkan lokasi jogging track dekat jembatan Peunayong sebagai sarana olah raga ataupun tempat pembibitan benih tanaman di Kampung Baru

Sumber : http://www.bandaacehkota.go.id/6/89Objek_Wisata


 

Taman Sari


 Taman Sari merupakan tempat bermain yang ramai dikunjungi oleh masyarakat dengan lokasi yang berada tidak jauh dari Mesjid Raya Kota Banda Aceh, Taman Sari merupakan salah satu tempat favorit di Kota Banda Aceh dengan fasilitas yang tersedia antara lain : mempunyai taman yang luas dan tertata rapi dengan aneka permainan gratis bagi anak-anak dan juga tersedia hot spot gratis sehingga setiap orang dapat mengakses internet serta di dukung oleh bangunan gedung untuk menunjang tempat ini sebagai pusat kegiatan masyarakat.

Sumber : http://www.bandaacehkota.go.id/6/89Objek_Wisata

 

Replika Pesawat Seulawah RI 1 di Blang Padang


Pesawat Seulawah yang dikenal RI-1 dan RI-2 merupakan bukti nyata dukungan yang diberikan masyarakat Aceh dalam proses perjalanan Republik Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaannya, Pesawat Seulawah yang menjadi cikal bakal Maskapai Garuda Indonesia Airways disumbangkan melalui pengumpulan harta pribadi masyarakat dan saudagar aceh sehingga Presiden Soekarno menyebut "Daerah Aceh adalah Daerah Modal bagi Republik Indonesia, dan melalui perjuangan rakyat aceh seluruh Wilayah Republik Indonesia dapat direbut kembali". Pesawat Seulawah dibeli dengan harga US$120.000 dengan kurs pada saat itu atau kira-kira 25 Kg emas dan untuk mengenang jasa masyarakat aceh tersebut maka di buat replika pesawat seulawah yang berada di Lapangan Blang Padang Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh.

Sumber : http://www.bandaacehkota.go.id/6/89Objek_Wisata


 

Kapal PLTD Apung


Dikarenakan banyak menara transmisi listrik dari Sumatera Utara ke Aceh ditebang oleh pihak-pihak pemberontak pada masa konflik maka masalah kekurangan listrik di Banda Aceh menjadi sangat krusial sehingga PLN menempatkan Kapal Generator Listrik untuk mensuplai kebutuhan listrik di Banda Aceh melalui jalur laut. Pada hari minggu pagi tanggal 26 Desember 2004, gelombang Tsunami menghempas Kapal tersebut sejauh lebih kurang 3KM dari pesisir pantai. Dikarenakan banyak objek akibat Tsunami seperti perumahan penduduk yang hancur telah dibangun kembali, maka Kapal besar di tengah kampung ini sangat membantu untuk mendapatkan gambaran betapa dahsyatnya Tsunami tersebut.
 
 Sumber : http://www.bandaacehkota.go.id/6/89Objek_Wisata

Kuburan Massal Ulee Lheu


Situs wisata ini terletak di Jalan Sultan Iskandar Muda dan sebelum Tsunami merupakan Rumah Sakit Umum Meuraxa, namun ketika Tsunami melanda Kota Banda Aceh Rumah Sakit tersebut rusak parah dan halamannya dijadikan pemakaman massal bagi korban Tsunami sedangkan untuk Rumah Sakit Meuraxa sendiri direlokasi ke Desa Mibo Kecamatan Banda Raya Kota Banda Aceh.



 Sumber : http://www.bandaacehkota.go.id/6/89Objek_Wisata

Mesjid Baiturrahim Ulee Lheu


Masjid Baiturrahim ini merupakan satu-satunya bangunan dipinggir Pantai Ulee Lheue yang berdiri kokoh pada saat Tsunami menerjang Kota Banda Aceh, sementara bangunan lain yang berada di sekitarnya luluh lantak di hantam Gelombang Tsunami pada hari minggu tanggal 24 Desember 2004. Pemerintah Kota Banda Aceh menjadikannya sebagai salah satu objek wisata religi.
Sumber : http://www.bandaacehkota.go.id/6/89Objek_Wisata


Kerkoff berasal dari bahasa Belanda yang berarti kuburan, sedangkan Peutjoet atau asal kata dari Pocut (putra kesayangan) Sultan Iskandar Muda yang dihukum oleh ayahnya sendiri (Sultan Iskandar Muda) karena melakukan kesalahan fatal dan dimakamkan di tengah-tengan perkuburan ini.

 

Makam Sultan Iskandar Muda

-->
Sultan Iskandar Muda merupakan tokoh penting dalam sejarah Aceh. Aceh pernah mengalami masa kejayaan, kala Sultan memerintah di Kerajaan Aceh Darussalam pada tahun 1607-1636 ia mampu menempatkan kerajaan Islam Aceh di peringkat kelima di antara kerajaan terbesar Islam di dunia pada abad ke 16. Saat itu Banda Aceh yang merupakan pusat Kerajaan Aceh, menjadi kawasan bandar perniagaan yang ramai karena berhubungan dagang dengan dunia internasional, terutama kawasan Nusantara di mana Selat Malaka merupakan jalur lalu lintas pelayaran kapal-kapal niaga asing untuk mengangkut hasil bumi Asia ke Eropa. Beliau bisa bertindak adil, bahkan terhadap anak kandungnya. Dikisahkan, Sultan memiliki dua orang putera/puteri.
Salah satunya bernama Meurah Pupok yang gemar pacuan kuda.Tetapi buruk laku Meurah, dia tertangkap basah sedang berselingkuh dengan isteri orang. Yang menangkap sang suami, di rumahnya sendiri pula. Sang suami mencabut rencong, ditusukkannya ke tubuh sang isteri yang serong. Sang suami kemudian melaporkan langsung kepada Sultan, dan setelah itu di depan rajanya sang suami kemudian berharakiri (bunuh diri) Sultan, yang oleh rakyatnya dihormati sebagai raja bijaksana dan adil, jadi berang.
Meurah Pupok disusulnya di gelanggang pacuan kuda dan dipancungnya (dibunuh) sendiri di depan umum. Maka timbullah ucapan kebanggaan orang Aceh: Adat bak Po Temeuruhoom, Hukom bak Syiah Kuala. Adat dipelihara Sultan Iskandar Muda, sedang pelaksanaan hukum atau agama di bawah pertimbangan Syiah Kuala. Murah Pupok dikuburkan di kompleks pekuburan tentara Belanda yang terkenal dengan nama "KerKhoff Peutjoet" 
Sumber : http://www.bandaacehkota.go.id/6/89Objek_Wisata


 

Kapal Apung Lampulo


Situs ini tetap dipertahankan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mengenang Musibah Tsunami yang melanda Kota Banda Aceh. Sebuah kapal yang terbawa Gelombang Tsunami dan terdampar di perumahan penduduk di kawasan Gampong Lampulo Kecamatan Kuta Alam. Pemerintah Kota Banda Aceh menetapkan kapal apung sebagai objek wisata.



Sumber : http://www.bandaacehkota.go.id/6/89Objek_Wisata


 

Gunongan

Gunongan merupakan simbol dan kekuatan cinta Sultan Iskandar Muda kepada permaisurinya yang cantik jelita, Putri Phang (Putroe Phang) yang berasal dari Pahang, Malaysia. Alkisah, Putroe Phang sering merasa kesepian di tengah kesibukan sang suami sebagai kepala pemerintahan. Ia selalu teringat dengan kampung halamannya di Pahang. Sang suami memahami kegundahan permaisurinya. Untuk membahagiakan sang permaisuri, ia membangun sebuah gunung kecil (Gunongan) sebagai miniatur perbukitan yang mengelilingi istana Putroe Phang di Pahang. Setelah Gunongan selesai dibangun, betapa bahagianya sang permaisuri. Hari-harinya banyak dihabiskan dengan bermain bersama dayang-dayang di sekitar Gunongan, sambil memanjatinya. Gunongan terletak di Jalan Teuku Umra berhadapan dengan lokasi perkuburan serdadu Belanda (Kerkoff). Bangunan ini merupakan salah satu objek wisata Kota Banda Aceh.  Didirikan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636) pada abad ke-17. Bangunan Gunongan tidak terlalu besar, bersegi enam, berbentuk seperti bunga dan bertingkat tiga dengan tingkat utamanya sebuah mahkota tiang yang berdiri tegak. Pada dindingnya ada sebuah pintu masuk berukuran rendah yang selalu dalam keadaan terkunci. Dari lorong pintu itu ada sebuah tangga menuju ke tingkat tiga Gunongan.

Sumber : http://www.bandaacehkota.go.id/6/89Objek_Wisata.

 

Pinto Khop


Dibangun Pada masa Pemerintahan Sultan Iskandar Muda, Pinto Khop merupakan pintu penghubung antara Istana dan Taman Putroe Phang. Pinto Khop ini merupakan pintu gerbang berbentuk kubah. Pintu Khop ini merupakan tempat beristirahat Putri Phang, setelah lelah berenang, letaknya tidak jauh dari Gunongan, disanalah dayang-dayang membasuh rambut sang permaisuri. Disana juga terdapat kolam untuk sang permaisuri mandi bunga. Ditempat itu pula oleh Sultan dibangun sebuah perpustakaan dan menjadi tempat sang permaisuri serta Sultan menghabiskan waktu sambil membaca buku selepas berenang, keramas dan mandi bunga. Saat ini Pemerintah Kota Banda Aceh menjadikannya sebagai salah satu objek Wisata.




Sumber : http://www.bandaacehkota.go.id/6/89Objek Wisata.

 

Masjid Raya Baiturrahman


Masjid Raya Baiturrahman adalah simbol religius, keberanian dan nasionalisme rakyat Aceh. Masjid ini dibangun pada masa Sultan Iskandar Muda (1607-1636), dan merupakan pusat pendidikan ilmu agama di Nusantara. Pada saat itu banyak pelajar dari Nusantara, bahkan dari Arab, Turki, India, dan Parsi yang datang ke Aceh untuk menuntut ilmu agama. 
Mesjid ini merupakan markas pertahanan rakyat Aceh ketika berperang dengan Belanda (1873-1904). Pada saat terjadi Perang Aceh pada tahun 1873, masjid ini dibakar habis oleh tentara Belanda. Pada saat itu, Mayjen Khohler tewas tertembak di dahi oleh pasukan Aceh di pekarangan Masjid Raya. Untuk mengenang peristiwa tersebut, dibangun sebuah monumen kecil di depan sebelah kiri Masjid Raya, tepatnya di bawah pohon ketapang. Enam tahun kemudian, untuk meredam kemarahan rakyat Aceh, pihak Belanda melalui Gubernur Jenderal Van Lansnerge membangun kembali Masjid Raya ini dengan peletakan batu pertamanya pada tahun 1879. Hingga saat ini Masjid Raya telah mengalami lima kali renovasi dan perluasan (1879-1993).
Mesjid ini merupakan salah satu Mesjid yang terindah di Indonesia yang memiliki tujuh kubah, empat menara dan satu menara induk. Ruangan dalam berlantai marmer buatan Italia, luasnya mencapai 4.760 m2 dan terasa sangat sejuk apabila berada di dalam ruangan Mesjid. Mesjid ini  dapat menampung hingga 9.000 jama ah. Di halaman depan masjid terdapat sebuah kolam besar, rerumputan yang tertata rapi dengan tanaman hias dan pohon kelapa yang tumbuh di atasnya.

Sumber : http://www.bandaacehkota.go.id/6/89Objek_Wisata.

 

Pantai Cemara Indah

Pantai Cemara, Aceh Barat
Selain pasir pantainya putih yang indah, disini juga tersedia Taman Rekreasi, yang merupakan salah satu objek wisata rekreasi keluarga. Pantai Cemara Indah ramai di kunjungi tidak hanya dari masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya saja, tetapi juga dari luar daerah, terutama di hari-hari libur dan akhir pekan. Lokasi wisata ini sedang dalam tahap pembangunan yang nantinya akan menjadi objek wisata yang terus berkembang. Fasilitas yang tersedia saat ini adalah warung makan, balai tempat berteduh, bangku taman, tempat permainan anak, lapangan olah raga dan musholla. Di samping itu pelayanan sarana air bersih, listrik,dan telepon juga tersedia di lokasi wisata ini.

Sumber : https://duaribuan.wordpress.com

 

Pantai Lok Tarok Nan Indah

Pantai Lok, Tarok Kec. Meukek-Aceh Selatan
Meukek adalah salah satu Kecamatan di Aceh Selatan di taburi banyak objek wisata yang belum tertata dengan baik, terutama objek wisata alam dan bahari. Sebut saja pantai lok tarok di Kecamatan Meukek. Pantainya indah dan asri, namun sayang belum dikelola dengan baik.

 

 

 

Menguak Gunung Borni Telong


Gunung Burni Telong, Bener Meriah
Gunung Burni Telong adalah gunung yang terletak di Kabupaten Bener Meriah dan telah mejadi ciri khas dari Kabupaten Tersebut. Gunung Burni Telong adalah gunung berapa Aktif dan pernah meletus pada Tanggal 7 Desember 1924 menyebabkan kerusakan hebat lingkungan sekitarnya termasuk lahan pertanian dan perkampungan. Burni Telong yang dalam bahasa Indonesia diartikan dengan gunung yang terbakar, berada di ketinggian 2.600 meter di atas permukaan laut. Gunung ini hanya berjarak lima kilometer dari Redeolong, ibu kota Kabupaten Bener Meriah dan Bandar Udara Rembele (RBL).

 

Air Terjun Suhom; Emas Putih

Air Terjun Suhom di Aceh Besar
Nama lain Air Terjun Suhom adalah Air Terjun Lhoong atau Krueng Kala,  Air terjun ini memiliki sumber air dari sebuah perbukitan dengan tumpahan airnya sekitar 20 meter. Posisi air terjun ini berada di tengah panorama alam yang indah dan alami. Di sekitarnya terdapat banyak pohon durian, sehingga pada musim durian banyak yang berjualan durian di sekitar air terjun. Di samping itu, di sekitar air terjun juga terdapat lokasi yang dapat digunakan untuk berkemah.

Air terjun yang deras ini menjadi sumber energi listrik bagi masyarakat di sekitar Desa Kreung Kala. Sebuah pembangkit listrik tenaga mikrohidro kini telah dibangun di dekat air terjun dan dioperasikan untuk mengaliri listrik kepada 200 KK (Kepala Keluarga) penduduk Desa Kreung Kala.

 

     Gunung Alur

Pantai Gunung Alur, Aceh Selatan
Tempat yang sangat bagus untuk melihat keindahan kota tapaktuan dari jauh. Karena dari tempat ini Kota Tapaktuan nampak sangat jelas dan melihat keindahan pantai dari pegunungan.

 

 

 

Kuah Pliek-u, Gulai Para Raja Aceh


Makanan Para Raja Aceh
Masakan atau kuliner khas yang digemari mayoritas masyarakat di Aceh masih jarang dikenal orang. Barangkali kuliner ini belum banyak yang pernah mencicipinya sehingga kurang populer. Masakan atau gulai khas Aceh ini adalah gulai para raja yang dikenal dengan nama “kuah pliek-u.” Gulai ini dibuat dari campuran berbagai jenis sayuran ditambah “pliek-u” dan kepala ikan asin sebagai penyedapnya.

Pliek-u” atau patarana adalah sisa atau ampas kopra (kelapa) yang minyaknya sudah diperas dengan alat tradisional yaitu dua bilah papan yang dipress dengan baut besar. Masyarakat di pedesaan Aceh, sejak masa jayanya Kerajaan Aceh sampai kini masih terus mengolah kelapa secara tradisional. Olahan kelapa ini menghasilkan minyak goreng yang disebut dengan “minyeuk reutik.” Ampasnya tidak dibuang, tetapi dijemur kembali sehingga menjadi “pliek-u” yang berwarna hitam. Pliek-u memancarkan aroma minyak kelapa yang khas.

 

 Mengenal Lebih dalam Mercusuar

                                                         
Mercusuar adalah sebuah menara yang ketinggiannya mencapai 85 meter di bangun pada tahun 1875 0leh Willem’s Toren,terletak di dalam sebuah komplek seluas 20 hektare  di Kecamatan  Pulau Aceh dulunya salah satu  pemukiman  Kecamatan Peukan Bada dan di pemukiman ini pada masa itu  ditempati oleh   perwira-perwira Belanda.  Mercusuar ini mengadopsi nama sang raja yang lebih dikenal dengan Willem Alexander Paul Frederik Lodewijk, penguasa Luxemburg  Kala  itu.
Semua bangunan menara  yang  di bangun oleh Willem  didedikasikan untuk raja  seperti di Hollands dan Kepulauan Karibia termasuk di Pulau Aceh menara  mecusuar  yang berfungsi hanya di Aceh dan yang di bangun  di kepulauan Karibia, di Hollands telah berubah fungsi menjadi museum.

Sumber: http://kebudayaan.kemdikbud.go.id

 

Sejuta Pesona Keindahan Alam

Oleh : Abi Azkia
Keindahan Pantai Sabang, Aceh
Aceh dikenal dengan sejuta pesona keindahan alamnya. Seluruh Kab/Kota di Aceh punya ciri khas. Aceh memiliki kurang lebih 800 Destinasi Wisata. Objek wisata di bagi menjadi 4 yaitu; wisata alam, bahari, religi, dan budaya. Ban Singom Donya melirik keindahan alam Aceh.

Sumber : http://fokusaceh.blogspot.com

Tidak ada komentar: