Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang super, Carlie
Papa Romeo (CPR) kali ini membahas tentang
“Al Ahad”. Dipahami yang maha esa, yang tunggal dan tidak satupun
yang menyamai. Makna al ahad mencakup antara
lain;
·
Allah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah
·
Tidak memiliki sekutu, pasangan, anak ataupun tandingan
·
Keesaan-Nya sempurna dalam zat, sifat dan perbuatannya
· Seluruh makhluk bergantung kepada-Nya, sedangkan Allah tidak bergantung kepada siapapun
Sebagaimana firman Allah
yang artinya; “katakanlah Dialah Allah yang maha esa” (QS. Al Ikhlas: 1).
Ditempat yang lain Allah berfirman yang artinya Sesungguhnya kafirlah orang-orang
yang mengatakan; “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga” padahal
sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Allah yang Esa. Jika mereka tidak
berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang kafir di antaranya
mereka akan ditimpa siksaan yang pedih (QS. Al Maidah: 73).
Mereka menjadikan
orang-orang alim dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan juga
mereka mempertaruhkan Al masih putra Maryam, padahal mereka hanya disuruh
menyembah Allah yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia.
Maha suci Alla dari apa yang mereka persekutukan (QS. Al Taubat: 31)
Dan bagi tiap-tiap umat
telah kami syariatkan penyembelihan (kurban) supaya mereka menyebut nama Allah
terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka
Tuhanmu ialah Tuhan yang maha esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya.
Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)
(QS. Al Hajj: 34)
Oleh karena itu disamping
kita mensyukuri al wahid kita harus mengembangkan sikap mensyukuri al ahad baik
dengan hati, lisan maupun dengan perbuatan, nyata. Karena tulah, cara terbaik
dalam merefleksikan al ahad adalah sebagai berikut:
Pertama, mensyukuri al ahad
di hati dengan menyakini Allah adalah esa tidak ada duanya, kerena itu Allah harus
benar-bener di Esa-kan bukan disekutukan atau di syarikatkan.
Kedua, mensyukuri al ahad
dengan lisan dengan memperbanyak ucapan alhamdulillahirabbil `alamin seraya memohon
doa agara Allah benar-benar memperteguh keimanan kita untuk senantiasa meng
Esakan-Nya.
Ketiga, mensyukuri al ahad
dengan perbuatannyata seperti; berserah diri (bertakwakal) pada Allah baik
dikala susah dan senang, tidak menyekutukan Allah, tidak menggunakan perantara
dukun dalam meminta pertolongan serta meraih ke ridhaan Allah dalam segenap
aktivitas kita.
**Goresan pena Kabid SDM dan
Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen
Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI
Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketua
DPD BKPRMI Banda Aceh, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu
Inshafuddin, Fasilitator Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI)
YaHijau-Unicef, Fasilitator Aksi Bergizi Flower Aceh-Unicef, Direktur Forum Milenial
Literasi Aceh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar