29 Jan 2018

Gampong Panterik Sulap Limbah menjadi Area Wisata dan Tempat Bermain


Keceriaan anak-anak bermain di area IPAL  KOMUNAL
Pemerintah Kota Banda Aceh terus beriovasi dan berkreasi. Jargon itu tidak berlebihan. Dibawah Kepemimpinan Aminullah-Zainal, pelan tapi pasti menuju kesempurnaan. Berbagai terobosan terus di jalankan dalam rangka menata limbah rumah tangga. Program IPAL Kumunal menjadi program percontohan di Banda Aceh Gemilang, ungkap Wakil Walikota Banda Aceh Bapak Zainal Arifin disaat peresmian Program IPAL Komunal. (30/1).
Sebagaimana dipahami bahwa IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah adalah sarana untuk mengolah limbah cair (limbah dari WC, dari air cuci/kamar mandi). Yang akrab lebih akrab dikenal bagi masyarakat Awam dengan lakap “septi tank” .

lensan IPAL Komunal
Tentu ini bukan septi tank biasa, ungkap Yassir, Fakar Drainase Kota Banda Aceh saat saya coba gali informasi. Lebih lanjut Yassir mengatakan Komponen IPAL Komunal terdiri dari unit pengolah limbah, jaringan perpipaan (bak kontrol & lubang perawatan) dan sambungan rumah tangga.  Unit pengolah limbah ada yang terletak jauh dari lokasi warga pengguna IPAL Komunal ada juga yang berlokasi di lokasi pemukiman warga.

Air limbah atau air buangan tidak bisa dibuang begitu saja, seperti halnya limbah padat atau sampah yang juga tidak bisa dibuang sembarangan. Meskipun kelihatannya air limbah bisa langsung meresap ke dalam tanah atau mengalir di sungai, air limbah rumah tangga sebenarnya juga merupakan limbah yang merusak lingkungan hidup.
Air limbah yang seharusnya diolah dulu sebelum dibuang ke sungai atau air tanah meliputi:  limbah wc, limbah cuci, dan limbah khusus misalnya industri rumah tangga (tahu, tempe, sablon, dll) atau ternak (sapi, kambing, babi dll).

Bersama Punggawa menghadiri Peresmian IPAL Komunal
APA AKIBATNYA BILA TIDAK ADA IPAL
Dampak Dari Segi Kesehatan, Air limbah yang berasal WC mengandung bakteri E.Colli yang menyebabkan penyakit perut seperti typhus, diare, kolera. Bila tidak diolah secara memadai, limbah WC bisa merembes ke dalam sumur (apalagi bila jarak sumur dan septik tank dekat, seperti yang terjadi di daerah padat). Bila air sumur tersebut dimasak, bakteri akan mati – tetapi bakteri tetap dapat menyebar melalui proses cuci piring, mandi, gosok gigi, wudhu yang menggunakan air sumur tanpa dimasak.
Bila limbah dibuang langsung ke sungai, air sungai yang mengandung bakteri akan menyebar lebih luas lagi. Limbah cucian atau limbah industri yang dibuang begitu saja dapat menjadi sarang nyamuk DB, lalat dan lainnya.



Dampak Dari Segi Lingkungan, Jenis limbah tertentu, seperti limbah cuci mengandung bahan kimia deterjen yang dapat mempengaruhi keasaman/pH tanah. Limbah dengan kandungan bahan kimia yang dibuang ke sungai dapat mematikan tumbuhan dan hewan tertentu di sungai. Dalam jangka waktu panjang dapat merusak ekologi sungai secara keseluruhan.
Dampak Dari Segi Estetika, Seperti hal-nya limbah padat, air limbah yang tidak diolah dapat menimbulkan masalah bau dan pemandangan tidak sedap.


BAGAIMANA MENGOLAH LIMBAH
Peta Skema Pengelolaan Limbah
Dulu jumlah penduduk dunia tidak sebanyak sekarang sehingga jarak antar rumah tidak terlalu berdekatan. Begitu pula jarak antara sumur dan WC. Limbah kimia juga nyaris tidak ada. Sehingga air sumur bahkan cukup aman untuk diminum langsung. Saat ini  bumi kita sudah tidak mampu lagi mengolah kotoran/limbah yang sudah bermacam jenisnya (terkontaminasi bahan kimia) dan jumlahnya banyak. Diperlukan upaya manusia untuk mengolah air limbah dengan benar sehingga tdak mencemari air tanah dan lingkungan.
Mengolah air limbah bisa dilakukan dengan cara:
  • Sendiri/individual sehingga  perlu septik tank sendiri. Konsekuensinya adalah biaya sendiri dan lahan harus luas karena tidak bisa dekat dengan sumur)
  • Bersama-sama/komunal. Biaya ditanggung bersama dan lebih ringan, menghemat lahan serta septik tank yang dibangun bersama akan ditanggung bersama untuk pemeliharaan ataupun jika ada kerusakan
IPAL KOMUNAL YANG SEPERTI APA?
 
Skema Peta IPAL Komunal

Yang tepat guna: hemat biaya, hemat lahan, mudah dioperasikan, hemat perawatan, hasil buangan tidak mencemari lingkungan.
IPAL Komunal seperti itu bisa dibangun jika:
  • Ada kebutuhan masyarakat
  • Ada kemauan serta komitmen untuk membangun & merawat IPAL (kemauan seperti butuh IPAL karena ingin lingkungan sekitar sehat serta adanya komitmen untuk biaya/tenaga ketika membangun dan merawat IPAL yang telah di bangun)
  • Ada pihak luar yang memberikan dukungan. Dalam hal ini pemerintah memberikan dukungan moral serta dana. Sementara dari lembaga swadaya masyarakat bisa memberikan dukungan teknis, dukungan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dimulai dari tahap perencanaan, pembiayaan, pembangunan, operasi serta perawatan
BAGAIMANA PROSES MEMBANGUN IPAL  
  • Ada persetujuan & komitmen masyarakat untuk membangun IPAL Komunal dan menanggung konsekuensi biaya & perawatan
  • Survey teknis dan survey sosial
  • Sosialisasi kepada warga antara lain untuk memilih jenis IPAL Komunal yang akan dibangun
  • Membangun konstruksi IPAL
  • Pelatihan untuk perawatan IPAL
  • IPAL siap dioperasikan. Sementera PPTK Proyek IPAL Komunal, Bapak Nazarul (Kadus) Gp. Panterik dan juga Kasi Pengembangan Dayah Kota Banda Aceh mengatakan bahwa ini kado istimewa yang dipersembahkan buat anak-anak dan warga agar kembali ceria....hehe. Bereh Bro Nazarul...ente qece banget..


Tidak ada komentar: