Oleh Bung Syarif*
Setelah lama menghilang dari kesunyian, Carlie Papa Romeo (CPR) kembali melanjutkan pembahasan tentang “Al Wahhab”. Secara umum dipahami sebagai zat yang Maha Pemberi, Maha Mengarunia. Allah Maha memberi apapupun yang dipintakan pada-Nya tentu dengan syarat dan ketentuan berlaku. Baik secara kuantitas maupun kualitas, karna itulah kita dituntun untuk senantiasa bermunajat dengan sepenuh jiwa.
Pemberian Allah pada manusia dapat berupa segala sesuatu bersifat fisik kasat mata seperti harta yang melimpah, alam yang subur, Anak yang shaleh/shalehah, istri shalehan dan segalanya. Pemberian Allah juga bersifiat non fisik seperti kesehatan, kenyamanan, persaudaraan, kedamaian, keamanan, ketentraman, pikiran yang cerdas, hati yang tawadhuk dan sebagainya.
Nabi Sulaiman berkata; Ya
Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki
oleh seseorangpun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pemberi (Qs.
Shad;36).
Allah berfirman yang artinya;
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan
hati kami condong pada kesesatan sesudah Engkau memberi petunjuk kepada kami,
dan karunialah kepada kami rahmat dari sisi-Mu karena sesungguhnya Engkaulah
Maha Pemberi (Qs. Ali Imran;8)
Karena itulah beberapa
langkah dalam mengimplementasikan Al Wahhab dalam kehidupan kita selaku hamba
yang dhaif dengan cara sebagai berikut:
Pertama; meyakini sepenuh
hati bahwa Allah adalah zat Maha Pemberi apapun yang dibutuhkan oleh hamba-Nya.
Kedua; mensyukuri Al Wahhab
dengan terus memuji Allah dengan memberbanyak lafadz Alhamdulillahirabbil
`alamin, Allah senantiasa menganugerahi karunia-Nya yang tidak terkira
kepada hamba yang bersyukur.
Ketiga; mensyukuri Al Wahhab
dengan tindakan nyata yaitu meneladani dan mengukuhkannya dalam kehidupan
sehari-hari. Seperti menjadi pribadi yang suka menolong sesama. Jangan pelit jika
ada kemudahan rezeki untuk berbagi. Dalam bulan Zulhijjah Allah mensyariatkan
hambanya untuk berqurban dengan menyembeli hewan qurban dan membagikannya
kepada sesama insan. Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah dan Spirit Al
Wahhab terpatri dalam sanubari kita.
**Goresan Pena Kabid SDM dan
Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK,
Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, PW
Syarikat Islam Aceh, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry

Tidak ada komentar:
Posting Komentar