Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang
super, kali ini Carlie Papa Romeo (CPR) membahas tentang Al
Wasi`. Dipahami bahwa Allah luas; luas ilmu-Nya, luas rahmat-Nya, luas
rezeki-Nya, luas kekayaan-Nya, luas kedermawan-Nya, luas pengetahuan-Nya, luas
kekuasaan-Nya, luas kasih sayang-Nya, luas ampunan-Nya dan luas sifat-sifat
kemuliaan-Nya.
Dalam al-Qur`an term al wasi` diantaranya berkaitan dengan keluasan pemberiaan-Nya, Allah berfirman yang artinya; Hai orang-orang yang beriman, barang siapa diantara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah maha luas (pemberiaan-Nya), lagi maha mengetahui (Qs. Al maidah; 54).
Dan kawinlah
orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin)
dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu mereka dengan
karunia-Nya, dan Allah maha luas (pemberian-Nya) lagi maha mengetahui (Qs.An
Nur; 32).
Adapun keluasan
ampunan-Nya, Allah berfirman yang artinya; yaitu orang-orang yang menjauhi dosa-dosa
besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesunguhnya
Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui tentang keadaan mu
ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut
ibumi; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling
mengetahui tentang orang yang bertakwa (Qs. Al Najm; 32).
Oleh karena itu, spirit
terbaik dalam merefleksikan al wasi` adalah sebagai berikut;
Pertama; menyakini
sepenuh hati bahwa Allah maha luas kekayaan-Nya sehingga mengaruniakan apapun
permintaan dan kebutuhan hamba-hamba-Nya, Disamping itu juga maha luas
pengampunan-Nya sehingga mengampuni orang-orang bertaubat nasuha, seberapapun
dosanya.
Kedua; mensyukuri
al wasi` dengan terus memuji-Nya seraya memperbanyak ucapan
alhamdulillahirabbil `alamin sehingga Allah melapangkan jalan hidup kita dan
meluaskan pemahaman kita atas agama-Nya.
Ketiga; mensyukuri
al wasi` dengan perbuatan nyata dengan berusaha meluas pemahaman, meluas
kebijakan dan perilakunya.
Keempat;
mensyukuri al wasi` dengan cara tidak mudah putus asa dari rahmat Allagh,
memiliki hati yang lapang dan toleran, gemar membantu dan memberi kemudahan kepada
orang lain, berpikir luas dan tidak sempit
dalam memandang kehidupan.
**Goresan Pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah
Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN
Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), Majelis Wilayah KAHMI Aceh,
ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketua DPD
BKPRMI Kota Banda Aceh, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu
Inshafuddin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar