26 Mar 2014

Hutan Kota; Icon Paru-Paru Serambi Mekkah

Oleh : Muhammad Syarif*

Berawal dari kisah temanku sekantor  namanya Cut Dina, orangnya cantik, ramah dan berwawasan tinggi. Tanpa sengaja kami berbincang-bincang seputar objek Wisata Kota Banda Aceh fokus Wisata Alam. Aku punya mimpi agar Kota Banda Aceh menjadi pusat peradaban Indonesia dan dunia, hal ini sejalan dengan Visi Walikota menjadikan Banda Aceh sebagai "Model Kota Madani Indonesia". Tentunya mimpi ini tidak berlebihan, sesungguhnya Aceh pernah jaya pada masa Sultan Iskanda Muda. Banyak Kota Besar di Indonesia lupa akan pentingnya konsep green city.  Sudah selayaknya Hutan Kota menjadi icon pembangunan kedepan.
Diskusi mengalir dengan cair, lalu aku teringat akan kebijakan Alm. Bapak Ir. Mawardy Nurdin, M.Eg.Sc (Walikota Banda Aceh dua periode) tentang pencanangan Banda Aceh Kota Hijau.
Area Hutan Kota nan asri 2014
Kota ramah lingkungan menjadi konsep baru pembangunan. tidak ada artinya gedung bertingkat, mobil mewah, jalan mulus dan melingkar, jika lingkungan disekitar gersang alias sumpek. Saatnya kita mencintai lingkungan. Paling tidak hutan Kota yang luasnya 7 Hektar, wajib dijaga, dirawat dan dipelihara oleh Warga Kota Banda Aceh. Tidak berlebihan “Hutan Kota” layak dijadikan paru-paru Serambi Mekkah. Lokasinya  di Desa Tibang ini dibangun atas kerja sama Pemerintah Kota Banda Aceh, BNI dan Yayasan Bustanussalatin serta masyarakat Tibang sendiri. Di Area Hutan Kota ini ditanami berbagai macam pohon yang berfungsi menjaga ekologi.  Sunguh indah nan mempesona hasil karya anak negeri. Kosep master plan ramah lingkungan dan dijadikan objek Wisata Alam sekaligus objek penelitian bagi mahasiswa dan aktifis pencinta lingkungan.

Siapapun yang mengujungi Hutan Kota tentu terkesima melihat keindahan alamnya. kicauan burung dan lambaian angin sepoi-sepoi menambah gairah kaum hawa dan adam untuk berlama-lama untuk bercengkrama sambil melepaskan kepenatan rutinitas kerja. Ide awal pembangunan Huta Kota bermula dari Bapak Abdul Mutalib Ahmad, beliau sosok insan pencinta lingkungan yang akhirnya dianugerahi Kalpataru oleh Kementrian Lingkungan Hidup, yang akhirnya diamini oleh Bapak Ir. Mawardy Nurdin, M.Eng, Sc. Kini masyarakat Kota Banda Aceh patut bersyukur kepada Bapak Abdul  Mutaleb dan Bapak Mawardy Nurdin yang telah berhasil meristis konsep Banda Aceh Green City.


Sudah menjadi keharusan setiap pemerintah memfasilitasi ruang publik terutama, ruang terbuka hijau. Bahkan skala nasional pemerintah pusat memberikan penghargaan bagi daerah yang konsern akan konsep pembangunan berwawasan lingkungan. Sejatinya Hutan kota ini menjadi daya tarik wisata baik lokal, nasional maupun internasional.

Berbagai terobosan terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh dalam rangka memberbanyak ruang terbuka hijau. Disamping itupula kerjasama dengan berbagai komunitas yang mencintai lingkungan hidup menjadi penting dilakukan. Tidak salah kalau Bapak Mawardy Nurdin dinobatkan sebagai bapak pembangunan kota.
Menurut hemat penulis, hutan kota sejatinya menjadi inspirasi bagi seluruh kepala Daerah baik dilevel propinsi, kabupaten/kota sehingga sinergisitas pembangunan benar-benar tertata dengan rapi. Kehidupan ini akan gersang jika konsep keseimbangan tidak menjadi perhatian semua insan.
Harus diakui memang hutan kota, belum menjadi pusat perhatian setiap insan. Keasriannya terkadang tanpa sadar dirusak oleh pengunjung dengan membuang sampah sembarangan. Oleh karena itu saya kira Hutan harus benar-benar dijaga.
Eksistensi Hutan Kota menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Aceh yang haus akan keindahan alam. Tidak salah kalau tempat ini dijadikan icon wisata alam berbasis edukasi. Tentunya butuh perbaikan dalam menjadikan hutan kota sebagai alternatif wisata alam di Kota Banda Aceh.
Hampir setiap saat para muda-mudi berwara-wiri menikmati keindahan Hutan Kota. Warga kota tidak perlu mengeluarkan biaya untuk masuk kesana, bermodalkan uang parkir seribu rupiah masyarakat langsung menikmati keindahan hutan Kota.
Kita akui memang pembangunan Kota Banda Aceh terus melejit, disamping itupula berbagai prestasi terus diraih dalam bidang tata kelola pemerintahan, akan tetapi pemerintah jangan teloder dengan pembangunan gedung pencakar langit, dengan mengabaikan ruang terbuka hijau. Oleh karena itu, dalam rangka menjaga keseimbangan pembangunan yang berwawasan lingkungan sudah saatnya pemerintah kota banda aceh mengeluarkan regulasi tentang konsep pembangunan berwawasan lingkungan.

Tentu kita berharap pemerintah Kota Banda Aceh terus melakukan pembenahan manajemen tata kelola konsep pembangunan green city. Kerjasama lintas stakholder menjadi penting dalam rangka memastikan keberlangsungan dan keasrian hutan kota. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga harus menyiapkan para guide yang memahami konsep pembangunan green city.
 
Dilahan 7 Hektar ini kurang lebih 150 jenis pepohonan ditanam dengan jumlah total saat ini mencapai 3500 pohon, termasuk tanaman buah dan tanaman langka. Hutan ini memiliki konsep wisata alam yang bermanfaat bagi masyarakat kota Banda Aceh yang memiliki fasiltas seperti Jembatan, Jalur pejalan kaki, jembatan tajuk pohon (Ramp Canopy Trail), jembatan atas bakau (Mangrove Boardwalk), area pepohonan, kolam bakau dan pembibitan ikan, juga ada taman tematik dan taman kontemplasi. 
Pohon Kenangan Bapak Presiden RI- SBY
Salah satu yang menarik perhatian masyarakat  pada Hutan Kota adalah taman tematik. Taman ini memiliki beragam tema, seperti taman tematik bambu, taman buah naga, taman tematik nusantara, taman tematik bunga dan taman tematik herbal. Untuk itu biar anda tidak penasaran, ayok rame-rame bawa keluarga berwisata Alam ke Hutan Kota, dijamin anda akan puas, lega dan bebas menikmati keindahan alamnya serta udaranya nan segar. Tidak salah kalau Hutan Kota layak dijadikan Icon Paru-paru Serambi Mekkah.


*Peserta Lomba Banda Aceh Blog Competition 2014 Sub Tema: Wisata Alam

115 komentar:

zeri putra irawan mengatakan...

Sesuatu yang unik ya,.altaernatif refeshing tuk warga kota..#respect

ananda arito mengatakan...

Very interested

Muhammad Syarif,S.HI,M.H mengatakan...

terimakasih atas komentar teman-teman semua.

Wardhiati Ati mengatakan...

Luar Biasa memang ciptaan Allah... salud utk prof yg sudi kiranya mengangkat kisah ini kembali sebagai salah satu ajang promosi Kota Banda Aceh

Muhammad Syarif,S.HI,M.H mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Ikhsan isan mengatakan...

Luar Biasa... Pemikiran dalam mengangkat kisah ini kembali sebagai salah satu ajang promosi tempat Wisata yand ada Kota Banda Aceh.

Ekinerja aceh mengatakan...

marvelous park in Banda Aceh...moga banda aceh bisa menjadi contoh bagi daerah laen untuk daerah wisata islami.

teja sukmajaya mengatakan...

tetap exsis dan slalu berkarya

Anonim mengatakan...

Hutan Hilang, Bencana Datang.

Anonim mengatakan...

Ternyata Mr.Syarif tidak hanya konsen pada bidang pemerintahan, tapi aware juga terhadap alam sekitarnya. bravo bung..

Anonim mengatakan...

feel the harmony discover the extraordinary... SAVE NATURE..!!!

syafril muhammad mengatakan...

usul.. sesekali kita buat acara refresing ke hutan kota.. :))

Beje mengatakan...

Semoga Banda Aceh punya lebih banyak lagi hutan kota di titik/wilayah yang berbeda.. kepada pengunjung! Ayo kita rawat hutan kota tersebut agar bisa terus dijadikan sebagai sarana rekreasi bagi masyarakat.

Bj Sahputra mengatakan...

jika harus berperang, saya akan berperang. demi mempertahankan ruang terbuka hijau kita, demi mempertahankan udara segar yang harus kita hirup, demi masa depan anak cucu kita. ThankQ Syarif yang udah angkat artikel ini. Sukses ya...

BlueBoy mengatakan...

Langsung tidak langsung, berbagai macam aspek kehidupan di kota, ditentukan oleh keberadaan tumbuhan, pohon, dan hutan kota. For a better future :)

Brown mengatakan...

Tulisan nya keren, angel foto hutan kota nya harusnya bisa lebih bagus dan artistic. so.. you can learn from me Mr. Prof..! *big smile*

cut Dina mengatakan...

Alhamdulillah kita masih tinggal di daerah dengan para pemimpin yang peduli dengan lingkungan, sebab keberadaan hutan kota sangat penting sebagai penyeimbang alam dan paru2 kota.
saya secara pribadi sangat senang membawa anak2 berwisata kemari, sebab mereka bisa sejak dini belajar mengenal & mencintai lingkungan. walau ulah segelintir pengunjung yang membuang sampah sembarangan kerap mengganggu keasrian hutan kota ini.
semoga tulisan pak syarif yang menginspirasi ini dapat memenangkan kompetisi dan mengantarkan tema ini ke ajang yang lebih luas......Amiin

Muhammad Syarif,S.HI,M.H mengatakan...

Sudah saatnya warga kota menjaga kelestarian lingkungan Kota. pondasi Green city harus dijaga dan dirawat agar tetap asri. trimakasih buat kawan-kawan/warga kota Banda Aceh yang telah berkenan menyapa bloger ini

Beje mengatakan...

Setuju dengan Syafril Muhammad, tapi jangan lupa sampah bungkus sisa makanannya dibawa kembali masing-masing ya... hehe..

Beje mengatakan...

@Cut Dina: 100% agree..! tema ini harus diangkat ke ajang/media yg lebih luas lagi! Agar 30% peruntukan lahan hijau di Banda Aceh dapat tercapai (not just a theory) hehe.. Amien...

BlueBoy mengatakan...

Wah... Mantap tu pak Beje. Agar konkrit ya.. Setuju

MarhabanShiMa mengatakan...

Langkah positif pemerintahan kota dalam memperindah kota Banda Aceh tercinta..sepatutnya seluruh kalangan mendukung penuh dengan tetap menjaga dan memelihara kota Banda Aceh agar visi di atas terwujud satu saat nanti...dan bravo buat prof.syarif atas tulisan menarik ini...kiranya dapat dipublikasikan lebih lagi ke dunia luar aceh melalui media selain blog...bravo bravo

Dani mengatakan...

Serasa pagi tersenyum mesra
Tertiup bayu membangkit sukma
Adakah esok kan tersenyum jua
Memberi hangatnya sejuta rasa...
by. Chryse

Beje mengatakan...

Promo dikit yah.. hehe..
http://www.youtube.com/watch?v=qjRXGlpDtvY

Liza Fathia mengatakan...

salam. tulisan yang menggugah pak Syarif dan blognya juga keren. ohya sedikit saran dari saya, lebih baik musik di blog pak syarif dihilangkan saja soalnya memakan banyak kuota internet. yang pake internet limited seperti saya tekor kali kalau ada lagu tersebut :)

deddy nofendy mengatakan...

Hutan kota bagian dari konsep kota modern, yg sangat bermanfaat bagi kesehatan warga dan keindahan kota, semoga semua kab dan kota di aceh memilikinya...Banda Aceh kota hijau kota modern...

enji mengatakan...

Pohon merupakan penghasil berbagai sumber daya alam, termasuk air dan oksigen. Tema yang tepat untuk mendapat tempat di media yang tepat. Let's write..

Mahdi mengatakan...

Tugas kita merawatnya. Memang Prof Syarif Luar Biasa. Layak jadi Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kab Aceh Selatan

kpptsp mengatakan...

@liza fathia: saya tidak setuju musik nya dihilangkan! mungkin opsi atau listnya yang perlu ditambah. jangan hanya Dear God nya Avenged Sevenfold teyus.. hahahaha... atau dapat disesuaikan dengan tema artikelnya, seperti comen si Dani. Sabda Alam by. Chryse misalnya..

surya mardiansyah mengatakan...

Hutan Kota, harus dirawat dan dijaga, luar biasa bung syarif bukan hanya lincah dalam mengelola tata pemerintahan juga respek terhadap lingkungan hidup. maju terus bro..sukses

Mahdi mengatakan...

Konsep Gren City yang dikembangkan Kota Banda Aceh harus menjadi role model, salut buat bung syarif semoga mampu mengantarkan menjadi pelopor lingkungan Hidup Kota Banda Aceh

rhazyl mengatakan...

Keseimbangan konsep pembangunan berwawasan lingkungan menjadi mutlak. semoga publikasi hutan kota membuat kita peka terhadap lingkungan hidup

jal meukek mengatakan...

disamping aktif sebagai pelaku yang terlibat dalam reformasi Birokrasi di Jajaran Pemko Banda Aceh, ternyata Bung Syarif juga pemerhati lingkungan. Saya pikir Hutan Kota BNI ini harus dijaga dan dirawat oleh semua elemen krn manfaatnya besar sekali. Hutan ini mampu menyerap 37 ton Karbondioksida dan menghasilkan 3 ton Oksigen per harinya

Said Muniruddin mengatakan...

apa yang saudara syarif tuliskan telah membuka mata hati dan fikiran kita, bahwa kehidupan bangsa-bangsa yang beradab adalah mereka yang hidup ditengah keasrian alam karya Tuhan. semoga kita semua mampu mengapresiasi ini. tulisan yang bagus sekali!

Mahyar apg mengatakan...

Luar biasa,melui tulisannya Saudara Syarif telah mengingatkan kita akan suatu yang sngat penting dan seperti terlupakan selama ini, yang bahwa hutan akan menjadi sumber kehidupan. Terima kasih Prof..

erry miswar mengatakan...

Pengembangan taman hutan kota sangat diperlukan guna meningkatkan kadar oksigen diudara yang dapat menetralkan kadar polutan diudara. sukses!!!

Citra Rahman mengatakan...

Saya merasa malu belum pernah mengunjungi hutan kota itu. :D

rosmani uptb mengatakan...

sungguh sangat luar biasa... sesuatu banget..? terus berjuang....

Bj Sahputra mengatakan...

masih perlu difikirkan komponen dan elemen lain yang menunjang TAMAN HUTAN KOTA untuk menjadi Real Icon Kota Banda Aceh.

Sammy mengatakan...

the most inexpensive place to visit but it's worth...

beje mengatakan...


Double Thumbs for Mr. Syarif.

Surya mengatakan...

Semoga tidak menjadi Taman Dagang seperti Taman Sari Sekarang!! Emmm...

Julia mengatakan...

I have been there before. and nothing I could say but, Subhanallah..

antoni brandy mengatakan...

Sungguh luar biasa, konsep green city yang dikembangkan oleh Kota Banda Aceh patut kita apreasiasi. baru kali ini saya tahu ternyata Banda Aceh punya Hutan Kota...pingin kesana dech..makasih ya pak syarif atas publikasinya sehingga kami jadi tahu. sukses selalu buat bapak..luar biasa tulisannya

antoni brandy mengatakan...

oya, kalau boleh tahu apa masuk kesana gratis atau harus beli tiket pak? atas informasinya saya ucapkan terimakasih

Muhammad Syarif,S.HI,M.H mengatakan...

buat mas Antoni, untuk masuk ke kawasan Hutan Kota, Gratis, paling cuma bayar ongkos parkir..itupun khuss hari sabtu dan minggu yang bayar ongkos parkir.hari lain bebas kita menikmatinya. oya disarankan bagi yang berkunjung kesana membawa bekal sendiri seperti air, karena dalam komplek itu tidak ada orang yang jualan. so ingat sambahnya jangan dibuang sembarangan karena merusak ekosistem lingkungan hidup.

Muhammad Syarif,S.HI,M.H mengatakan...

Buat Anonim, Juli, Beje, erri Miswar dan Bapak Said, trimakasih atas coletannya, semoga kita senantiasa menjadi pelopor lingkungan Hidup.

buat Pak Mahyar: itu semua bagian dari kerja dakwah.

Buat Pak Mahdi: jabatan apapun yg paling penting pengabdian buat negeri, banyak orang dikasih kepercayaan akan tetapi miskin kreasi. membangun Aceh selatan tidak harus mesti tinggal dan ada jabatan, saat ini juga sudah banyak kita bantu lewat fikiran

Buat Pak Jal:yaya...aktif dimana-mana maklum mantan aktifis`98

Liza Fathia: sarannya dipertimbangkan, namun berdasarkan hasil jajak pendapat cendrung mempertahankan suara musik biar enjoy..hehe

teguh versan mengatakan...

sdemoga Hutan Kota tetap lestari...

teguh versan mengatakan...

Sepertinya apa yang dilakukan oleh Kota Banda Aceh perlu dicontoh oleh Kab/Kota di Aceh. Pembangunan Kota berwawasan Lingkungan menjadi penting. so tulisan ini membuka mata hati kita untuk senantiasa menjaga kelestarian kota. selamat semoga terus berkarya.

Ibnu Sabil mengatakan...

Salut..maju terus untuk berkarya buat negeri ini. Tulisan tersebut layak dijadikan sebagai pelopor cinta lingkungan

Ibnu Sabil mengatakan...

Semua berawal dari mimpi, tulisan ini menginspirasi banyak orang agar terus cinta lingkungan. Huta Kota akan kurang bermakna jika kita tidak merawatnya.

Rijal Aflay mengatakan...

tulisan ini menginspirasi bayak orang untuk senantiasan menjaga lingkungan hidup

ahmad subki mengatakan...

Mari menjaga lingkungan agar tetap asri. Hutan Kota hrs dirawat oleh seluruh masyarakat Kota Banda Aceh. layak dijadikan paru-paru serambi Mekkah

Anonim mengatakan...

Pilihan Alternatif setelah blang padang bagi yang hobby Jogging sambil menikmati keindahan alam

m oziel mengatakan...

Semoga tempat sebagus itu tidak dijadikan oleh oknum-oknum untuk berbuat maksiat

Rahmatsyah Alam mengatakan...

Saya apresiasi terhadap pandangan semua pihak terhadap pengembangan kota banda aceh menuju green city...
sebetulnya Kota Banda Aceh yg kita cintai telah sejak pasca tsunami memulai konsep green city yang berkelanjutan, hal itu kita rasakan adanya rth rth yang ada saat ini bak berupa taman kota, hutan kota maupun taman taman pulau jalan yg ada saat ini yg tumbuh dengan subur. Seperti yang saya tau dan alami, Kota Banda Aceh telah memiliki konsep green city yang berkelanjutan dengan adanya dokumen Master Plan Ruang Terbuka Hijau Kota Banda Aceh yg disusun pada tahun 2012 dalam kegiatan Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH), program tersebut dirintis oleh Ditjen Penataan Ruang Kementerian PU. Kota Banda Aceh sebagai salah salah peserta dalam pelaksanaan program tersebut sejak tahun 2011 sampai saat ini. Salah satu tujuan pokok program P2KH tersebut yaitu untuk mengawal dan memastikan setiap RTH yang direncanakan pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kota betul betul teraplikasi sesuai rencana dan dikuatkan kembali dengan Master Plan RTH seperti yang tesebut tadi. Jadi pada intinya Kota Banda Aceh telah memiliki pondasi yang kuat untuk mewujudkan Konsep Pembangunan Kota berbasiskan Green City Development, podasi yang kuat tersebut tidak terlepas dari peran serta semua pihak khususnya Bapak Pembangunan Kota Alhm.Bapak Mawardy Nurdin yang sangat idialis dlm mewujudkan Banda Aceh sebagai Green City yang betul betul nyata dan dirasakan manfaatnya oleh semua pihak...

Anonim mengatakan...

asik ya paak... tempat refreshing yang "segar" di Banda Aceh dekat pulaa

Niyyatinur Efendi mengatakan...

Tulisan yang keren dan menggugah untuk meng'hutan'kan kota... ditunggu karya lainnya aduen... go green Kota Madani. Insya Allah. Amien

Muhammad Syarif,S.HI,M.H mengatakan...

@ Rahmat: Wah panjang bangat komentarnya...cocok jadi Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Banda Aceh....haha
@ Niya: Insya Allah akan ada karya besar lainnya...ni lagi saya ngintip.

Wardhiati uptb mengatakan...

Trimk Pak Syarif, berkat publikasinya saya baru tahu ternyata di Banda Aceh ada Hutan Kota, Keren bangat sich, so alangkah lebih baik lagi kalau kondisi tanamannya dirawat dengan baik soalnya ada beberapa tanaman saya lihat kurang terawat, mungkin teknik penyiramannya sangat manual. saya menyarankan Dinas teknis seperti Dinas Pertanian, Perikanan dan Kelautan, Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata perlu memikirkan agar Hutan Kota tetap terawat dengan baik...semoga saran ini diteruskan kepada dinas teknis ya..? sekali lagi saya doakan agar pak syarif masuk nominasi. soalnya tulisan bapak sangat berguna lho buat kami

Tunis mengatakan...

Ini contoh tulisan yang informatif, jadi tau adataman hutan kota di bna, ntar sore segera ke lokasi..

antoni brandy mengatakan...

Tulisan menarik dan sarat informasi, penasaran pingin membawa keluarga kesana...trimakasih mas syarif. sukses selalu buat anda. saya punya keyakinan anda sosok yang cerdas dan respek terhadap apapun yang ada demi kemajuan kota Banda Aceh. Tak kusangka kemampuan olah bahasa anda lugas. setiap tulisan anda di bloger sarat dengan informasi. sekali lagi salut..semoga Tahun 2014 keberuntungan milik saudara. sepertinya layak jadi duta wisata lingkungan/alam.

Nutrisi Seimbang mengatakan...

Semoga hutan kota tidak hanya satu pak syarif... akan bertambah hutan kota lainnya... semoga pemko mampu merealisasikan banda aceh green...

Anonim mengatakan...

hutan kota yang perlu di kunjungi bagi warga kota banda aceh,karena hutan kota masih banyak warga yang belum pernah dikunjungi.

heri yanto mengatakan...

luar biasa, tulisan sarat dengan informasi sekaligus memiliki nuansa edukasi berwawasan lingkungan. semoga banda aceh akan banyak lagi objek wisata alam.

aneuk galoeng mengatakan...

Tulisan yang luar biasa, sarat dengan informasi, semoga saudara senantiasa melakukan aksi goyangan pena lewat bloger. saudara punya bakat luar biasa dalam mengolah kata. setiap tulisan saudara di bloger senantiasa berguna bagi pembaca. maju terus sobat. anda layak jadi sang juara di Banda Aceh Bolger competition 2014, amin

aneuk galoeng mengatakan...

Alam ciptaan tuhan semesta harus dijaga, manusia sebagai khalifah dimuka bumi harus menjaga keseimbangan ekosistem. sudah saatnya bangunan bertingkat di Banda Aceh di minimalisir jika tidak maka suatu saat Banda Aceh akan berepolusi. apa yang digagas oleh alm. Mawardy Nurdin harus dilanjutkan oleh Ibu Elliza Sa`aduddin Djamal. Semoga tulisan ini menginspirasi seluruh pemimpin di Aceh untuk mencintaai lingkungan. jangan kejar investor semata, tanpa mempedulikan lingkungan Hidup. cukuplah tragedi RIAU, Timika dan Papua serta Kalimantan menjadi pelajaran berharga bagi kita. Ingat Hutan adalah sumber kehidupan yang wajib kita jaga

Anonim mengatakan...

Semoga Hutan Kota bisa benar-benar menjadi hutan kota. Hutan kota dan taman kota menjadi tempat rekreasi keluarga bagi warga Kota Banda Aceh. Yang jelas fasilitas harus lebih ditingkatkan untuk kenyamanan. Selamat prof..semoga tulisannya semakin membuka wawasan bagi pembaca.

yuswardi ramli mengatakan...

mantapsss pak syarif, memiliki ide untuk go green...
maju trus pak, kami akan mendukung bapak

gENI iNDRA yULIA mengatakan...

Kapan kita buat agenda kegiatan lingkungan dan peduli alam,kita tanam pohon dan gotong royong bersama muspida dan masyarakat di Banda Aceh...Kita tanam walaupun HANYA SATU POHON pak syarif..bY.Forum Komunitas Hijau Plasma

Ikhsan isan mengatakan...

Mantap bangat

antoni brandy mengatakan...

banyak masyarakat yg belum peduli lingkungan semoga dengan artikel ini dapat menginspirasi untuk menjaga/melestarikan hutan kota wisata tercinta

ananda arito mengatakan...

Sebenarnya,sebelum membaca artikel ini, saya masih asing dengan tempat wisata hutan kota. Dan ternyata bukan hanya saya, tetapi banyak juga teman saya yang belum familiar dengan tempat wisata tersebut. Hal ini membuktikan kurangnya publikasi dan promosi tempat wisata kota banda aceh. Atau mungkin muda mudi Aceh yang sudah kurang respect dengan alam dan kebudayaan tanah kelahirannya. Karena telah disibukkan dengan kecanggihan teknologi masa kini.Mungkin masih banyak lagi wisata kota banda aceh yang masih tersimpan, hanya saja kita belum menggali dan mempontensikannya. Dan artikel ini merupakan salah satu dari banyak cara untuk memperkenalkan dan mempromosikan saah satu wisata kita yaitu hutan kota banda aceh. Terima kasih pak Syarif atas informasinya yang mengunggah sekali. Aset ini harus dijaga dan dilestarikan keasriannya jangan sampai punah oleh zaman modernisasi saat ini. Karena kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi :)

Wirzaini Usman mengatakan...

Subhanallah, luar biasa profesor syarif. tulisan yang sangat inspiratif. butuh komitmen semua pihak untuk melestarikan, terutama pemuda. Pemuda harus berperan aktif dalam menjaga lingkungan. peran generasi muda menjadi kekuatan dalam pembangunan kota. Hutan kota selain untuk menjaga keseimbangan alam juga dimamfaatkan untuk melakukan penelitian dalam dunia pendidikan. sesuai dengan Qanun Kota Banda Aceh No.4 Tahun 2009 tentang RTRW Kota Banda Aceh Tahun 2009-2029, Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik seluas 20,52 %, alhamdulillah Kota Banda Aceh hingga Tahun 2013 telah mencapai 12,80%. sekali lagu luar biasa...sukses selalu.

yuli nafla mengatakan...

Tulisan yang inspiratif, berwawasan lingkungan sarat dengan informasi. semoga Hutan kota layak dijadikan icon paru-paru serambi mekkah, amin

yuli nafla mengatakan...

oya kalau boleh tahu, apa masuk kesana bayar atau giman? soalnya belum pernah kesana...atas penjelasannya diucapkan terimakasih

syafril muhammad mengatakan...

@Wirzaini: Semoga Capaian RTRW-nya cepat terealisasi, so 100% agree coment pak wirzaini. thanks
@Yuli: masuk kesana gratis kok, saran yuli bawa kawan-kawan kesana biar dapat menikmati keindahan alam sembari jalan-jalan sore
@ Ananda: biar tidak asing mampir kesanan ya..? so jangan lupa bawa keluarga

Muhammad Syarif,S.HI,M.H mengatakan...

Trimakasi bagi kawan-kawan yang telah memberikan komenter yang luar biasa...istimewa buat sdr Syafril Muhammad (fakar teknik Sipil) hehe..
teruslah menyebarkan informasi tentang hutan kota ban sigom donya.
Sekali lagi...terimong geunaseh dari oleon tuan.

M.Taslim mengatakan...

Awesome....

Muhammad Syarif,S.HI,M.H mengatakan...

@ Geni Indra: Ide yang mantap...diatur aja waktunya kita siap nimbrung.
@ Taslim: bereh tat lagoe comentar linto baroe. singkat dan padat maklum komentar generasi pujangga ke-empat haha..

dara gayoe mengatakan...

wah tulisan yang luar biasa. pingin cepat-cepat berwisata kesitu. trimakasih pak syarif atas informasinya, tulisan bapak sangan membantu bagi kami yang berada di luar Kota Banda Aceh

Musnaini Rimba mengatakan...

Bagus tulisannya..
Hutan kota, sudah selayaknya kita lestarikan bersama. selain berfungsi sebagai paru-paru bagi masyarakat Kota Banda Aceh, juga sebagai pelepas dahaga bagi para Mahasiswa. Mahasiswa yang sangat jenuh dengan tugas MKnya, hutan kota adalah tempat melepaskan kejenuhannya.
dalam pantaun kami, hutan kota ini masih banyak kekurangan, baik dari segi penataannya maupun kelengkapan isi didalamnya, harapan kami kita semua mau meringankan tangan, menyumbang fikiran demi terwujudnya Hutan kota benar menjadi Paru-paru serambi mekah.

hanum yuli mengatakan...

Demi kelangsungan hidup anak cucu agar tetap menghidup udara segar, saatnya huta kota dirawat. sepertinya Ibu Elly perlu memikirkan kelangsungan itu.

heri yanto mengatakan...

tulisan yang sarat informasi dan berwawasan lingkungan hidup, sungguh luar biasa. sukses selalu pak. kami sangat terbantu dengan tulisan bapak sehingga pihak diluar aceh mengenal aceh dengan tulisan bapak. luar biasa alam aceh terutama pantainya. ternyata ada icon wisata alam yg belum terpublis dengan baik. kami yakin bahwa alam aceh sungguh luar biasa. saatnya pemerintah mengemas dengan apik dan memformulasikannya menjadi wisata alam religi

hanum yuli mengatakan...

apa yang ditulis oleh sdr Syarif, bagian dari upaya mempromosikan banda aceh menjadi Model Kota Madani. sudah saatnya Pemerintah Kota Banda Aceh memberikan perhatian yang lebih bagi anak muda yang punya karya. saya membaca setiap tulisan Pak Syarif sarat dengan muatan informasi, kritikan, solusi. ini memang tidak salah kalau Pejabat di lingkungan Pemko Banda Aceh mengenal beliau dengan sapaan Profesor Syarif. sekali lagi luar biasa. Layak jadi sang Juara, Amin

Muhammad Syarif,S.HI,M.H mengatakan...

@ Hanum Yuli: Trimakasih atas dukungannya, selaku insan yang telah lama menetap di Banda Aceh sudah selayaknya kita berkarya di bumi yang kita pijak, gelar apapun tidak terlalu penting, intinya ini bagian dari proses meraih tiket syurga, hehe..
@ Musnaini:Sepakat...sesekali Mahasiswa harus represing kesana..so ajak kawan-kawan mahasiswa Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam untuk mengenal hutan Kota lebih dalam lagi. buat diskusi tentang Ayat-Ayat Penciptaan.
@ Dara; Jangan sampai terlambat, entar dara bakal nyesal bangat..hehe

buzzerbeezz.com mengatakan...

Semoga semakin banyak ruang terbuka hijau seperti hutan kota ini di Banda Aceh :D

Syarifah Rahmana Firdaus mengatakan...

terima kasih pak atas tulisan nya, saya jadi tau tentang hutan kota dan pengen kesana :)

semoga hutan kota tetap terpelihara agar dapat dinikmati sampai bertahun2 kedepan nya. amin.

Muhammad Syarif,S.HI,M.H mengatakan...

@ Buzzerbeezz.com, Trimakasih atas partisipasinya, kita berharap agar kebijakan pemerintah memperbanyak RTH
@ Syarifah: ajak kawan-kawannya untuk bertamasya ke Hutan Kota, dijamin asyik

antoni brandy mengatakan...

Memang tidak salah apa yang bapak tulis. saya beserta keluarga dan teman-teman begitu kesana, kaget. ternyata Banda Aceh memiliki Hotan Kota cuma sayang pak sepertinya perlu perawatan lebih modern lagi. terutama menyangkut penyiraman air. beberapa tanaman yang saya lihat sudah pada gersang.Sekali lagi untuk keberlangsungan Alam di Aceh saya kira Dinas/Kantor Lingkungan Hidup perlu memikirkan keberlangsungan Hutan Kota Kedepan.

sofia zhanzabila mengatakan...

Aceh memang indah.Suatu hari saya ingin berkunjung... insya Allah.

Aceh Planet mengatakan...

Mantap Banget Tulisan ya.
Destinasi Lengkap Aceh cuma Ada di : http://acehplanet.com/

sqone ijal mengatakan...

Mantap tulisannya, jangan lupa mampir kemari ya : http://bandaacehvisit.blogspot.com/2014/04/banda-aceh-icon-para-cendekia-aceh.html

Win Wan Nur mengatakan...

Konsep yang menarik. Beberapa Kota seperti Denpasar misalnya sudah lebih dulu memulai dan cukup berhasil. Tapi memang harus kita sadari kalau potensi wisata Aceh dan Bali sangat berbeda.

Konsep ini menarik untuk wisatawan lokal, paling tidak orang Aceh sendiri. Ini bisa menjadi inspirasi bagi kota-kota lain di Aceh yang memiliki potensi mangrove, contohnya Langsa. Mereka punya potensi, sayang tidak digarap dengan serius.

Muhammad Syarif,S.HI,M.H mengatakan...

Trimakasih atas coletan teman-teman semua, tentu kita akan mampir ke sgone ijal. Aceh Planet juga ok...pokoknya mantap dech.. salam hangat

Noval Pedrosa mengatakan...

Tiban dimn nya boss ?

Blogger mengatakan...

Hutan kota yang dengan konsep modern sekarang disebut green city, bukan sesuatu yg baru, cuma kemasannya saja yang baru, Hal ini dapat kita liat contoh taman sari, Di era kolonial dulu merupakan space yang sangat Di jaga dengan kondisi pohon dan tanamanya sangat rimbun. Padahal kita tau kondisi saat itu kota ini belum sepadat yang sekarang tapi Hal itu menjadi prioritas buat kolonial yang kota ini juga bagian Dari jajahanya. Berbeda jauh dengan realita saat ini Di kota yang baru merayakan hut 809 nya ini, banyak tentunya elemen2 yg berungkap kata "buat Anak cucu,generasi. Yg kadang mereka sendiri tidak faham apa yang Akan ditinggalkan, berkaca Dari persoalan ini kita tentunya sangat mendukung program ini, Karena tentunya bicara hutan dan pohon ini, bukan hanya soal menanam tp juga merawatnya butuh perhatian dan hasilnya jg tidak instan, terima kasih bung sharif yg sudah berdedikasi via artikel ini yg tentunya ini bs menjadi awal Dari kepedulian kita tentang penting hutan kota yg manfaatnya jelas buat Anak cucu kita.

Suara Darussalam mengatakan...

saya sangat bahagia dan menyambut gembira hadirnya Huta Kota.. ini suatu yg luar biasa..

Ana mengatakan...

nice post!

Ikhsan isan mengatakan...

berkat publikasinya, saya beserta keluarga dapat menikmati keindahan alam Hutan Kota. semoga pengelolanya kedepan benar-benar profesional, jika perlu Pemerintah Kota Banda Aceh perlu menujuk gaet khusus yang memahami konsep hutan kota dan menjelaskan secara terang benderang mamfaat dari setiap jenis tanaman. sekali lagi trimakasih banyak buat pak syarif

antoni brandy mengatakan...

salah satu karya orang besar adalah meninggalkan karyanya yang berguna bagi masyarakat. tidak salah kalau masyarakat Kota menobatkan Bapak Mawardy sebagai tokoh pembangunan Kota. Konsep green city adalah wujud kongkrit almarhum dalam pembangunan Kota berwawasan lingkungan. pertanyaannya mampukah generasi selanjutnya merawat hasil karya ini..?

dara gayoe mengatakan...

apa yang ditulis oleh saudara Syarif patut diacongkan jempol, ini bagian dari upaya publikasi Banda Aceh bansigom donya.

Muhammad Syarif,S.HI,M.H mengatakan...

@Noval: jika anda ketemu bengkolan asmara maka anda belok menuju AMIKI jln menuju Kampus Ubudiyah.
Trimakasih banyak saya haturkan atas comentar kawan-kawan semua..
semoga kita adalah insan yang terus berkarya lewat keahliannya,berkarya itu tidak boleh berhenti hanya mengejar juara. buktikan kita insan yang terus mempublikasi Banda Aceh Ban Sigoem Donya. tentu sesuai dengan bakat dan keahliannya.

Catatan Kecilku mengatakan...

Wah ada arboretum juga ya?
Keren nih Banda Aceh.

zamzami mengatakan...

mantap...

zamzami mengatakan...

tulisan yang penuh inspiratif, sarat dengan informasi wisata alam tentunya dapat dijadikan model pembangunan kota ramah lingkungan.

sarfogi mengatakan...

Menurut hemat kami, luasan Hutan Kota di Banda Aceh perlu ditambah lagi. Biar cuaca di Banda Aceh bisa lebih adem dan banyak sarana publik yang bisa dimanfaatkan oleh warga

Iqbal Reza mengatakan...

kelestarian kota banda aceh memang tiada taranya.. semoga artikel ini bisa membangkit motivasi masyarakat banda aceh untuk lebih menjaga akan kelestarian alam..
nice jobs rakan-rakan manmandum..

Erlangga Sudirman mengatakan...

Mantap

Kunjungi juga

http://sudirmanerlangga.wordpress.com/

zasachi mengatakan...

Nice post, thanks for sharing :)

momtraveler mengatakan...

keren banget tempatnya.terakhir aku ke Banda belum ada deh kayanya. insyaallah kalo ke Banda Aceh lagi harus mampir nih
thanks for sharing :)

Muhammad Syarif,S.HI,M.H mengatakan...

@ Momtraveler: Semoga menikmati keindahan alam Hutan Kota
@Erlangga: sepertinya duluan saya mampir ke blogernya..coba simak dengan seksama komentar saya pada tulisan anda..trimk atas kunjungan balasannya
@Zasachi; Sip.......dech

xamthone plus mengatakan...

subhanallah Maha Besar Allah dengan segala ciptaannya (y)

Baba Studio mengatakan...

Undangan Menjadi Peserta Lomba Review Website berhadiah 30 Juta.

Selamat Siang, setelah kami memperhatikan kualitas tulisan di Blog ini.
Kami akan senang sekali, jika Blog ini berkenan mengikuti Lomba review
Websitedari babastudio.

Untuk Lebih jelas dan detail mohon kunjungi http://www.babastudio.com/review2014


Salam
Baba Studio

Nika Nurmayanti mengatakan...

terimakasih mas untuk postingannya ;)

visit to http://mobildatsunbandung.com/