Oleh Bung Syarif**
Dengarkan kisah aduhai
Dendang arah kebijakan pengembangan dayah di masa
Muallem-Dekfadh
Eksistensi Dayah Aceh mesti bergelora
Berbagai arah kebijakan strategis telah dirumuskan dalam dokumen Perencanaan Pembangunan Aceh-nya
Dengarkan kisah aduhai
Dendang arah kebijakan pengembangan dayah di masa
Muallem-Dekfadh
Eksistensi Dayah Aceh mesti bergelora
Berbagai arah kebijakan strategis telah dirumuskan dalam dokumen Perencanaan Pembangunan Aceh-nya
Perjalanan kami bersama Punggawa Dayah
Banda Aceh
Jumat pasca giat bersih lingkungan kerja
Membersaia Kabilah Punggawa Dayah Kabinet Kolaborasi
Berjalan kaki, CPR menepi di pusaran Abu Kopi
Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) kali ini membahas tentang “Al Wajid”. Dipahami yang maha menemukan, yang maha memiliki segala sesuatu atau yang maha kaya dan tidak kekurangan apapun.
Makna al wajid mengandun pengertian bahwa Allah;
· Memiliki seluruh apa yang ada di langit dan di bumi
· Mengetahui dan menemukan segala sesuatu, tidak ada yang tersembunyi dari-Nya
· Tidak pernah mengalami kekurangan, kebutuhan atau kehilangan
· Menjadi sumber segala kecukupan bagi makhluk-Nya.
Dengarkan kisah aduhai
Dendang Evaluasi Pelaksanaan Hewan Qurban 1447 H-nya
Senin, 15 Juni 2026, pasca giat apel pagi Senin, para Shahibul Qurban dan ASN Punggawa Dayah berhimpun di Balai Seumike-nya
Rapat Hewan Qurban dipimpin langsung Muhammad Khadafi (Sekdis Dayah) Kota Banda Aceh-nya
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, Sekdako Jalaluddin beserta pejabat teras pemko, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banda Aceh Tedi Herdiawan, para keuchik, dan 234 Petugas Sensus Ekonomi 2026.
Dalam sambutannya, Illiza menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPS Banda Aceh yang terus berkomitmen menyediakan data dan informasi statistik yang berkualitas.
Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) kali ini membahas tentang “Al Qayyum”. Dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha mandiri dengan sendirinya, baik zat-Nya, sifat-Nya, maupun af`al atau perbuatan-Nya. Allah tidak tergantung kepada apapun dan siapapun, justru tempat bergantung apapun dan siapapun.
Para ulama memberi penegasan bahwa al qayyun dapat dimaknai dengan dua makna. Pertama, Allah adalah zat yang maha mandiri, Allah berdiri sendiri tidak membutuhkan bantuan justru malah membantu, tidak memerlukan sesuatu justru malah dipetlukan oleh hamba-hamba-Nya. Kedua, Allah adalah zat yang maha mengatur dan memenuhi hajat makhluk-Nya. Seluruh yang ada di alam ini teratur karena diatur oleh Allah. Semua manusia membutuhkan Allah, dari sejak penciptaannya hingga kapanpun jua. Nama al qayyum sering disebut bersamaan dengan al hayyu (yang maha hidup) seperti dalam ayat kursi; “Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, yang maha hidup, yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya) (QS. Al Baqarah; 255).
Kompetisi bergengsi tersebut berlangsung di UIN Imam Bonjol, Padang, pada 23–29 September 2024. Kegiatan ini diikuti oleh 20 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dari seluruh Indonesia serta perwakilan kampus dari lima negara ASEAN, yakni Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand, dan Kamboja. SeIba International Festival tidak hanya menghadirkan lomba tahfidz, tetapi juga beragam kegiatan lain seperti pertunjukan seni Islami, tari tradisional, seminar internasional, dan pameran budaya.
Dengarkan kisah aduhai
Dendang kolaborasi harmoni di Pusat Ibu kota
Mustafa Husen Woyla sungguh luar biasa
Dalam memimpin DPP ISAD Aceh di periode kedua
Sahabat yang super, Carlie Papa Romoe (CPR) membahas tentang “Al Hayyu”. Dipahami Allah adalah Rab yang maha hidup, sumber kehidupan dan maha menghidupkan seluruh makhluknya. Al hayyu juga dipahami Allah memiliki kehidupan yang sempurna, kekal dan abadi, tidak diawali oleh ketiadaaan dan tidak akan berakhir dengan kematian. Kehidupan Allah tidak tergantung pada apapun, berbeda dengan makhluk yang hidupnya bergantung pada makanan, minuman, , udara dan berbagai sebab lainnya. Allah berfirman dalam Al Qur`an:
“Allah tidak adaTuha selaian Dia. Yang maha hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya)” (Qs. Al Baqarah; 255)
Dengarkan kisah aduhai
Dendang Pembinaan OSIS/OPDTI Tahun 2026
Sebanyak 50 Pengurus OSIS/OPDTI dilakukan pembinaan ManajemenKepemimpinan-nya
Carlie Papa Romeo (CPR) sebagai narasumber utama-nya
Duhai Ananda Hauna Azkia tercinta
Jika engkau telah besar jangan buka Aurat
Jika engkau telah hebat jangan lupakan Abi dan Mami-mu
Jika engkau telah sukses jangan pernah
tinggalkan shalat
Dengarkan kisah
aduhai
Dendang giat apel pagi
bersama Punggawa Dayah Kota
Senin, 15 Juni
2026, CPR bertindak sebagai pembina apel Senin-nya
Pesan dalam amanat apel lugas singkat dan tepat sasaran-nya
Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) membahas tentang “Al Mumitu”. Dipahami sebagai Allah zat yang mematikan siapapun yang dikehendaki-Nya, baik manusia, jin, hewan maupun tumbuh-tumbuhan. Al Mumitu menunjukkan bahwa Allah memiliki kekuasaan mutlak atas kehidupan dan kematian seluruh makhluk. Tidak ada satu pun makhluk yang hidup atau mati kecuali dengan kehendak-Nya.
Makna dan hikmah Al Mumitu mencakup;
· Allah menentukan kapan dan bagaimana setiap makhluk akan meninggal
Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) membahas tentang “Al Muhyi”. Dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha menghidupkan, yang maha meniup ruh kehidupan pada makhluk-Nya, yang maha menghidupkan semangat dan yang maha menghidupkan segalanya dari kematianya. Allah sebagai al muhyi memiliki kekuasaan untuk;
· Menghidupkan makhluk dari ketiadaan
· Memberikan kehidupan kepada seluruh makhluk
· Menghidupkan kembali manusia setelah kematian pada hari kebangkitan
· Menghidupkan hati yang mati dengan iman, hidayah dan ilmu.
Dalil dalam al-Qur`an diantaranya:
Dengarkan kisah aduhai
Dendang giat Taman Pendidikan Al-Qur`an Hidayatul Ulum (TPQ HU) di Pusat Ibu kota
CPR menerima kehadiran ustadz TPQ HU-nya
Markaz Disdik Dayah Kota Banda Aceh dua ustadz muda mengirim undangan-nya