Oleh Bung Syarif*
Sahabat yang super, bahasan
kita kali ini tentang Al `Alim. Secara umum dipahami zat yang maha
mengetahui yang pengetahuan-Nya sempurna, serba meliputi baik yang lahir maupun
yang batin, baik yang tampak maupun yang tersembunyi dari yang besar sampai
yang sangat kecil baik yang sudah
terjadi maupun yang belum terjadi.
Allah berfirman yang artinya:
“Ilmu Tuhanku meliputi segala sesuatu. Tidakkah kamu dapat mengambil pelajaran
(dari padanya)?” (Qs Al An`am;80).
“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa disembunyikan oleh hati” (Qs; Al Mukmin;19). “Katakanlah jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui”. Dan Allah mengetahui apa-apa yang ada dilangit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (Qs. Ali Imran;29).
Dan jika kamu mengeraskan
ucapanmu, maka sesungguhnya Daia mengtahui rahasia dan lebih tersembunyi (dari rahasia
itu) (Qs. Thaha;7).
Dalam Islam Allah sebagai Al
`Alim merupakan sumber segala ilmu. Oleh karenanya ilmu yang dicari dan
dikuasai oleh manusia berasal dari-Nya. Allah menurunkan wahyu dan menciptakan
alam serta mengajarkan kepada manusia ilmu pengetahuan tentang apapun yang
tidak atau yang kamu belum diketahui.
Tiada suatu becana manapun
yang menimpa dan tidak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam
kitab (lauh mahfudz) sebelum kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian
itu muda bagi Allah (Qs. Al Hadid;22).
Sesungguhnya Allah
mengetahui apa-apa yang ada dihadapan mereka dan dibelakang mereka, dan mereka
tidak mengetahui apa-apa ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakin-Nya (Qs. Al
Baqarah: 255). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya (Qs.
Al `Alaq:5)
Karna itulah spirit Al
`Alim menjadi landasan bagi kita untuk kita refleksikan dalam kehidupan
dengan cara sebagai berikut:
Pertama; menyakini sepenuh
hati bawah Allah zat maha mengetahui, termasuk mengetahui tentang keinginan dan
kemampuan hamba-hamba-Nya
Kedua; mensyukuri Al `Alim
dengan memujinya dengan memperbanyak
lafadz alhamdulillahirabbil `alamin. Allah telah mengaruniai ilmu dan pemahaman
kepada orang-orang yang beriman, dimana dengan ilmu maka imanya semakin kuat,
apalagi kemudian dikukuhkan dalam amal shaleh.
Ketiga ; mensyukuri Al
`Alim dengan tindakannyata yaitu dengan meladani prilaku Rasulullah Muhammad
SAW yang terpuji seperti menjadi insan yang berusaha belajar mencari Ilmu,
mencari guru yang baik. Sehingga dengan ilmu yang dimiliki mencerahkan orang
lain untuk snenatiasa taat kepada sang pencipta.
**Goresan Pena Kabid SDM dan
Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK,
Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, PW
Syarikat Islam Aceh, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry
a

Tidak ada komentar:
Posting Komentar