10 Jun 2026

Ngaji Asmaul Husna (Episode 59)


Oleh Bung Syarif**

Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) membahas tentang “Al Mu`id” Dipahami Allah zat yang mengembalikan atau yang menghidupkan kembali. Makna al muid mencakup;

·       Allah mengembalikan makhluk kepada kehidupan setelah kematian yaitu membangkitkan manusia pada hari kiamat untuk dihisab

·       Allah mengembalikan segala sesuatu kepada keadaan yang Dia kehendaki, karena Dia yang memulai penciptaan dan Dia pula yang mengulanginya

·       Allah mengembalikan hamba-Nya kepada jalan yang benar setelah tersesat apabila mereka bertaubat dan memohon petunjuk.

Allah berfirman; “Sebagaimana kami telah memulai penciptaan pertama, begitu kami akan mengulangi kembali”. (Qs. Al Anbiya;104)

Al Mu`id bersifat korelatif dengan Al Mubdi` sebagai muhasabah yang lalu. Bila Al Mubdi` bermakna Allah maha memulai, maha mencipta, maka Al Mu`id bermakna Allah maha mengembalikan. Sebagaimana firman Allah yang artinya; “Dan Dialah yang (mubdi`) menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)-nya kembali, dan menghidupkan kembali adalah lebih mudah bagi-Nya. Dan bagi-Nya sifat maha tinggi di langit dan di bumi; dan Dialah yang maha perkasa laha maha bijaksana (Qs. Al Rum; 27).

Demikian pula, air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang kami bungkus dengan daging, kemudian kami jadikan Dia makhluk berbentuk lain. Maka maha suci Allah, pencipta yang paling baik. Kemudian sesudah itu, sesungguhnya kamu benar-benar mati. Kemudian sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat. (Qs. Al Mukminun; 14-16)

Hikmah meneladani al muid antara lain;

·       Meyakini adanya kebangkitan setelah kematian

·       Senantiasa bertaubat dan kembali kepada Allah

·       Tidak berputus asa karena Allah mampu memperbaiki dan mengembalikan keadaan yang sulit menjadi baik

Karena itulah spirit terbaik dalam merefleksikan al mu`id adalah sebagai berikut’

Pertama; bersyukur dihati dengan menyakini sepenuh hati bahwa Allah di samping maha memulai, juga maha mengakhiri, maha mengembalikan segala kepada-Nya

Kedua; mensyukuri al mu`id dengan lisan dengan memperbanyak lafadz alhamdulillahirabbil `alamin, semoga Allah mengembalikan harkat dan martabat manusia, seandainya berkubang dalam dosa dan maksiat. Allah yang mengembalikan keshatan setalah sakit, mengembalikan sesadaran setelah melakukan kelalaian, mengembalikan keharmonisan setelah melakukan pertengkaran dan seterusnya

Ketiga; mensyukuri al mu`id dengan perbuatan nyata diantaranya senantiasa berusaha mengembalikan segala urusan hanya kepada Allah, mengembalikan segala permohonan dan pertolongan serta ketergantungan hanya pada Allah.

 

**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketua DPD BKPRMI Banda Aceh, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Fasilitator Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) YaHijau-Unicef, Fasilitator Aksi Bergizi Flower Aceh-Unicef

 

Tidak ada komentar: