17 Apr 2013

Mimpiku setinggi bintang dilangit

-->Oleh: Muhammad Syarif,S.HI.,M.H*

Allah SWT menurunkan Wahyu kepada Rasul-Nya, Muhammad SAW, Kitabullah sebagai sumber Inspirasi. Setiap lembaran ayat-ayat al-qur`an sarat dengan materi-materi keilmuan. Akan tetapi kita selaku insan barangkali jarang sekali membaca Al-qur`an. Kalau kita mau jujur, sesungguhnya hari-hari yang kita lewati lebih banyak terlewati begitu saja.
Tanpa sadar kita pergunakan waktu itu berlama-lama di warung kopi, ngobol hal-hal yang tidak bermamfaat. Coba kita renungkan wahai saudaraku... apakah kita banyak menggunakan waktu untuk belajar..? belajar apa saja yang menghantarkan kita masuk ke syurga. Belajar Agama, Perintahan, Politik, Hukum, Ekonomi, Sosial Budaya dan sebagainya.
Belajar tidak mengenal terlambat. Profesi boleh apa saja,  yang paling penting kualitas intelektual hal yang utama, maka tentunya kita harus senantiasa mengasah ketajaman intelektual. selaku Abdi Negara, harus ada inovasi dan kreatifitas. Selaku Guru, Penceramah juga demikian. Coba bayangkan jika seorang Guru dalam memberikan ilmu kepada muridnya, materi yang diajarkan itu-itu saja, tanpa ada bumbu-bumbi yang menarik baik dari segi metode logi penyampaian dan  update informasi atas meteri yang disampaikan. Tentunya akan menyebabkan anak didik bukan tercerahkan malah akan tersesatkan, jika materi yang disampaikan keliru.
Adalah mustahil, akan muncul ide-ide cermelang kalau kita tidak belajar dan membaca. Takut gagal dan selalu mengeluh itu tandanya orang pencundang. Ah saya tidak mampu melakukannya, singkirkan dalam pikiran anda. Kesuksesan selalu diawali dengan kegagalan. Pengalaman pribadi saya sudah delapan kali gagal dalam mengikuti pertarungan ujian tes PNS, akhirnya pada ujian ke sembilan baru berhasil meraih mimpi. Mimpi suatu saat bisa bekerja di Balaikota/Walikota Banda Aceh (Bagian Organisasi Setda Kota Banda Aceh) selaku pusat pemerintahan di Kota Banda Aceh adalah mimpiku pada saat hijrah dari Kota Naga, Tapak Tuan Tahun 1998, akhirnya terkabulkan.  Saat di dunia training LK-I HMI diajarkan yakin, usaha, sampai, begitupun pada LK-II HMI dengan materi Idiom Straktak.
Kegagalan yang pernah kualami, membuatku semakin dewasa dan matang dalam bertindak. Tidak terbayangkan sama sekali, seorang anak kampung yang minim fasilitas akhirnya mampu meniti karir yang bagus di dunia birokrat, organisasi dan kampus. Banyak order ngajar muncul baik dari kalangan Pemerintahan Daerah Provinsi/Kab/Kota bukan hanya di Aceh akan tetapi di Pulau Sumatra. Kebanjiran order kicauan ilmiah juga muncul dari dunia Organisasi Kepemudaan/ormas/OKP dan dunia Kampus baik Negeri maupun Swasta.  Itu semua berkat kegigihan dalam belajar, tentunya dibarengi dengan Do`a. Modal ilmu dan sedikit Retorika ku dapatkan pada saat mengikuti Training ISKADA (Ikatan Siswa Kader Dakwah) Tahun 1998.
Terimakasih pada Kedua orangtua, keluarga dan Istri tercinta serta buah hatiku yang manis dan ganteng. Pancaran doa nya membuat daku semakin bersinar bagaikan bulan purnama. Saat ini mimpiku beranjak ketangga selanjutnya. Akankah suatu saat daku mampu melenggang di Ibu Kota Negara?  Dua lembaga menjadi bidikanku saat ini, Kementrian PAN dan RB dan Kementrian Dalam Negeri Itulah cita-citaku untuk masa yang akan datang. Rasa-rasanya mimpi itu agak bombastis. Akan tetapi saya teringat sebuah ungkapan bijak, Gantungkan cita-citamu setinggi bintang dilangit. Bekerja keras dan berdoa adalah kunci akhir, dan jangan pernah menyerah
.
* Palembang, 18 April 2013, Kasubbag Kelembagaan dan Tata Laksana Bagian Organisasi Setda Kota Banda Aceh salah seorang Peserta Rakornis Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP). Yang dilaksanakan oleh Kementrian Dalam Negeri dan Kementrian PAN dan Reformasi Birokrasi.

Tidak ada komentar: