1 Apr 2014

Srikandi ULP yang lincah dan bersahaja

Oleh : Muhammad Syarif*
Suasana ruang kerja ULP

Sejak tanggal 21 Maret s/d 2 April 2014, saya mendampingi Bapak Said Muniruddin Cs, peneliti Kemitraan Partnership Indonesia yang konsern melakukan research Tata Kelola Pemerintahan di Indonesia, wabil khusus Aceh. Tahun 2012 hasil kajian beliau yang di publis pada IGI, Provinsi Aceh rangking ke-18 dari 33 Provinsi di Indonesia.


lagi serius bicara tender ULP secara elektronik
Kali ini sang peneliti melakukan bedah akses keterbukan informasi publik pada Pemerintah Kota Banda Aceh. Saya dimintakan oleh Bapak Drs. T. Saifudddin, TA, M.Si  (Sekda Kota Banda Aceh) untuk memfasilitasi Tim Peneliti Kemitraan Partnership Indonesia.
Beberapa SKPD lingkup Kota Banda Aceh menjadi incaran pusat informasi sebut saja Sekretariat Daerah, Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Dinas Pekerjaan Umum, Sekretariat DPRK, Inspektorat, KPPTSP, Disduk Capil, Satpol PP dan WH, UPTB Penilaian Kinerja  PNS, Bappeda, Dinkes, Disdikpora, Disperindagkop dan UKM, Badan Kesbangpollinmas, Dishubkominfo, serta Dinas Kelautan, Perikanan dan Pertanian.

Tentunya dilapangan berbagai gaya birokrasi ditemukan, ada yang sangat birokratik, kaku, terkesan gima gitu..? alias hek tat aneuk muda, hehe...ada juga yang sangat respek dan responsif. Tentunya berkat pendampingan saya akhirnya tuntas juga perjalanan melacak dokumen penting di Pemerintah Kota Banda Aceh, guna bahan kajian dan analisis tim kemitraan Partnership Indonesia. So dokumen itu sebagai bagian dari uji akses terhadap implementasi Undang-Undang keterbukaan Informasi Publik. Hasilnya akan dipublis secara nasional bulan Juli 2014

Saat pak Said Kunjungi UPTB PK PNS, 21 Maret 2014
Hari terakhir kami bertandang ke Dinas Pekerjaan Umum fokus pada Unit Layanan Pengadanaan Barang dan Jasa (ULP). Kehadiran kami disambut dengan ramah, ceria dan tanpa proses birokratisasi yang pnjang. Beliau adalah Srikandi ULP, namanya  Salmah Maimun, ST, MT. Sosok wanita karier jebolan Magister Teknik Sipil Unsyiah yang juga sebagai Kepala UPTD Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Kota Banda Aceh. Berawal dari BBM singkat saya: “ bu, apa bisa diakses data pengadaan barang/jasa elektronik  dilingkup Pemko Banda Aceh Tahun 2012 yang dilakukan tender lewat LPSE” dengan cepat beliau jawab, bisa pak syarif.”

Tanpa basa-basi kami langsung meluncur ke kantor ULP Jln Prof. Ali Hasyimi, Gampong Pangoe, Kecamatan Ulee Kareng-Banda Aceh memang sich sebelum kami kesana saya sudah dikirimkan BBM photo data yang kami butuhkan. Saat kami ke kantor ULP, beliau langsung turun dari Lantai 3 menyumbut kedatangan kami. Saya kaget melihat sosok ibu meme panggilan akrab srikandi yang cukup lincah dalam ilmu pengadaan barang/Jasa di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Ruang kerja beliau sangat nyaman beralaskan karpet biru. Setiap pegawai diwajibkan untuk melepaskan sepatu karena di ruang kerja tersebut juga dijadikan pusat diskusi Pokja Pengadaan Barang/jasa dan tempat Shalat. Bagi beliau, ruang kerja yang nyaman membuat karyawan betah di kantor. Andai saja banyak birokrat di negeri ini, sikapnya sama seperti ibu Salmah Maimunah, ST.,M.T maka sungguh negeri ini akan baik. Sekali lagi tahniah buat ibu, saya doakan ibu sukses dalam menahkodai lembaga ULP Kota Banda Aceh. Mudahkanlah urusan orang niscaya anda akan dimudahkan urusan oleh orang lain.

* Kepala UPTB PK PNS Kota Banda Aceh/ Fasilitator bagi Tim Peneliti Kemitraan Partnership Indonesia.


8 komentar:

Anonim mengatakan...

Luar biasa pak syarief,

Muhammad Syarif,S.HI,M.H mengatakan...

yang luar biasa sesungguhnya ibu..hehe..

cut Dina mengatakan...

Hehehehe.....dua-duanya luar biasa kok

Muhammad Syarif,S.HI,M.H mengatakan...

@: ibu Cut..ada, ada saja..semoga, amin

hanum yuli mengatakan...

Dalam mengelola pemerintahan diputuhkan pejabat yang punya semangat mengabdi..semoga ibu meme istiqamah dalam menjalankan tugas pengabdiannya.

hanum yuli mengatakan...

Akses keterbukaan informasi yang terjadi pada Pemerintah Kota Banda Aceh patut diberikan apresiasi. Tidak banyak Kab/Kota di Aceh dan Indonesia yang mau terbuka secara blak-blakan apalagi menyangkut Informasi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Lembaga ULP sarat dengan Permainan, Semoga ULP Pemko Banda Aceh menjadi contoh dan model dalam sistem pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

antoni brandy mengatakan...

harus diakui, umumnya pejabat yang berlatang belakang mantan aktifis rata-rata semangat pengabdiannya sungguh luar biasa.

dara gayoe mengatakan...

Banda Aceh teru berbenah kearah kebaikan. Keberadaan UPTD ULP dibawah kendali Dinas PU Kota Banda Aceh sudah saatnya ditingkatkan statusnya menjadi Kantor ULP. Apa lagi saat ini Eksistensi ULP sudah teruji. Apa yang dilakukan Banda Aceh terkait Konsep Reformasi Birokrasi adalah sesuatu yang patut dicontoh oleh Kabupaten/Kota lain di Aceh.