Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang super, kali ini
Carlie Papa Romeo (CPR) membahas tentang “Az
Zhahir”. Dipahami Allah adalah zat yang maha nyata adanya. Karena sangat nyata
maka justru tak terlihat oleh mata lahir kita, tapi akan nampak jelas pada
mata batin kita. Seperti halnya mata
lahir justru tak bisa melihat apa-apa ketika melihat matahari yang tengah
menyala diwaktu dhuhur. Matahari ciptaan-Nya saja tak sanggup kita lihat yang
begitu besar, apa lagi zat yang menciptakannya. Inilah Allah zat yang maha
zahir. Allah berfirman yang artinya; “Dialah yang awal dan yang akhir, yang
zahir dan yang batin. Dan Dia maha mengetahui segala sesuatu” (QS. Al Hadid:3)
Dalah hadits sahih, Rasulullah berdoa: “Ya Allah, Engkaulah Al Awwal, tidak ada sesuatu sebelum-Mu, Engkaulah Al Alkhir. Tidak ada sesuatu setelah-Mu, Engkaulah Az Zahir, maka tidak ada sesuatu di atas-Mu. Engkaulah Al Batin, maka tidak ada sesuatu yang lebih dekat atau tersembunyi dari-Mu” (HR. Muslim).
Makna Az Zahir menurut para
ulama antara lain;
·
Allah maha tinggi di atas seluruh makhluk-Nya
·
Keberadaan dan kekuasaan Allah nyata melalui
tanda-tanda ciptaan-Nya
·
Tidak ada sesuatu pun yang lebih tinggi daripada
Allah dalam kekuasaan dan keagungan.
Jadi makna ringkas Az Zahir
adalah Allah maha tinggi, maha nyata dengan bukti-bukti kekuasaan-Nya dan tidak
ada sesuatu pun yang berada di atas-Nya.
Syahdan, karena itu sebagai
seorang yang beriman, sudah selayaknya kita mengembangkan akhlak mensyukuri Az
Zahir dengan hati, lisan dan perbuatan. Oleh karena itu cara terbaik dalam
merefleksikan Az Zahir adalah sebagai berikut:
Pertama, mensyukuri Az Zahir
di hati dengan menyakini Allah adalah zat yang maha nyata keberadaan-Nya,
sehingga Allah sangat memahami dan senantiasa memenuhi segala kebutuhan
hamba-hamba-Nya.
Kedua, mensyukuri Az Zahir
secara lisan dengan mengucapkan alhamdulillahirabbil `alamin dan memuji dengan
asma-Nya. Dengan memuji Az Zahir, semoga kita dianugerahi iradah dan inayah untuk
mengukuhkan jati diri dari sebagai seorang muslim yang baik, sehingga
keberadaan kita benar-benar dirasakan mamfaat nyata oleh makhluk lainnya.
Ketiga, mensyukuri Az Zahir
dengan perbuatan nyata seperti senantiasa merasa bersama Allah kemana dan
dimana saja berada, sedang melakukan apa dan dengan siapapun kita berada. Allah
benar-benar nyata ada-Nya. Sehingga prilaku kita akan terkontrol, karna
senantiasa Allah bersama kita.
**Penulis adalah Kabid SDM
dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK,
Direktur Forum Milenial Literasi Aceh, Direktur Aceh Research Institute, Dosen
Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah
Terpadu Inshafuddin, Wali Santri Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB),
Fasilitator Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) YaHijau-Unicef,
Fasilitator Aksi Bergizi Flower Aceh-Unicef

Tidak ada komentar:
Posting Komentar