17 Jul 2026

Ngaji Asmaul Husna (Episode 75)


Oleh Bung Syarif**

Sahabat yang super, kali ini Carlie Papa Romeo (CPR) membahas tentang “Az Zhahir”. Dipahami Allah adalah zat yang maha nyata adanya. Karena sangat nyata maka justru tak terlihat oleh mata lahir kita, tapi akan nampak jelas pada mata  batin kita. Seperti halnya mata lahir justru tak bisa melihat apa-apa ketika melihat matahari yang tengah menyala diwaktu dhuhur. Matahari ciptaan-Nya saja tak sanggup kita lihat yang begitu besar, apa lagi zat yang menciptakannya. Inilah Allah zat yang maha zahir. Allah berfirman yang artinya; “Dialah yang awal dan yang akhir, yang zahir dan yang batin. Dan Dia maha mengetahui segala sesuatu” (QS. Al Hadid:3)

Dalah hadits sahih, Rasulullah berdoa: “Ya Allah, Engkaulah Al Awwal, tidak ada sesuatu sebelum-Mu, Engkaulah Al Alkhir. Tidak ada sesuatu setelah-Mu, Engkaulah Az Zahir, maka tidak ada sesuatu di atas-Mu. Engkaulah Al Batin, maka tidak ada sesuatu yang lebih dekat atau tersembunyi dari-Mu” (HR. Muslim).

Makna Az Zahir menurut para ulama antara lain;

·         Allah maha tinggi di atas seluruh makhluk-Nya

·         Keberadaan dan kekuasaan Allah nyata melalui tanda-tanda ciptaan-Nya

·         Tidak ada sesuatu pun yang lebih tinggi daripada Allah dalam kekuasaan dan keagungan.

Jadi makna ringkas Az Zahir adalah Allah maha tinggi, maha nyata dengan bukti-bukti kekuasaan-Nya dan tidak ada sesuatu pun yang berada di atas-Nya.

Syahdan, karena itu sebagai seorang yang beriman, sudah selayaknya kita mengembangkan akhlak mensyukuri Az Zahir dengan hati, lisan dan perbuatan. Oleh karena itu cara terbaik dalam merefleksikan Az Zahir adalah sebagai berikut:

Pertama, mensyukuri Az Zahir di hati dengan menyakini Allah adalah zat yang maha nyata keberadaan-Nya, sehingga Allah sangat memahami dan senantiasa memenuhi segala kebutuhan hamba-hamba-Nya.

Kedua, mensyukuri Az Zahir secara lisan dengan mengucapkan alhamdulillahirabbil `alamin dan memuji dengan asma-Nya. Dengan memuji Az Zahir, semoga kita dianugerahi iradah dan inayah untuk mengukuhkan jati diri dari sebagai seorang muslim yang baik, sehingga keberadaan kita benar-benar dirasakan mamfaat nyata oleh makhluk lainnya.

Ketiga, mensyukuri Az Zahir dengan perbuatan nyata seperti senantiasa merasa bersama Allah kemana dan dimana saja berada, sedang melakukan apa dan dengan siapapun kita berada. Allah benar-benar nyata ada-Nya. Sehingga prilaku kita akan terkontrol, karna senantiasa Allah bersama kita.

 

**Penulis adalah Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Direktur Forum Milenial Literasi Aceh, Direktur Aceh Research Institute, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Wali Santri Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB), Fasilitator Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) YaHijau-Unicef, Fasilitator Aksi Bergizi Flower Aceh-Unicef    

Tidak ada komentar: