6 Nov 2014

T. Saifuddin TA, Sang Inovator Kota Banda Aceh



Oleh : Muhammad Syarif, S.HI.M.H

Jumat, 7 November 2014 adalah hari bersejarah bagi Insan Birokrat terutama Bapak Drs.T. Saifuddin TA, M.Si. Beliau adalah birokrat sejati dijajaran Pemerintah Kota Banda Aceh. Mengabdi kurang lebih 37 Tahun di Pemerintah Kota Banda Aceh, namanya populis bukan hanya dilevel Kota Banda Aceh, bahkan Nasional hingga Internasional. Pribadi yang tegas, disiplin dan cerdas.

Karir dibirokratnya cukup cemerlang. Lama bergelut di bidang Keuangan Daerah yang pada akhirnya mengantarkan beliau menjadi Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh dimasa kepemimpinan alm. Mawardy Nurdin untuk dua periode. Semasa alm. Mawardy Nurdin mencalonkan kembali jadi Walikota Banda Aceh, T. Saifuddin TA, M.Si dipercayakan menjadi Pj. Walikota Banda Aceh selama satu Tahun.


Momen terakhir bersama Sekda di Tahun 2014
Pukul 09.00 Wib di halaman Pemerintah Banda Aceh menggelar apel gabungan yang di bungkus “perpisahan resmi dengan Bapak T. Saifuddin TA M.Si” yang kini memasuki purna bakti (memasuki pensiun). Beliau diberi kesempatan terakhir untuk menyampaikan amanat dalam apel gabungan.

Bingkisan istimewa dari Walikota kepada Sekda
Tak banyak tutur kata yang keluar dari lisannya, trimakasih dan rasa haru atas skenario Walikota yang menggelar hajatan perpisahan. Lebih lanjut beliau mengatakan saya hanyalah ibarat sebutir pasir dilautan. Keberhasilan yang diperoleh oleh Pemerintah Kota Banda Aceh adalah berkat dukungan Bapak/Ibu serta seluruh karyawan di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh. Semoga keberhasilan ini terus dilanjutkan.

Beliau juga berpesan mungkin terlalu banyak dosa saya pada PNS dilingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh, untuk itu saya selaku Insan yang dhaif meminta maaf sebesar-besarnya. Tentunya dosa Bapak/Ibu dan Seluruh PNS sudah duluan saya maafkan.

Saya juga berkeinginan untuk meminta maaf satu persatu akan tetapi karena waktu yang begitu sempit maka izinkan saya memamfaatkan momentum apel gabungan di hari jum`at yang berkah ini. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Walikota yang telah membuat acara yang sangat bersejarah ini.

Detik-detik perpisahan antara Sekda dg Pejabat Pemko




Diakhir pidatonya beliau mengatakan:” mungkin selama saya memimpin Sekda dalam setiap rapat suasana terlalu tegang, akan tetapi mulai hari ini tentu ketegangan tidak akan ada lagi”. Suasana peserta apel gabungan berubah jadi canda tawa, yang sebelumnya hening. Selamat atas pengabdian mu wahai inisiator reformasi birokrasi Kota Banda Aceh, jasa dan pengabdianmu dicatat sebagai amal saleh dan kelak dilanjutkan oleh generasi muda selaku penurus pembangunan Kota Banda Aceh. Kami bangga atas dedikasimu yang tulus dan ikhlas dalam bekerja di Kota yang berjulukan  "Madani".

Tidak ada komentar: