Senja di Cafee Nelayan, Ulee Lheu


Oleh Bung Syarif*

Dengarkan kisah aduhai

Dendang membersamai Kabilah Punggawa Dayah Kota Banda Aceh tercinta

Merajut ukhwah jalin kebersamaan, Carlie Papa Romeo (CPR) menyambut cucu enstein dengan riang gembira

Cafee Nelayan tempat bercengkrama-nya

 

Dengarkan kisah aduhai

Dendang membersamai Kabilah Punggawa Dayah Kota Banda Aceh tercinta

Suasana malam di Pusat Ibukota begitu bersahaja

Indah Alam dan Pantainya, di Pusat Ibukota

 

Dengarkan kisah aduhai

Dendang membersamai Kabilah Punggawa Dayah Kota Banda Aceh tercinta

Masjid Baiturrahim Ulee Lheu adem shalat berjamaah-nya

Habis Shalat mampir di Cafee Nelayan-nya

Bandex Susu miniman khas disana

Mie udang menu kesukaan cucu Enstein, Punggawa Dayah baru-nya

Krue Seumangat CPR, Cucu Enstein, Ayah Samsuar dan Kiyai Khadafi sering mampir disana

Bandrex dan Martabak Telu dan Mie undang ludes seketika

Tambo, ciek lagi....semoga 2026 Punggawa Dayah Kota semakin menyala dan solid

Secangkir Bandrex, Sejuta Pesona 

 

**Goresan Pena JZ01CPR, Magister Hukum Tata Negara USK, Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Aktivis`98, KAHMI Aceh, Direktur Aceh Research Institute (ARI), Aktivis LBH Darul Misbah, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Wali Santri Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB)   

 

Tidak ada komentar: