Banda Aceh, sebagai jantung dari Provinsi Aceh yang
menerapkan Syariat Islam, memiliki komitmen kuat dalam menjaga nilai-nilai
agama, adat, dan moralitas masyarakat. Di tengah arus globalisasi dan
keterbukaan informasi digital, tantangan terhadap ketahanan moral dan sosial
generasi muda semakin kompleks, salah satunya terkait dengan penyebaran paham
dan perilaku LGBT (Lestian, Gay, Biseksual, dan Transgender).
Bagi generasi muda di Banda Aceh, dinamika ini bukan
sekadar isu kebebasan personal, melainkan ancaman nyata terhadap tatanan
sosial, kesehatan, serta keberlangsungan nilai-nilai lokal, ungkap Carlie Papa Romeo. Berikut Ancaman dan Strategi dalam Pencegahan Eksistensi LGBT di Banda Aceh antara lain;