7 Sep 2016

Pilosofis Bisnis Ayam Kampung

Oleh : Muhammad Syarif*
Lebih baik jadi kepala semut daripada ekor gajah. Begitu dalih para pengusaha. berwirausaha memang sangat menggoda. Dengan sikap yang tepat, sukses bukan cuma impian. Kalau Anda melihat Bill Gates atau Mark Zuckenberg, pasti Anda tergiur dengan kekayaan mereka yang luar biasa. Tapi sadarkah Anda, bahwa mereka juga memulai semuanya dari usaha kecil mereka. Dan tak satupun dari mereka yang menduga bakal mencetak keberhasilan seperti sekarang.


Perusahaan pemula yang berubah menjadi perusahaan sukses bernilai miliaran bahkan triliunan, dalam dunia bisnis tak bedanya dengan pemenang lotere. Meletakkan semua uang Anda dan berharap mendapatkan jackpot, Anda justru bakalan terpuruk.
Banyak dari kita hanya melihat secara instan proses bisnis, sehingga seringkali melakukan injeksi "kamuplase" demi sebuah ambisi bisnisnya. Saya mengibaratkan Ayam Kampung Vs Ayam Broiler. Kalau anda seorang pebisnis coba lihat proses pengembangan Ayam Broiler, dimana prosesnya cepat besar, dipaksa dengan suntikan vitamin untuk mempercepat proses pertumbuhannya, akan tetapi ketahanan fisiknya labil. cepat stress dan mati. Kalau perjalanan jauh dan ada bisikan seperti hujan dan petir, maka ayam broiler akan cepat mati. Dalam hitungan 10-20 hari bobotnya bertambah 2-4 Kilogram.

Sementara Ayam Kampung pertumbuhannya lambat, 10-40 hari bertambah bobotnya 1,4 Kilogram. Ketahanan fisiknya kekar, tidak cepat stres, mau hujan atau petir, ayam kampung akan mencari akal untuk berteduh. Ayam kampung akan lari jika ada hujan dan mencari tempat yang rindang, terkadang ayam kampung tidur di pepohonan.
Dari ilustrasi diatas kiranya saya ingin katakan kepada para pebisnis, mari kita jalani proses bisnis secara konsisten. Jangan dipaksakan harus besar dan wah dengan meminjam dana pada perbankan. Karena tindakan itu akan menjadikan anda menjadi Ayam Broiler. Jangan paksakan kehendak, apalagi gengsi dengan memperlihatkan kemewahan yang sesungguhnya kamuplase. Ya..kamuplase. biarkan proses berjalan seperti mata air. Anda tidak perlu minder dengan profesi yang digelutinya. Mamfaatkan berlian  (potensinya) yang ada. Untuk itu saya mencoba membagi beberapa tips sukses kepada pebisnis pemula.

Pertama: Lebih realistis. Saat membuat model bisnis, coba lihat ke sekeliling dan cari contoh sukses dari model bisnis yang Anda kehendaki, lalu pelajari. Bila Anda tak dapat menemukan, entah Anda yang luar biasa jenius, atau model bisnis Anda tidak bakal berhasil di dunia nyata.
Kedua: Jangan menginvestasikan uang sendiri. 
Karena kebanyakan bisnis adalah perjalanan yang berisiko, carilah partner. Jadi, jika semuanya tidak berjalan semua rencana, Anda tidak bakal bangkrut karena dana start-up tadi, dan tidak dikejar utang.

Ketiga :Perbudak diri sendiri. Jika Anda tidak bersedia bekerja keras, lembur, melupakan keuntungan pribadi dan kesehatan, maka wirausaha bukan untuk Anda. Pada awalnya, Anda pasti tidak akan mampu membayar karyawan, sekalipun karyawan yang murah. Jadi, karyawan Anda, adalah Anda sendiri.

Keempat: Hargai waktu. Beri nilai uang pada waktu Anda, misalnya Rp20 ribu perjam. Ini akan membantu saat Anda harus mengambil keputusan: Bila sebuah toko mengenakan biaya Rp10 ribu untuk pengiriman setiap minggu, dan Anda membutuhkan waktu 2 jam untuk pergi ke toko tersebut sendiri, maka bayar terus ongkos kirim dari perusahaan tersebut, karena lebih murah. Ini mungkin bertentangan dengan aturan ke 3, tapi bahkan budak sekalipun juga memiliki nilai ekonomi.
Kelima: Rekrut karyawan dengan baik. Tanpa memedulikan ukuran usaha Anda, pada akhirnya Anda akan merekrut karyawan dari luar. Untuk itu, lakukan proses rekrutmen dengan hati-hati, tanpa tergesa-gesa, dan perlakukan hal tersebut sepenting saat Anda memulai usaha. Sangat disayangkan sikap pemilik usaha yang punya visi untuk usahanya, tapi merekrut karyawan yang justru menghalanginya meraih visi tersebut.
Keenam: Jual kelebihannya, bukan harganya. Saat Anda memulai usaha, sudah sewajarnya Anda frustasi memasarkannya.Tapi, jika Anda bersaing pada harga, Anda pada akhirnya kan menjual dengan harga pas-pasan atau bahkan di bawah modal. Kuasai keahlian berkomunikasi dengan pelanggan, untuk menjelaskan bahwa harga produk Anda lebih tinggi karena memiliki nilai yang lebih baik.

Ketujuh: Ketahui angka dasar. Mengetahui berapa banyak uang yang Anda butuhkan untuk menjalani usaha – mulai dari sewa toko, listrik, asuransi karyawan, sampai harga tinta printer, kertas, dan pajak. Lalu bagi semua itu dengan berapa hari dalam setahun Anda akan buka, dan… itulah angka dasar – jumlah minimum pendapatan yang Anda butuhkan setiap hari. Jika Anda tidak pernah berpikir tentang angka dasar, coba pikir ulang.
Kedelapan: Gunakan teknologi terbaru. Teknologi anyar seperti aplikasi dan penyimpaanan data dengan cloud technology sangat murah dan membuat perusahaan kecil dapat bersaing dengan perusahaan besar. Manfaatkan teknologi rendah biaya yang ada di pasaran.
Kesembilan: Perlakukan vendor dengan baik. Perlakukan vendor dan suplier Anda sebaik mungkin, seperti halnya Anda memperlakukan para pelanggan. Mereka bisa saja memberikan diskon berdasarkan besarnya volume pemesanan Anda, atau bahkan demi menjaga hubungan baik, serta berharap ada peningkatan volume di masa mendatang. Hubungan yang baik membuat mereka juga dapat memahami keterlambatan pembayaran, bahkan memberikan pengiriman gratis.
Kesepuluh: Jadilah yang terbaik. Anda tidak boleh setengah-setengah.Setiap hal yang Anda lakukan untuk klien harus lah yang terbaik. Apapun yang Anda buat dan jual, haruslah yang terbaik. Bersikaplah ramah, sopan dan terpuji maka anda akan meraih kesuksesan. Selamat mencoba


*Penulis adalah Sekretaris Umum Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) Korwil Aceh periode 2016-2019

Tidak ada komentar: