Banda Aceh – Lulusan sekolah vokasi diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi penggerak lahirnya peluang usaha dan inovasi di tengah perkembangan industri yang semakin dinamis.
Semangat
itulah yang disampaikan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, saat
menghadiri Pengukuhan Kelulusan Angkatan
ke-57 SMK SMTI Banda Aceh Tahun Pelajaran 2025/2026 di Nanik Convention Hall,
Kamis 16 Juli 2026.
Pada kesempatan itu, Illiza mengucapkan selamat kepada 232 lulusan SMK SMTI Banda Aceh yang telah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, momen kelulusan bukanlah garis akhir, melainkan awal perjalanan untuk mengabdikan ilmu dan kompetensi di tengah masyarakat.
“Selamat
kepada seluruh lulusan Angkatan ke-57 SMK SMTI Banda Aceh. Hari ini bukan sekadar
perayaan kelulusan, tetapi awal dari perjalanan baru. Dunia kerja dan dunia
industri telah menanti dengan berbagai tantangan sekaligus peluang yang harus
kalian hadapi dengan ilmu, karakter, dan integritas,” ujar Illiza.
Ia
turut menyampaikan apresiasi kepada kepala sekolah, para guru, tenaga pendidik,
serta orang tua yang telah menjadi bagian penting dalam mengantarkan para siswa
hingga menyelesaikan pendidikan.
Menurut Illiza, pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan industri. Karena itu, ia mengapresiasi berbagai program yang dikembangkan SMK SMTI Banda Aceh, mulai dari Teaching Factory (TEFA), sertifikasi kompetensi, hingga kemitraan yang kuat dengan dunia usaha dan dunia industri.
Keberhasilan
tersebut, kata Illiza, tercermin dari tingginya serapan lulusan ke dunia kerja
yang mencapai 84,9 persen, sebuah capaian yang menunjukkan kualitas pendidikan
vokasi semakin relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Meski
demikian, ia mengingatkan bahwa persaingan dunia kerja akan terus berkembang.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka
(TPT) Kota Banda Aceh pada akhir 2025 masih berada di angka 7,30 persen.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa peningkatan kompetensi harus terus
dilakukan agar generasi muda mampu bersaing.
“Saya
berharap anak-anak kita tidak hanya bercita-cita menjadi job seeker, tetapi
juga berani menjadi job creator. Bekal keterampilan yang dimiliki harus
dipadukan dengan kreativitas, kemampuan memanfaatkan teknologi digital, serta
semangat berwirausaha agar mampu menciptakan lapangan kerja bagi orang lain,”
katanya.
Ia juga mengajak para lulusan
untuk bersiap menghadapi transformasi industri menuju green industry atau
industri hijau yang kini menjadi arah pembangunan global. Menurutnya, lulusan
SMK SMTI memiliki peluang besar menjadi bagian dari perubahan tersebut melalui
inovasi dan penguasaan teknologi yang ramah lingkungan.
Lebih
lanjut, Illiza menegaskan bahwa Pemerintah Kota Banda Aceh terus menempatkan
pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama. Melalui program CERDAS (Ciptakan Generasi Pintar
dan Berkualitas) serta Banda Aceh
Academy, pemerintah menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk
meningkatkan kapasitas, baik di bidang vokasi, literasi digital, kewirausahaan,
maupun ekonomi kreatif.
“Kami
ingin memastikan anak-anak muda Banda Aceh memiliki kompetensi yang relevan
dengan perkembangan zaman, sehingga mampu bersaing tidak hanya di tingkat
lokal, tetapi juga nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Menutup
sambutannya, Illiza berpesan agar para lulusan terus menjaga integritas,
menjunjung tinggi akhlak, serta tidak pernah berhenti belajar.
“Ilmu
dan sertifikat memang penting, tetapi karakter, kedisiplinan, dan etos kerja
adalah bekal yang akan membawa kalian meraih kepercayaan dan kesuksesan. Ke
mana pun melangkah, jagalah nama baik almamater, keluarga, dan Kota Banda Aceh.
Saya yakin dari lulusan SMK SMTI akan lahir tenaga profesional, inovator,
wirausahawan, hingga pemimpin masa depan yang memberi manfaat bagi bangsa dan
daerah,” tutupnya.(CPR)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar