Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang super, kali
Carlie Papa Romeo (CPR) membahas tentang “Al
Wali”. Dipahami bahwa Allah adalah Zat yang maha dekat, karena sangking
dekatnya, maka Allah menjadi pelindung (Allah maha pelindung), menjadi penolong
(Allah maha penolong) terhadap hamba-hamba-Nya. Oleh karenanya kita harus
hati-hati, jangan sampai mencari perlindungan kepada selain Allah.
Allah berfirman yang artinya: orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah; “Sesungguhnya petunjuk Allah? Itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi perlindungan dan penolong bagimu (QS. Al Baqarah: 120).
Pelajaran yang dapat diambil
dari Al Wali adalah sebagai berikut:
·
Bertawakal dan bergantung hanya kepada Allah
·
Yakin bahwa Allah selalu menjaga dan menolong
hamba-Nya yang beriman
·
Meneladani sifat melindungi dan membantu sesama
sesuai kemampuan tanpa menyamakan sifat manusia dengan kesempurnaan Allah.
Kita harus memastikan bahwa
kita berasal dari Allah dan akan kembali pada Allah, maka selagi hidup harus
berlindung kepada Allah. Karena Allah pelindung orang-orang yang beriman; Dia
mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang kafir, perlindung-pelindungnya
ialah setan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan
(kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya (QS.
Al Baqarah: 257).
Di ayat lain Allah berfirman
yang artinya: dan Allah lebih mengetahui (dari pada kamu) tentang
musuh-musuhmu. Dan cukuplah Allah menjadi pelindung (bagimu). Dan cukuplah
Allah menjadi penolong (bagimu) (QS. An Nisa`: 45).
Sesungguhnya kepunyan
Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan
sekali-kali tidak ada pelindung dan penolong bagimu selain Allah (QS. Al
Taubah: 116).
Syahdan, sebagai seorang
beriman sudah selayaknya kita mengembangkan akhlak mensyukuri Al Wali dengan
hati, lisan dan perbuatan. Oleh karena itu cara terbaik dalam merefleksikan Al
Wali adalah sebagai berikut;
Pertama, mensyukuri Al Wali di
hati dengan menyakini bahwa Allah adalah zat yang maha dekat dengan
hamba-hamba-Nya, sehingga sangat paham akan kebutuhannya. Oleh karenanya Allah
menjadi pelindung dan penolong bagi hamba-hamba-Nya.
Kedua, mensyukuri Al Wali
secara lisan dengan mengucapkan alhamdulillahirabbil `alamin dan memuji dengan
asma-Nya. Dengan memuji Al Wali, semoga Allah senantiasa melindungi dan
memberikan pertolongan-Nya kepada kita.
Ketiga, mensyukuri Al Wali
dengan perbuatan nyata di antaranya senantiasa merasa dekat dengan Allah,
bahkan selalu bersama Allah. Karena kedekatan itu, maka Allah memudahkan segala
urusan kita. Allah sebagai penolong dan pelindung hamba-hamba-Nya yang sabar
dan bersyukur serta taat pada-Nya.
**Penulis adalah Kabid SDM
dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK,
Direktur Forum Milenial Literasi Aceh, Direktur Aceh Research Institute, Dosen
Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah
Terpadu Inshafuddin, Wali Santri Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB),
Fasilitator Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) YaHijau-Unicef,
Fasilitator Aksi Bergizi Flower Aceh-Unicef , ICMI Kota Banda Aceh, KAHMI Aceh,
PW Syarikat Islam Aceh, DPP ISAD Aceh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar