29 Mei 2026

Ngaji Asmaul Husna (Episode 45)


Oleh Bung Syarif**

Sahabat yang super, kali ini Carlie Papa Romeo (CPR) membahas tentang  Al Wasi`. Dipahami bahwa Allah luas; luas ilmu-Nya, luas rahmat-Nya, luas rezeki-Nya, luas kekayaan-Nya, luas kedermawan-Nya, luas pengetahuan-Nya, luas kekuasaan-Nya, luas kasih sayang-Nya, luas ampunan-Nya dan luas sifat-sifat kemuliaan-Nya.

Dalam al-Qur`an term al wasi` diantaranya berkaitan dengan keluasan pemberiaan-Nya, Allah berfirman yang artinya; Hai orang-orang yang beriman, barang siapa diantara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah maha luas (pemberiaan-Nya), lagi maha mengetahui (Qs. Al maidah; 54).

Dan kawinlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu mereka dengan karunia-Nya, dan Allah maha luas (pemberian-Nya) lagi maha mengetahui (Qs.An Nur; 32).

Adapun keluasan ampunan-Nya, Allah berfirman yang artinya; yaitu orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesunguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui tentang keadaan mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumi; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa (Qs. Al Najm; 32).

Oleh karena itu, spirit terbaik dalam merefleksikan al wasi` adalah sebagai berikut;

Pertama; menyakini sepenuh hati bahwa Allah maha luas kekayaan-Nya sehingga mengaruniakan apapun permintaan dan kebutuhan hamba-hamba-Nya, Disamping itu juga maha luas pengampunan-Nya sehingga mengampuni orang-orang bertaubat nasuha, seberapapun dosanya.

Kedua; mensyukuri al wasi` dengan terus memuji-Nya seraya memperbanyak ucapan alhamdulillahirabbil `alamin sehingga Allah melapangkan jalan hidup kita dan meluaskan pemahaman kita atas agama-Nya.

Ketiga; mensyukuri al wasi` dengan perbuatan nyata dengan berusaha meluas pemahaman, meluas kebijakan dan perilakunya.

Keempat; mensyukuri al wasi` dengan cara tidak mudah putus asa dari rahmat Allagh, memiliki hati yang lapang dan toleran, gemar membantu dan memberi kemudahan kepada orang lain, berpikir luas dan tidak sempit  dalam memandang kehidupan.

 

**Goresan Pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), Majelis Wilayah KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketua DPD BKPRMI Kota Banda Aceh, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin

 

Tidak ada komentar: