Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) kali ini mengupas tentang “Al Khafidh” Dipahami sebagai kemahakuasaan Allah mengatur hal ikhwal makhluk-Nya. Secara umum Al Khafidh dipahami sebagai zat yang maha merendahkan segala sesuatu makhluk-nya. Disamping merendahkan, Allah juga meninggikan, mengangkat derajat makhluk-Nya jika dikehendaki-Nya.
Suatu hari Nabi Muhammad ditanya tentang maksud firman Allah yang artinya; Setiap saat Allah dalam kesibukan (Qs. Al Rahman;29), beliau bersabda; “Termasuk kesibukan yang dilakukan oleh Allah adalah mengampuni dosa, menghilangkan keresahan, meninggikan kelompok-kelompok manusia dan merendahkan yang lain” (HR Ibnu Majah). Siapapun yang direndahkan dan dimuliakan atau ditinggikan oleh Allah tentu atas kententuan sunatullah-Nya yang maha adil dan maha bijaksana.
Karna itu jalan terbaik dalam merefleksikan Al Khafidh adalah sebagai berikut;
Pertama; menyakini sepenuh hati bahwa Allah adalah zat yang maha mengatur, merendahkan atau meninggikan derajat hamba-hamba-Nya sesuai hukum kausalitas dan sunatullah-Nya
Kedua; mensyukuri al khafidh dengan sangat hati-hati berperilaku seraya mengucapkan alhamdulillahirabbil `alamin, Allah masih memberi kesempatan kepada hamba-Nya untuk bertaubat atau berbuat baik sehingga tidak terpesosok pada kemaksiatan dan kehinaan.
Ketiga; mensyukuri Al Khafidh dengan bijak bertindak, seperti menjalankan syariat-Nya, menjalankan sunatullah-Nya sehingga apapun ketetapan yang berlaku atas kita adalah yang terbaik. Ketika terpuruk dengan berbagai ujian tetap bersabar dan istiqamah, disaat diberikan amanah tidak sombong dan angkuh, serta bertindak semena-mena dengan memamfaatkan jabatan dan kedudukan.
**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketua DPD BKPRMI Kota Banda Aceh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar