Oleh Carlie Papa Romeo
Alkisah
seorang raja yang kaya raya dan sangat baik, ia mempunyai banyak sekali emas
dan kuningan, karena terlalu banyak sehingga antara emas dan kuningan tercampur
menjadi satu. Suatu hari raja yang baik hati ini memberikan hadiah emas kepada
seluruh rakyatnya, dia membuka gudangnya lalu mempersilakan rakyatnya mengambil
kepingan emas terserah mereka.
Karena
antara emas dan kuningan tercampur menjadi satu sehingga sulit sekali di
bedakan, mana yang emas dan mana yang kuningan, lalu mana yang emasnya 24 karat
dan mana yang emasnya hanya 1 karat, namun ada peraturan dari sang raja, yaitu
apabila mereka sudah memilih dan mengambil satu dari emas itu, mereka tidak
boleh mengembalikannya lagi.
Tetapi
raja menjanjikan bagi mereka yang mendapat emas hanya 1 karat atau mereka yang
mendapatkan kuningan, mereka dapat bekerja dikebun raja dan merawat pemberian
raja itu dengan baik, maka raja akan menambah dan memberikan kadar emas itu
sedikit demi sedikit.Mendengar
itu bersukacitalah rakyatnya, sambil mengelu-elukan rajanya.
Mereka
datang dari penjuru tempat, dan satu persatu dari mereka dengan berhati-hati
mengamat-amati benda-benda itu, waktu yang diberikan kepada mereka semua ialah
satu setengah hari, dengan perhitungan setengah hari untuk memilih, setengah
hari untuk merenungkan, dan setengah hari lagi untuk memutuskan.
Para prajurit selalu siaga menjaga keamanan pemilihan emas tersebut, karena
tidak jarang terjadi perebutan emas yang sama diantara mereka. Selama proses
pemilihan berlangsung, seorang prajurit mencoba bertanya kepada salah seorang
rakyatnya, "apa yang kau amati, sehingga satu setengah hari kau habiskan
waktumu disini?", jawab orang itu "tentu saja aku harus berhati-hati,
aku harus mendapatkan emas 24 karat itu", lalu tanya prajurit itu lagi
"seandainya emas 24 karat itu tidak pernah ada, atau hanya ada satu
diantara setumpuk emas ini, apakah engkau masih saja mencarinya?, sedangkan
waktumu sangat terbatas", jawab orang itu lagi "tentu saja tidak, aku
akan mengambil emas terakhir yang ada ditanganku begitu waktuku habis".
Lalu prajurit itu berkeliling dan ia menjumpai seorang yang tampan, melihat perangainya ia adalah seorang kaya, bertanyalah prajurit itu kepadanya "hai orang kaya apa yang kau cari disini, bukankah engkau sudah lebih dari cukup?" ,jawab orang kaya itu "bagiku hidup adalah uang, kalau aku bisa mengambil emas ini, tentu saja itu berarti menambah keuntunganku".
Kemudian prajurit itu kembali mengawasi satu persatu dari mereka, maka tampak olehnya seseorang, yang sejak satu hari ia selalu menggenggam kepingan emasnya, lalu dihampirinya orang itu "mengapa engkau diam disini?, tidakkah engkau memilih emas-emas itu? atau tekadmu sudah bulat untuk mengambil emas itu?", mendengar perkataan prajurit itu, orang ini hanya diam saja, maka prajurit itu bertanya lagi "atau engkau yakin bahwa itulah emas 24 karat, sehingga engkau tidak lagi berusaha mencari yang lain?", orang itu masih terdiam, prajurit itu semakin penasaran, lalu ia lebih mendekat lagi, "tidakkah engkau mendengar pertanyaanku?", sambil menatap prajurit, orang itu menjawab "tuan saya ini orang miskin, saya tidak pernah tahu mana yang emas dan mana yang kuningan, tetapi hati saya memilih emas ini, sayapun tidak tahu, berapa kadar emas ini, atau jika ternyata emas ini hanya kuninganpun saya juga tidak tahu". "lalu mengapa engkau tidak mencoba bertanya kepada mereka, atau kepadaku kalau engkau tidak tahu" tanya prajutit itu lagi.
"Tuan
emas dan kuningan ini milik raja, jadi menurut saya hanya raja yang tahu, mana
yang emas dan mana yang kuningan, mana yang 1 karat dan mana yang 24 karat.
Tapi satu hal yang saya percaya janji raja untuk mengubah kuningan menjadi emas
itu yang lebih penting" jawabnya lugu. Prajurit ini semakin penasaran
"mengapa bisa begitu?", "bagi saya berapapun kadar karat emas
ini cukup buat saya, karena kalau saya bekerja, saya membutuhkan waktu
bertahun-tahun menabung untuk membeli emas tuan".
prajurit
tampak tercengang mendengar jawaban dari orang ini, lalu ia melanjutkan
perkataannya "lagi pula tuan, peraturannya saya tidak boleh menukar emas
yang sudah Saya ambil", "tidakkah engkau mengambil emas-emas yang
lain dan menukarkannya sekarang, selagi masih ada waktu?" tanya prajurit
lagi, "saya sudah menggunakan waktu itu, kini waktu setengah hari terakhir
saya, inilah saatnya saya mengambil keputusan, jika saya gantikan emas ini
engan yang lain, belum tentu saya mendapat yang lebih baik dari punya saya ini,
saya memutuskan untuk mengabdi pada raja dan merawat milik saya ini,untuk
menjadikannya emas yang murni", tak lama lagi lonceng istana
berbunyi,tanda berakhir sudah kegiatan mereka.
Lalu
sekali lagi dihadapan rakyatnya raja ingin memberitahu tentang satu hal
"dan ketahuilah, bahwa sebenarnya tidak ada emas 24 karat itu, hal ini
dimaksudkan bahwa kalian semua harus mengabdi kepada kerajaan, dan hanya akulah
yang dapat menambah jumlah karat itu, karena akulah yang memilikinya. Selama
satu setengah hari, setengah hari yang kedua yaitu saat kuberikan waktu kepada
kalian semua untuk merenungkan pilihan, kalian kutunggu untuk datang kepadaku
menanyakan perihal emas itu, tetapi sayang sekali hanya satu orang yang datang
kepadaku untuk menanyakannya". Demikianlah raja yang baik hati dan
bijaksana itu mengajar rakyatnya,dan selama bertahun-tahun ia dengan sabar
menambah karat satu persatu dari emas rakyatnya yang ingin mengabdi padanya.
Dikutip dari Kumpulan Sharing dan Cerpen Judul " When We Have to Choice"



Tidak ada komentar:
Posting Komentar