Oleh Bung Syarif**
Dengarkan kisah aduhai
Dendang Pemenuhan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di
Tahun 2026-nya
Permendikdasmen kembali mengeluarkan regeling-nya
Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 diundangkan 9
Januari 2026-nya
Dengarkan kisah aduhai
Dengarkan kisah aduhai
Dendang Pemenuhan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di
Tahun 2026-nya
Permendikdasmen kembali mengeluarkan regeling-nya
Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 diundangkan 9
Januari 2026-nya
Dengarkan kisah aduhai
Dengarkan kisah aduhai
Dendang kolaborasi harmoni Disdik Dayah Lintas Kabupaten/Kota
Rabu, 24 Juni 2026 Rombongan Pejabat Disdik Dayah Aceh Selatan Sambangi Punggawa Dayah Kota
Kehadiran 5 Pejabat Disdik Dayah Asel diterima langsung Carlie Papa Romeo (CPR) dan Sekdis Dayah Banda Aceh-nya
Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) kali ini membahas tentang “Al Qadir”. Dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha mampu, Allah maha kuasa, Allah maha menetukan dan Allah maha segala-Nya atas makhluk ciptaan-Nya. Makna al qadir menunjukkan Allah memiliki kekuassaan yang sempurna dan tidak terbatas. Tidak ada satupun yang di langit dan di bumi dapat melemahkan atau menghalangi kehendak-Nya. Menghidupkan, mematikan, memberi rezeki dan membangkitkan kembali seluruh makhluk.
Dengarkan kisah aduhai
Dendang Liga Santri di Pusat Ibu Kota
Punggawa Dayah Kota terus meramu berbagai
program kerja
Liga Santri paket kecerian dan “jaga stamina jiwa dan raga santri Kota Banda Aceh tercinta”
Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) kali ini membahas tentang “As Shamad”. Dipahami Allah adalah zat tempat berlindung, Allah adalah tujuan, Allah adalah zat yang bergantung semua makhluk. Makna tempat bergantung segala makhluk; semua makhluk membutuhkan Allah dalam setiap urusan, sedangkan Allah tidak membutuhkan siapapun. Makna maha sempurna; Allah memiliki kesempurnaan mutlak dalam sifat, kekuasaan, ilmu dan kebijaksanaan-Nya. Makna maha dibutuhkan; saat menghadapi kesulitan, manusia memohon pertolongan kepada Allah, karena hanya Dia yang mampu memenuhi segala kebutuhan. Makna tidak tergantung pada siapapun; Allah berdiri sendiri, tidak membutuhkan makan, minum, bantuan, maupun dukungan dari makhluk-Nya.
Pembagian rapor merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi hasil belajar santri selama satu semester. Selain menerima laporan perkembangan akademik, para santri juga mendapatkan penilaian terkait kedisiplinan, akhlak, serta keaktifan dalam berbagai kegiatan keagamaan dan kepesantrenan.
Pimpinan Dayah Terpadu Inshafuddin, Abi Daud Hasbi melalui Wakil Pimpinan Abiya Nasrul Zahidy menyampaikan apresiasi kepada seluruh santri yang telah menunjukkan kesungguhan dalam menuntut ilmu. Ia berharap hasil yang diperoleh dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi dan kualitas diri di masa mendatang.
Pada kesempatan tersebut, pihak dayah juga memberikan penghargaan kepada santri berprestasi yang berhasil meraih nilai terbaik di masing-masing tingkatan. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar para santri terus berkompetisi secara sehat dalam meraih prestasi.
Para wali santri menyambut baik kegiatan pembagian rapor ini karena menjadi sarana untuk mengetahui perkembangan pendidikan putra-putri mereka secara menyeluruh. Selain itu, komunikasi antara guru dan orang tua juga semakin terjalin dengan baik dalam mendukung proses pendidikan santri.
Dengan berakhirnya semester genap ini, Dayah Terpadu Inshafuddin berharap seluruh santri dapat memanfaatkan masa liburan dengan kegiatan yang bermanfaat serta tetap menjaga semangat belajar dan mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara Ketua Komiet Dayah Terpadu Inshafuddin (DTI), Muhammad Syarif, SHI, MH mengatakan; ”Dayah Terpadu Inshafuddin” terus berkomitmen menghadirkan pendidikan terpadu yang menggabungkan penguatan ilmu agama, ilmu umum, serta pembinaan karakter untuk mencetak generasi yang berilmu, berakhlakul karimah, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. Berdasarkan profil lembaga,
Dayah Terpadu Inshafuddin merupakan lembaga pendidikan Islam terpadu yang berdiri di Banda Aceh dan mengembangkan sistem pendidikan yang memadukan kurikulum umum, pendidikan dayah, serta pembinaan karakter santri. Dayah ter akreditasi A dari Badan Akreditasi Dayah Aceh ini pada Tahun ini 3 Santinya diterima di Universitas Al Azhar Cairo, Mesir dan satu orang di Maroko serta puluhan di berbagai perguruan tinggi ternama di Aceh dan Nusantara.
Adapun Santri berprestasi dan Teladan Tahun Anjaran 2025/2026 antara lain;
Juarau Umum Tingkat SMA adalah Haris Addrary Adzura lahir di Banda Aceh 16 Desember 2009 anak dari Bapak Adi Nirwan dan Ibu Sul Hijriana memperoleh nilai rata-rata 93,19
Juara Umum Tingkat SMP adalah Muhammad Agam Al Adana lahir di Banda Aceh, 13 Juni 2012 anak dari Bapak Jimmy Syahdadu dan Ibu Mutia Fadhilah dengan nilai rata-rata 92,25
Santriwan Teladan; Aulia Mahtawar Niate lahir di Aceh Tengah, 2 Agustus 2010 anak dari Bapak Jainuddin dan Ibu Yetti Sari
Santriwati Teladan; Al Mira Balqis lahir di Meurah Dua, 23 Maret 2009 anak dari Bapak Ramadhan dan Ibu Jamaliah. Kepada mereka di beri hadian berupa tropi, sertifikat, perlengkapan sekolah dan ibadah dan beasiswa berupa bebas SPP bulan Juli 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan dayah, Ketua Yayasan dan Sekretaris Yayasan, Ketua Komite Dayah, dewan guru, wali santri, serta seluruh santri tingkat SMP dan SMA. (CPR)
Dengarkan kisah aduhai
Dendang 2 bersaudara yang mondok di Dayah Ruhul Islam Anak
Bangsa (RIAB)
20 Juni 2026, seluruh Santriwan/Wati telah mengambi Rapor-nya
Nora konsisten merain juara umum disana, Azkia hanya
mampun di peringkat keempat-nya
Dengarkan
kisah aduhai
Dendang
UIN Ar-Raniry yang semakin dunia
Berbagai
mahasiswa internasional tertarik studi di UIN Ar-Raniry-nya
Begitu pengakuan Wakil Rektor UIN Ar-Raniry, Prof Dr. Muhammad Yasir Yusuf MA
Dengarkan kisah aduhai
Dendang Penegakan disiplin ASN di lingkungan Disdik
Dayah Kota Banda Aceh
Senin, 22 Juni 2026 Rahmad Kadafi ingatkan ASN di
Giat Apel Senin-nya
Agar tetap disiplin dalam bekerja
Sahabat yang super, Carlie
Papa Romeo (CPR) kali ini membahas tentang
“Al Ahad”. Dipahami yang maha esa, yang tunggal dan tidak satupun
yang menyamai. Makna al ahad mencakup antara
lain;
·
Allah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah
·
Tidak memiliki sekutu, pasangan, anak ataupun tandingan
·
Keesaan-Nya sempurna dalam zat, sifat dan perbuatannya
· Seluruh makhluk bergantung kepada-Nya, sedangkan Allah tidak bergantung kepada siapapun
Rekam jejak pengabdian Daniel Abdul Wahab, Juliet Zulu Kosong Satu Alpha Delta Hotel (JZ01ADH), sebagai Ketua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kota Banda Aceh periode 2022–2026 Bersama Jajaran.
Selama empat tahun kepemimpinannya, RAPI Banda Aceh terus memperkuat peran sebagai organisasi komunikasi sosial dan kemanusiaan yang hadir di tengah masyarakat. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari dukungan komunikasi kebencanaan, pencarian dan pertolongan (SAR), pengamanan kegiatan masyarakat, pelatihan anggota, bimbingan organisasi, penguatan satuan tugas, hingga kolaborasi dengan pemerintah, TNI, Polri, dan berbagai lembaga sosial lainnya.
Melalui semangat kerelawanan, RAPI Banda Aceh aktif membangun jaringan komunikasi yang cepat, akurat, dan dapat diandalkan, terutama dalam situasi darurat dan kebencanaan, khususnya di Banda Aceh dan Umumnya di Aceh.
Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) kali ini membahas tentang “Al Wahid”. Dipahami sebagai zat yang maha pertama, zat yang maha esa. Sejatinya kita harus benar-benar menomor satukan Allah dalam hidup dan kehidupan. Al Wahid juga bermakna antara lain;
· Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah
· Tidak ada yang menyamai, menandingi, atau menyerupai-Nya dalam zat, dalam sifat dan perbuatan-Nya
· Seluruh alam semesta bergantung kepada Allah. Sedangkan Allah tidak tergantung kepada siapapun.
Sebanyak 193 negara anggota PBB termasuk didalamnya Indonesia, sejak tahun 2015 telah menyepakati program Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai arah pembangunan baru. Pada dasarnya SDGs merupakan arah pembangunan lanjutan dari Millenium Development Goal (MDGs). Tentunya ini merupakan langkah progresif arah pembangunan Indonesia. Berbagai regulasi negara dikeluarkan baik bersifat regeling maupun beschikking. Kontruksi bangunan gedung hijau menjadikan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, mengeluarkan regeling Nomor 21 Tahun 2022 tentang Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau.