20 Feb 2014

Benarkah Haji kita..?

Oleh: Muhammad Syarif

Allah SWT, menyeru hambanya yang sudah mampu untuk melaksanakan rukun Islam yang kelima yakni melaksanakan ibadah Haji. Ibadah Haji diwajibkan sekali dalam seumur hidup, namun konon kata orang-orang yang sudah melaksanakan rukun Islam yang kelima biasanya akan mengulangi lagi untuk melaksanakannya. maka tidaklah heran jika kita melihat ada orang-orang yang sampai 3 kali bahkan 5 kali naik haji.


Lantas apa yang menjadi kebanggaan orang gemar melaksanakan Haji? ini menarik untuk didiskusikan. Kenapa orang sukar membayar Zakat, padahal zakat juga Ibadah yang tidak kalah pentingnya.  Malah kalau zakat bisa berjalan efektif maka tidak akan ada orang-orang di Aceh yang mengemis. Ini bukan tidak beralasan. coba di Inventarisir berapa jumlah Perusahan, Hotel, Pejabat, yang membayar zakat?

Setiap tahun kita membaca di media betapa banyak daftar antrian masyarakat untuk menunaikan ibadah haji. Hampir setiap tahunnya ada informasi anak kecil Naik Haji. Pertanyaannya apakah ingin cari sensasi? alias ingin mencetak rekor terkecil naik Haji..? tentu jawaban yang diberikan sangat pariatif. Mungkin ini kesempatan yang Allah berikan buat saya dan keluarga saya, mungkin juga panggilan hati, apapun jawaban kita yang penting niat dan ketulusan beramal.

Saya tidak mempersoalkan anak kecil naik haji, atau orang-orang yang gemar berhaji, akan tetapi saya cuma ingin mengetuk hati kita. supaya dalam beramal harus meluruskan niatnya. Jika pingin dipuji bahwa keluarga saya umumnya naik haji, uang puluhan juta tidak ada artinya, jika berhaji karena ingin mendapat gelar Ibu Hajjah dan Bapak Haji pulan maka sungguh tidak ada artinya pengorbanan mengeluarkan uang puluhan juta.

tentu kita berdoa supaya Ummat Islam yang melaksanakan panggilan Ibadah Haji mendapat Ridha Allah, semoga prilaku dan karakter kesalehan sosial menjadi Icon kepulangan dari Ibadah Haji, terus memperbaiki diri dan menyandang prediket Taqwa. Bukan malah sebaliknya, pulang dari menunaikan ibadah haji perilakunya masih sama alias tidak berobah. Mestinya orang-orang yang telah berhaji tingkat kesalehan sosialnya jauh lebih baik.  Sekali lagi luruskan niat, jangan cari pujian dari manusia, apalagi pingin digelar saya pak haji dua kali seperti filmnya Haji Su`ud. Wallahu A`lam bishawab

Tidak ada komentar: