Oleh Bung Syarif**
Dengarkan kisah aduhai
Dendang Dakwah Akbar Seuramoe Hate di Pusat Ibukota
Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar dakwah Akbar-nya
Bustanul Salatin/Taman Sari locus Giat Dakwah Akbar-nya
Dengarkan kisah aduhai
Dendang Dakwah Akbar Seuramoe Hate di Pusat Ibukota
Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar dakwah Akbar-nya
Bustanul Salatin/Taman Sari locus Giat Dakwah Akbar-nya
Sahabat yang super, kali ini Carlie Papa Romeo (CPR) membahas tentang “Al Muhshi”. Dipahami sebagai Allah adalah zat yang maha menghitung, yang maha mendata, atau maha mengetahui segala sesuatu secara terperinci.
Dalam konteks kemampuan menghitung ternyata kemudian menjadi dasar pengembangan sain dan teknologi, perekonomian, sosial budaya, statistik dan berbagai ilmu disiplin ilmu lainnya. Al muhshi merupakan salah satu asmaul husna Allah yang maknanya dekat dengan al hasib, dimana secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat maha menghitung dengan cermat, Allah maha cepat perhitungan-Nya atas apapun termasuk atas amalam hamba-hamba-Nya.
Allah berfirman dalam al-qur`an yang maknanya:
“Dan segala sesuatu telah dihitung-Nya satu persatu” (Qs.Maryam; 94)
Sahabat yang super, kali ini Carlie Papa Romeo (CPR) mengupas tuntas tentang “Al Hamid”. Dipahami Allaha adalah zat yang maha terpuji. Baik terpuji sifat-Nya, maupun terpuji perbuatan-
Makna al hamid mencakup tiga hal yaitu;
Pertama; Allah maha terpuji dalam seluruh sifat, nama, perbuatan dan ketetapan-Nya
Kedua; Segala pujian yang sempurna hakikatnya hanya milik Allah
Ketiga; Allah layak dipuji dalam segala keadaan, baik saat memberikan nikmat maupun saat menetapkan ujian, karena semua mengandung hikmah.
Firman Allah yang artinya; “Dan Dialah Allah yang maha kaya lagi maha terpuji” (Qs. Ibrahim;8)
“Bagi kami, setiap laporan masyarakat adalah informasi yang sangat berharga. Dari laporan tersebut, pemerintah dapat mengetahui persoalan yang terjadi, mengevaluasi kinerja pelayanan, sekaligus merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” kata Jalal saat membuka Sosialisasi LAPOR! Goes To Campus di Aula FISIP USK, Senin (08/06/2026).
Ajakan itu disampaikan kala menjadi narasumber pada Jakarta Future Festival 2026 bertajuk “Navigating Resilience” yang digelar oleh Bappeda Provinsi DKI Jakarta, Sabtu, 6 Juni 2026.
Dalam forum itu, wali kota mengangkat kisah kebangkitan Aceh pascatsunami sebagai bukti nyata bahwa kolaborasi mampu mengubah tantangan besar menjadi peluang kemajuan.
Kegiatan yang melibatkan Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh bersama sejumlah perangkat daerah, unsur kecamatan, aparatur gampong, serta pihak terkait lainnya itu berlangsung tertib dan kondusif. Sebagian bangunan dibongkar secara mandiri oleh pemiliknya, sementara sisanya ditertibkan dengan bantuan alat berat yang disiapkan pemerintah.
Sahabat yang super, kali ini Carlie Papa Romeo (CPR) mengupas tuntas tentang “Al Hamid”. Dipahami Allah adalah zat yang maha terpuji. Baik terpuji sifat-Nya, maupun terpuji perbuatan-Nya
Makna al hamid mencakup tiga hal yaitu;
Pertama; Allah maha terpuji dalam seluruh sifat, nama, perbuatan dan ketetapan-Nya
Kedua; Segala pujian yang sempurna hakikatnya hanya milik Allah
Ketiga; Allah layak dipuji dalam segala keadaan, baik saat memberikan nikmat maupun saat menetapkan ujian, karena semua mengandung hikmah.
Sistem penanggalan Hijriah merupakan kalender Islam untuk menentukan waktu-waktu ibadah, termasuk ibadah Ramadhan, perayaan idul fitri dan idul adha. Sebagai Kalender berbasis bulan, setiap awal bulan dalam Kalender Hijriah ditentukan bersdasarkan pengamatan hilal (bulan sait biru) dengan jumlah 12 bulan dalam setahun. Durasi tahun Hijriah lebih pendek dibandingkan kalender Masehi. Firman Allah yang artinya; Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumu, diantaranya ada empat bulan haram. (Zulqaedah, Zulhijjah, Muharram, Rajab). Itu ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan empat tu…” (Qs. At Taubah; 36).
Makna bulan haram berati dihormati dan dimuliakan. Pada bulan ini dianjurkan antara lain; pertama umat Islam agar lebih meningkatkan amal saleh, kedua; dosa dan kemaksiatan lebih berat akibatnya karena dilakukan pada waktu yang dimuliakan. ketiga; pada masa Arab sebelum Islam, peperangan dilarang pada bulan-bulan ini kecuali untuk membela diri.
Berikut nama-nama bulan hijriah dan maknanya sebagai berikut:
Dengarkan kisah aduhai
Dendang kebersamaan Punggawa Dayah Kota Banda Aceh dalam giat kenegaraan-nya
Bergerak serentak dan seirama mesti menyala
Inilah leksikon punggawa dayah sejak tahun awal pembentukannya (2016)
Sahabat yang super, kali ini Carlie Papa Romeo (CPR) membahas tentang “Al Waliy”. Dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha dekat, sehingga karena kedekatan-Nya, maka Allah maha pelindung dan penolong bagi hamba-hamba-Nya yang beriman. Al Waliy juga bermakna sebagai berikut;
Pelindung; Allah menjaga dan melindungi hamba-hamba-Nya dari bahaya.
Penolong; Allah memberi pertolongan kepada orang yang beriman.
Pengurus; Allah mengatur seluruh urusan makhluk-Nya dengan sempurna
Sahabat dekat (wali); Allah dekat dengan hamba yang taat dan mencinta-Nya.
Dalam Al Qur`an konsep al waliy juga menggambarkan bahwa Allah adalah; “ tempat bergantung, penolong sejati, dan tidak pernah meninggalkan hamba-Nya.
Dalam penanganan setiap perkara, pihaknya pun tetap mengedepankan prinsip profesionalitas, objektivitas, keadilan, serta penghormatan terhadap hak-hak para pihak yang menjalani proses hukum.
Dengarkan kisah aduhai
Dendang kebersamaan ala Punggawa Dayah Kota
Sabtu, 6 Juni 2026 menu kuah beulangong kembali di racik
di Mako Dayah-nya
Bunda Chairani, S,Ag sebagai pawang utama
Dengarkan kisah aduhai
Dendang Kolaborasi Harmoni dengan Lembaga Pendidikan Agama Islam (LPI)
Berbagai LPI menyapa punggawa dayah kota Banda Aceh-nya
Sejak Tahun 2016 hingga 2026-nya
Dengarkan kisah aduhai
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan tema utama “Berkolaborasi dalam Dakwah”. Adapun subtema yang diusung adalah “Cinta Keluarga Berlandaskan Syariat Islam” dan “Bersama dalam Cinta, Berkolaborasi dalam Dakwah”.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan aplikasi Saleum ini dihadirkan sebagai langkah transformasi pelayanan publik yang terintegrasi, mudah diakses, dan juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kata Illiza, dengan adanya aplikasi Saleum ini akan memudahkan warga kota dalam mengadukan keluhannya. “Jadi warga tidak perlu bingung lagi harus lapor ke instansi mana jika menghadapi suatu permasalahan atau ingin mengadukan keluhannya.”
“Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kita di lingkungan Kota Banda Aceh akan terhubung dalam satu sistem yang sama sehingga setiap aduan yang ditangani bisa langsung diteruskan kepada OPD yang berwenang untuk bisa menjawab dengan terintegrasi. Proses pelaporan ini menjadi lebih sederhana bagi masyarakat dan juga koordinasi antar instansi juga menjadi lebih efektif,” kata Illiza di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Kamis (04/06/2026).