Oleh Bung Syarif*
Sahabat yang super, kali ini
Carlie Papa Romeo (CPR) mengupas tentang Ar Razzaaq. Dipahami sebagai Allah adalah zat yang
Maha Memberi Rezeki. Kita mesti yakin bahwa rezeki dianugerahi oleh sang pemilik
jagad raya. Tugas hamnyanya berikhtiar dan bedoa pada-Nya agar senantiasa
diberikan kelapangan rezki.
Allah berfirman; Dan tidak ada sesuatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah lah yangmemberikan rezekinya. Dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudzh) (Qs. Had;6).
Merujuk pada Kamu Bahasa Indonesia
rezeki didefinisikan sebagai segala sesuatu pemberian Allah yang dapat
digunakan untuk memelihara kemaslahatan kehidupan, seperti sndang, papan,pangan,
nafkah, pendapatan, keuntungan, kesempatan, keamanan, kebahagiaan,
kesejahteraan, kesehatan, ilmu pengetahuan, pemahaman, hikmah, kearifan,
kepercayaan, dari sesamanya dan pemberian
Allah lainnya. Namun kita sering kali menyempitkan makna rezeki hanya sebatas
materi saja.
Karna itu mari kita resapi
kembali makna Ar Razzaaq dengan sepenuh jiwa. Jangan hanya dipahami rizki dalam
bentuk materi saja. Mari kita meresapi dan merekontruksi kembali makna Ar Razzaaq
dengan cara sebagai berikut:
Pertama; menyakini sepenuh
hati bahwa Allah Yang Maha Pemurah senantiasa mencurahkan rezeki kepada semua
makluk-Nya, terlebih kepada hamba-hamba-Nya yang beriman kepada-Nya. Allah
mengutus malaikat Mikail untuk menganugerahi rezeki kepada siapapun yang
dikehendaki-Nya. Selaku hamba yang dhaif berkewajiban berdoa melalui shalat
hajad, istikharah, tahajud, dhuha serta shalat fardhu.
Kedua; mensyukuri Ar Razzaaq
dengan terus memuji Allah dengan membiasakan lisan melafadzkan Alhamdulillahi dianugerahi
rizki yang melimpah, alhamdulillah dianugerahi sahabat yang baik, alhamdulillah dianugerahi pemimpin yang baik dan seterusnya.
Ketiga; mensyukuri Ar Razzaq
dengan perbuatan nyata dengan berusaha meneladani dan mengukuhkan nilai
internal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Menjadi pribadi yang baik, tidak
angkuh, tidak sombong, menjadi pribadi yang dicintai kolega. Jangan sempat kita
dicap sebagai pribadi akulah orang yang lain kapiting. Apalagi sampai merasa
akulah ini dan itu? Ini dan itu diterjemahka masing-masing ya...hehe.
**Goresan Pena Kabid SDM dan
Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK,
Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, PW
Syarikat Islam Aceh, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry

Tidak ada komentar:
Posting Komentar