19 Jun 2026

CPR: "EMPAT TAHUN MENGABDI UNTUK KOMUNIKASI KEMANUSIAAN"


Rekam jejak pengabdian Daniel Abdul Wahab,JZ01ADH, sebagai Ketua Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Kota Banda Aceh periode 2022–2026 Bersama Jajaran.

Selama empat tahun kepemimpinannya, RAPI Banda Aceh terus memperkuat peran sebagai organisasi komunikasi sosial dan kemanusiaan yang hadir di tengah masyarakat. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari dukungan komunikasi kebencanaan, pencarian dan pertolongan (SAR), pengamanan kegiatan masyarakat, pelatihan anggota, bimbingan organisasi, penguatan satuan tugas, hingga kolaborasi dengan pemerintah, TNI, Polri, dan berbagai lembaga sosial lainnya.

Melalui semangat kerelawanan, RAPI Banda Aceh aktif membangun jaringan komunikasi yang cepat, akurat, dan dapat diandalkan, terutama dalam situasi darurat dan kebencanaan, khususnya di Banda Aceh dan Umumnya di Aceh.

Di bawah kepemimpinan Daniel Abdul Wahab, RAPI Kota Banda Aceh juga memperkuat kapasitas anggota melalui berbagai pelatihan dan pembinaan organisasi agar semakin profesional dalam menjalankan tugas sosial kemasyarakatan.

Dokumentasi yang ditampilkan dalam video ini merupakan sebagian kecil dari ribuan momen pengabdian yang telah dibagikan melalui Instagram, Facebook, YouTube, TikTok, dan berbagai platform media sosial lainnya.

Setiap foto dan video menjadi saksi dedikasi para relawan RAPI Kota Banda Aceh yang bekerja tanpa pamrih untuk membantu masyarakat Kota Banda Aceh.

Terima kasih kepada seluruh anggota, pengurus, mitra kerja, dan masyarakat yang telah menjadi bagian dari perjalanan RAPI Kota Banda Aceh. Semoga semangat “Kolaborasi” terus menjadi inspirasi dalam membangun komunikasi yang bermanfaat bagi sesama. Kolaborasi menjadi kata kunci dalam pengabdian Relawan RAPI Kota Banda Aceh kedepan.

Bersama RAPI “menjalin Persaudaraan dan Pengabdian” Salam kemanusian. RAPI Kota Banda Aceh, Jaya…Jaya

 


Ngaji Asmaul Husna (Episode 66)


Oleh Bung Syarif**

Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) kali ini membahas tentang “Al Wahid”. Dipahami sebagai zat yang maha pertama, zat yang maha esa. Sejatinya kita harus benar-benar menomor satukan Allah dalam hidup dan kehidupan. Al Wahid juga bermakna antara lain;

·       Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah

·       Tidak ada yang menyamai, menandingi,  atau menyerupai-Nya dalam zat, dalam sifat dan perbuatan-Nya

·       Seluruh alam semesta bergantung kepada Allah. Sedangkan Allah tidak tergantung kepada siapapun.

Eco Dayah Why Not?


Oleh Bung Syarif*

Sebanyak 193 negara anggota PBB termasuk didalamnya Indonesia, sejak tahun 2015 telah menyepakati program Sustainable Development Goals (SDGs) sebagai arah pembangunan baru. Pada dasarnya SDGs merupakan arah pembangunan lanjutan dari Millenium Development Goal (MDGs). Tentunya ini merupakan langkah progresif arah pembangunan Indonesia. Berbagai regulasi negara dikeluarkan baik bersifat regeling maupun beschikking. Kontruksi bangunan gedung hijau menjadikan Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, mengeluarkan regeling Nomor 21 Tahun 2022 tentang Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau.

18 Jun 2026

Membangun Negeri Lewat Narasi dan Karya


Oleh Bung Syarif**

Dengarkan kisah aduhai
Dendang Forum Milenial Literasi Aceh (FMLA)-nya

2 Februari 2022 Carlie Papa Romeo (CPR) menggagas lahirnya FMLA di Pusat Ibu kota

Membangun negeri lewat narasi dan karya jargon-nya

 

Ngaji Asmaul Husna (Episode 65)


Oleh Bung Syarif**

Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) kali ini membahas tentang “Al Majid”. Dipahami Allah zat yang maha mulia, maha agung dan maha luhur kemuliaan-Nya. Puncak kemuliaan hanya milik Allah saja, sementara kemuliaan yang ada pada selain Allah bergantung pada seberapa intensif interaksi dan kebersamaan dengan Allah. Karena itulah semakin dekat hamba dengan Allah maka semakin mulia kita.

Kedekatan hamba dengan Allah terefleksi dengan ketakwaan. Ketakwaan inilah yang menjadikan seseorang hamba menjadi mulia. Hal ini sejalan dengan nukilan al-qur`an yang artinya: “ Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal, sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mendengar (QS. Al Hujarat; 13).

Sekdako Banda Aceh Buka Forum “Berani Lapor” Goes to Campus di UIN Ar-Raniry

 


Banda Aceh – Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Ir. Jalaluddin membuka sosialisasi “Lapor Goes to Campus” di Aula Azwar Abu Bakar, lantai 2 FISIP UIN Ar-Raniry, Darussalam, Kamis 18 Juni 2026.

Pembukaan “Goes to Campus” merupakan program sosialisasi Kementerian PANRB bersama pemerintah daerah dengan tema “Berani Lapor”. Edukasi ini membahas tata cara pengaduan publik yang baik dan penggunaan aplikasi SP4N-LAPOR!

17 Jun 2026

5 Pilar Transformasi Dayah Aceh


Oleh Bung Syarif**

Dengarkan kisah aduhai

Dendang arah kebijakan pengembangan dayah di masa Muallem-Dekfadh

Eksistensi Dayah Aceh mesti bergelora

Berbagai arah kebijakan strategis telah dirumuskan dalam dokumen Perencanaan Pembangunan Aceh-nya

Cinta Teh Hijau di Abu Kopi


Oleh: Bung Syarif*

Perjalanan kami bersama Punggawa Dayah Banda Aceh

Jumat pasca giat bersih lingkungan kerja

Membersaia Kabilah Punggawa Dayah Kabinet Kolaborasi

Berjalan kaki, CPR menepi di pusaran Abu Kopi

Ngaji Asmaul Husna (Episode 64)


Oleh Bung Syarif**

Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) kali ini membahas tentang “Al Wajid”. Dipahami yang maha menemukan, yang maha memiliki segala sesuatu atau yang maha kaya dan tidak kekurangan apapun.

Makna al wajid mengandun pengertian bahwa Allah;

·       Memiliki seluruh apa yang ada di langit dan di  bumi

·       Mengetahui dan menemukan segala sesuatu, tidak ada yang tersembunyi dari-Nya

·       Tidak pernah mengalami kekurangan, kebutuhan atau kehilangan

·       Menjadi sumber segala kecukupan bagi makhluk-Nya.

16 Jun 2026

Punggawa Dayah Evaluasi Pelaksanaan Qurban 1447 H


Oleh Bung Syarif**

Dengarkan kisah aduhai

Dendang Evaluasi Pelaksanaan Hewan Qurban 1447 H-nya

Senin, 15 Juni 2026, pasca giat apel pagi Senin, para Shahibul Qurban dan ASN Punggawa Dayah berhimpun di Balai Seumike-nya

Rapat Hewan Qurban dipimpin langsung Muhammad Khadafi (Sekdis Dayah) Kota Banda Aceh-nya

Illiza Pimpin Apel Pencanangan Sensus Ekonomi 2026


Banda Aceh
– Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal memimpin apel Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di halaman Balai Kota Banda Aceh, Senin, 15 Juni 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, Sekdako Jalaluddin beserta pejabat teras pemko, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banda Aceh Tedi Herdiawan, para keuchik, dan 234 Petugas Sensus Ekonomi 2026.

Dalam sambutannya, Illiza menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPS Banda Aceh yang terus berkomitmen menyediakan data dan informasi statistik yang berkualitas.

Ngaji Asmaul Husna (Episode 63)


Oleh Bung Syarif**

Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) kali ini membahas tentang “Al Qayyum”. Dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha mandiri dengan sendirinya, baik zat-Nya, sifat-Nya, maupun af`al atau perbuatan-Nya. Allah tidak tergantung kepada apapun dan siapapun, justru tempat bergantung apapun dan siapapun.

Para ulama memberi penegasan bahwa al qayyun dapat dimaknai dengan dua makna. Pertama, Allah adalah zat yang maha mandiri, Allah berdiri sendiri tidak membutuhkan bantuan justru malah membantu, tidak memerlukan sesuatu justru malah dipetlukan oleh hamba-hamba-Nya. Kedua, Allah adalah zat yang maha mengatur dan memenuhi hajat makhluk-Nya. Seluruh yang ada di alam ini teratur karena diatur oleh Allah. Semua manusia membutuhkan Allah, dari sejak penciptaannya hingga kapanpun jua. Nama al qayyum sering disebut bersamaan dengan al hayyu (yang maha hidup) seperti dalam ayat kursi; “Allah, tidak ada Tuhan selain Dia, yang maha hidup, yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya) (QS. Al Baqarah; 255).

15 Jun 2026

Bripda Dolly, Personil Polda Aceh, Hafidz 30 Juz


Prestasi membanggakan pernah ditorehkan oleh Dolly Isma Indra, personel Kepolisian Daerah (Polda) Aceh yang juga mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh saat juara, kini sudah lulus sarjana. Ia sukses meraih Juara 1 Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) 30 Juz tingkat internasional pada ajang SeIba International Festival 2024.

Kompetisi bergengsi tersebut berlangsung di UIN Imam Bonjol, Padang, pada 23–29 September 2024. Kegiatan ini diikuti oleh 20 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dari seluruh Indonesia serta perwakilan kampus dari lima negara ASEAN, yakni Malaysia, Filipina, Vietnam, Thailand, dan Kamboja. SeIba International Festival tidak hanya menghadirkan lomba tahfidz, tetapi juga beragam kegiatan lain seperti pertunjukan seni Islami, tari tradisional, seminar internasional, dan pameran budaya.

Mengawal Pawang Aswaja, “Mustafa Husen Woyla”


Oleh Bung Syarif**

Dengarkan kisah aduhai

Dendang kolaborasi harmoni di Pusat Ibu kota

Mustafa Husen Woyla sungguh luar biasa

Dalam memimpin DPP ISAD Aceh di periode kedua

Ngaji Asmaul Husna (Episode 62)


Oleh Bung Syarif**

Sahabat yang super, Carlie Papa Romoe (CPR) membahas tentang “Al Hayyu”. Dipahami Allah adalah Rab yang maha hidup, sumber kehidupan dan maha menghidupkan seluruh makhluknya. Al hayyu juga dipahami Allah memiliki kehidupan yang sempurna, kekal dan abadi, tidak diawali oleh ketiadaaan dan tidak akan berakhir dengan kematian. Kehidupan Allah tidak tergantung pada apapun, berbeda dengan makhluk yang hidupnya bergantung pada makanan, minuman, , udara dan berbagai sebab lainnya. Allah berfirman dalam Al Qur`an:

“Allah tidak adaTuha selaian Dia. Yang maha hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya)” (Qs. Al Baqarah; 255)