Oleh Bung Syarif**
Dengarkan kisah aduhai
Dendang membersamai Plt Kadisdik Dayah Kota Banda
Aceh-nya
Said Fauzan, S.S.TP, MA semakin rancak bana
Dalam menjalankan amanah Bunda Illiza sebagai
Energi Baru Punggawa Dayah Kota Banda Aceh-nya
Dengarkan kisah aduhai
Dendang membersamai Plt Kadisdik Dayah Kota Banda
Aceh-nya
Said Fauzan, S.S.TP, MA semakin rancak bana
Dalam menjalankan amanah Bunda Illiza sebagai
Energi Baru Punggawa Dayah Kota Banda Aceh-nya
Setiap tanggal 17 Agustus, bangsa Indonesia memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada tahun 2026, Indonesia memasuki usia kemerdekaan yang ke-81. Delapan puluh satu tahun bukanlah sekadar angka, melainkan perjalanan panjang yang dipenuhi perjuangan, pengorbanan, perubahan, dan harapan.
Apresiasi tersebut diberikan dalam rangkaian Rapat
Koordinasi Forkopimda dan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026
Batch II Regional Sumatera yang dilaksanakan di Batam, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk penghargaan atas kinerja pemerintah
daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan di berbagai sektor.
Untuk kategori Akses Penduduk terhadap Layanan
Pendidikan tingkat kota, Kota Banda Aceh meraih peringkat ketiga, setelah Kota
Sawahlunto sebagai peringkat pertama dan Kota Sungai Penuh sebagai peringkat
kedua.
Merah putih berkibar tinggi
Angin berhembus penuh harapan
HUT RI ke-81 kita rayakan sepenuh hati
Indonesia maju, rakyat sejahtera dalam kebersamaan.
Ke pasar pagi membeli pepaya
Pulang membawa buah delima
Dirgahayu Republik Indonesia
Merdeka, bersatu, Indonesia jaya
Setiap Perayaan 17 Agustus
seringkali diadakan lomba Panjat Pinang, lantas dari mana asal usul lomba ini? Apakah
ini tradisi mendidik, atau jangan-jangan sarat dengan gaya feodal, tidak
mendidik, pelecehan martabat kemanusiaan.
Mungkin di pingiran desa (gampong) atau pusat Ibu Kota, permainan ini masih diwarisi, atau jangan-jangan Bapak Camat-nya sebagai sponsor utama, mungkin juga medianya bukan panjat pinang tapi panjat pisang, panjat tiang listrik, karean saat sekarang sulit mencari pohon pinang, lantaran mencari batang pinang sudah terhitung susah didapatkan. Kalaupun ada harus dicari di hutan pinggiran Aceh Besar, Janto dengan biaya transportasinya cukup lumayan. Maka terkadang diganti dengan yang menyerupai, seperti; besi tiang listrik atawa pohon pisang.
Dengarkan
kisah aduhai
Dendang
Kolaborasi Harmoni, Komnasham RI Perwakilan Aceh dengan Mitra Sukses-nya
10 Institusi
diundang ke Komnasham Aceh-nya
Melakukan
Giat Forum Konsultasi Publik di Bulan Agustus 2026-nya
Program Jak Saweu Dayah bagian dari upaya menjalin silaturrahmi antara Pimpinan Dayah dengan Punggawa Disdik Dayah Kota Banda Aceh yang pada akhirnya akan terjalin sinergisitas dalam penyusunan Program kerja kedepan, Said Fauzan, S.STP, MA Plt Kadisdik Dayah Banda Aceh (Jumat,16 Agustus 2026) menyapa sejumlah Pimpinan Dayah di Kota Banda Aceh. Banda Aceh Kota Kolaborasi sangat urgent dukungan Pimpinan Dayah, ungkap Waled Fauzan.
Dayah Mini Aceh yang didirikan 1 April 2017 oleh Tgk. Umar Rafsanjani, Lc, MA, Alumni Dayah Darussalam Al Waliyah, Labuhan Haji Aceh Selatan. Dayah Salafiyah (tradisional) yang berlokasi di Jln Teuku Meurah Dusun Musafir Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, perkembangannya sungguh luar biasa. Berawal dari mimpi luhurnya mencetak kader Ulama Militan dan Istiqamah mengawal Aswaja, Abi Umar kini telah menuai berkah. Santrinya kini kembali menjadi Imam Taraweh di Masjid/Surau Malaysia selama Bulan Ramadan 1446 dan 1447 H. Dayah yang terakreditasi B kini juga melaksanakan program Satuan Pendidikan Mu`adalah (SPM) sehingga seluruh santriya yang mondok legalitas ijazah diakui negara. Lulusan Dayah Tradisional ini dapat mengikuti seleksi ASN, TNI/POLRI serta melanjutkan pendidikan pada Universitas dalam dan Luar Negeri. Keren bukan.
Memiliki Visi Sumber Keilmuan, pemupuk keimanan serta mewujudkan santri yang berakhlak mulia dan memiliki ketrampilan, ungkap Tgk. Iskandar Ibnu Hibba, Pimpinan Dayah Liwaul Mukhlisin.
Dengarkan kisah aduhai
Dendang membersamai Kabilah Komnasham RI
Pewakilan Aceh 2026
Pasal 39 Ayat (2) UU Nomor 25 Tahun 2029
tentang Pelayanan Publik menjadi dasar pijakan Sekretariat Komnasham RI
Perwakilan Aceh Laksanakan Konsultasi Publik Tahun 2026
Kamis, 11 Agustus 2026, Carlie Papa
Romeo (CPR) kembali hadir di Komnasham RI Perwakilan Aceh-nya
Dalam giat Layanan Pelayanan Publik Sekretariat Komnasham Provinsi Aceh-nya
Waled
Tgk. H. Muhibban H. M. Hajat, S.Sos. merupakan ulama, pimpinan dayah, pendidik, dan tokoh
masyarakat yang berkiprah dalam pengembangan pendidikan Islam serta pembinaan
kehidupan keagamaan di Kota Banda Aceh. Kiprahnya banyak berpusat pada
pengembangan pendidikan dayah, pembinaan santri, dakwah, serta penguatan peran
ulama dalam kehidupan masyarakat.
Dalam pandangan Nahdliyin Waled Muhibban merupakan Pimpinan Dayah Mabdaul Ulum Al-Aziziyah yang berlokasi di dua locus yaitu: Gampong Lamtemen Timur dan Gampong Bitai, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh. Dayah ini berdiri sejak 2003
Pelaksanaan sertifikasi halal dibidang makanan, minuman, kosmetik bukanlah barang baru. Gagasan ini berkembang di Tahun 1980-an disaat muncul isu lemak babi terdapat dalam peredaran makanan, minuman dan obat-obatan. Gagasan ini diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Munculnya lemak babi mendorong umat Islam mempersoalkan ke halalan produk makanan, minuman dan kosmetik yang beredar di pasar. Produk tersebut perlu diteliti dan dinyatakan halal serta diumumkan kepada publik. Dasar ini pula menjadi lahirnya gagasan sertifikasi halal secara sukarela. Tim yang digagas MUI melakukan penelitian berbagai produk yang dikonsumsi oleh umat muslim di nusantara. Sifatnya masih sukarela, produsen boleh menolak kehadiran tim MUI kala itu.
Dalam amanatnya, Said Fauzan
mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara untuk meningkatkan kedisiplinan,
tanggung jawab, serta semangat dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan
terbaik kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa apel Senin bukan sekadar rutinitas, akan tetapi menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, mengevaluasi pelaksanaan tugas, penyampaian informasi pimpinan serta membangun komitmen bersama dalam meningkatkan kinerja organisasi.
Sahabat yang super, kali ini
Carlie Papa Romeo (CPR) membahas tentang “Ar
Ra`uf”. Dipahami Allah zat yang maha pengasih dan maha penyantun. Setidaknya ada 3 makna yang dapat diambil
dari asmaul husna ini yaitu:
·
Allah memiliki kasih sayang yang sangat
lembut dan mendalam kepada hamba-Nya
·
Allah memberikan kebaikan, perlindungan dan
pertolongan kepada makhluk-Nya
· Kasih sayang Allah tetap tercurah meskipun manusia sering melakukan kesalahan dan membutuhkan ampunan.