25 Apr 2026

Ngaji Asmaul Husna (Episode 17)


Oleh Bung Syarif*

Sahabat yang super, kali ini Carlie Papa Romeo (CPR) mengupas tentang Ar Razzaaq.  Dipahami sebagai Allah adalah zat yang Maha Memberi Rezeki. Kita mesti yakin bahwa rezeki dianugerahi oleh sang pemilik jagad raya. Tugas hamnyanya berikhtiar dan bedoa pada-Nya agar senantiasa diberikan kelapangan rezki.

Allah berfirman; Dan tidak ada sesuatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah lah yangmemberikan rezekinya. Dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudzh) (Qs. Had;6).

Merujuk pada Kamu Bahasa Indonesia rezeki didefinisikan sebagai segala sesuatu pemberian Allah yang dapat digunakan untuk memelihara kemaslahatan kehidupan, seperti sndang, papan,pangan, nafkah, pendapatan, keuntungan, kesempatan, keamanan, kebahagiaan, kesejahteraan, kesehatan, ilmu pengetahuan, pemahaman, hikmah, kearifan, kepercayaan,  dari sesamanya dan pemberian Allah lainnya. Namun kita sering kali menyempitkan makna rezeki hanya sebatas materi saja.

Karna itu mari kita resapi kembali makna Ar Razzaaq dengan sepenuh jiwa. Jangan hanya dipahami rizki dalam bentuk materi saja. Mari kita meresapi dan merekontruksi kembali makna Ar Razzaaq dengan cara sebagai berikut:

Pertama; menyakini sepenuh hati bahwa Allah Yang Maha Pemurah senantiasa mencurahkan rezeki kepada semua makluk-Nya, terlebih kepada hamba-hamba-Nya yang beriman kepada-Nya. Allah mengutus malaikat Mikail untuk menganugerahi rezeki kepada siapapun yang dikehendaki-Nya. Selaku hamba yang dhaif berkewajiban berdoa melalui shalat hajad, istikharah, tahajud, dhuha serta shalat fardhu.

Kedua; mensyukuri Ar Razzaaq dengan terus memuji Allah dengan membiasakan lisan melafadzkan Alhamdulillahi dianugerahi rizki yang melimpah, alhamdulillah dianugerahi sahabat yang baik, alhamdulillah  dianugerahi pemimpin yang baik dan seterusnya.

Ketiga; mensyukuri Ar Razzaq dengan perbuatan nyata dengan berusaha meneladani dan mengukuhkan nilai internal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Menjadi pribadi yang baik, tidak angkuh, tidak sombong, menjadi pribadi yang dicintai kolega. Jangan sempat kita dicap sebagai pribadi akulah orang yang lain kapiting. Apalagi sampai merasa akulah ini dan itu? Ini dan itu diterjemahka masing-masing ya...hehe.

**Goresan Pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry  

 

 

Tidak ada komentar: