Ngaji Asmaul Husna (Episode 29)


Oleh Bung Syarif**

Sahabat yang super, kali ini Carlie Papa Romeo (CPR) mengupas tuntas tentang “Al `Adl”. Dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha adil. Allah memutuskan yang keputusan-Nya menunjukkan kesempurnaan dan keadilan. Al `Adl punya kesamaan makna dengan Al Hakam.

Allah berfirman yang artinya; “maka patutkah aku mencari hakim selain pada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (al-qur`an) kepadamu dengan terperinci, orang-orang yang telah kami datangkan kitab dengan mereka, mereka mengetahui bahwa al-qur`an itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kami sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu” (Qs. Al an`am; 114)

Keadilan Allah bersifat menyeluruh dalam seluruh tindakan-Nya. Allah memutuskan dan menempatkan segala sesuatu pada tempat, posisi, kondisi dan kadar ukurannya sesuai dengan hikmah dan ilmu-Nya yangs serba meliputi. Disamping itu dengan keadilan-Nya, Allah juga memberikan balasan setimpal kepada seluruh makhluk-Nya didunia dan kelak di akhirat, sesuaid engan amal masing-masing sesuai dengan sunnatullah-Nya. Allah tidak menzalimi makhluk-Nya sedikit pun. Allah berfirman yang artinya; “Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang  walaupun sebesar zarrah...” (Qs. Al Nisa`;40)

Allah menganugerahi kebahagiaan pada hamba-hamba-Nya yang bersyukur dan memberikan ancaman kepada hamba-hamba-Nya yang kufur sebagaimana firman-Nya: “Dan ingatlah tatkala Tuhanmu memaklumkan sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti kami akan menambah nikmat kepadamu dan jika kamu mengingkari nikmatku maka sesungguhnya azabku sangat pedih (Qs. Ibrahim;7).

Diayat yang lain Allah sebutkan; “barang siapa yang mengerjakan sebesar zarah niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan sebesar zarahpun niscaya dia akan melihat balasannya pula” (Qs. Al Zalzalah; 7-8)

Jadi dengan keadilan-Nya, Allah membalas kebaikan yang dikerjakan oleh hamba-hamba-Nya baik berupa keberhasilan, kebahagiaan, syurga namun demikian Allah juga membalas-Nya dengan keburukan, kegagalan, kesengsaraan dan neraka

Oleh karena itu jalan terbaik dalam merefleksikan spirit al `adl sebagai berikut;

Pertama; menyakini sepenuh hati bahwa keadilan Tuhan atas makhluk-Nya didasarkan atas ilmu dan kebijakan-Nya yang sempurna sehingga menjadi putusan atau ketetapapan-Nya yang mengikat, siapapun tidak akan pernah melampaui atau mengurangi apapun keputusan Allah atas hamba-Nya

Kedua; mensyukuri al `adl dengan terus mengucapkan lafadz alhamdulillahirabbil `alamin, agar Allah menganugerahi sikap adil kepada kita selaku hamba yang dhaif.

Ketiga; mensyukuri al `adl dengan tindakannyata yaitu berusaha menjadi insan yang cerdas, adil sehingga menentukan pilihan terbaik dalam memutuskan perkara dengan bijak, tidak berat sebelah, jauh dari prilaku yang mendhalimi orang lain. Jika menjadi pemimpin mampu mengeluarkan kebijakan yang baik untuk kemaslahatan umat, bukan malah sebaliknya. Kebijakan yang dikeluarkan menguntungkan golongannya saja.

 

**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketu DPD BKPRMI Banda Aceh, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin

 

Tidak ada komentar: