Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang super, kali ini
Carlie Papa Romeo (CPR) membahas tentang “Al
Muntaqim”. Secara umum dipahami bahwa Allah maha membalasi kejahatan,
penyiksaan orang-orang yang jahat. Padahal sebelumnya Allah membuka pintu dan
menanti orang-orang yang jahat dan lupa diri, orang-orang yang masih jauh untuk
segera kembali kepada Allah, bertaubat (taba
ila Allah). Karena tidak bertaubat, maka siksaan Allah berlaku atasnya. Al Muntaqim berarti yang maha membalas atau
yang maha memberikan balasan yang setimpal.
Makna nama ini adalah bahwa Allah membalas kezaliman, kedurhakaan dan perbuatan dosa sesuai dengan keadilan-Nya. Pembalasan Allah bukan karena emosi atau dendam seperti manusia, melainkan berdasarkan hikmah, keadilan dan ilmu-Nya. Allah juga sering memberi kesempatan kepada hamba untuk bertaubat sebelum menurunkan hukuman.
Sebagaimana firman
Allah: “Sesungguhnya kami akan
memberikan balasan kepada orang-orang yang berdosa (QS. As Sajdah: 22).
Orang baik diberi kabar
gembira akan kehidupan surga, orang-orang yang masih jahat ditunggu
pertaubatannya. Bila tidak mau bertaubat dan tetap bersikukuh dengan bangga
akan kejahatannya, maka siksa Allah amat sangat pedih. Disinilah Allah membalas
kejahatan manusia.
Allah berfirman yang
artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh
binatang-binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barang siapa diantara kamu
membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang
ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang
adil diantara kamu sebagai had-yang dibawa sampai ke Ka`bah atau dendanya
membayar kaffarat dengan memberi makan orang-orang miskin atau berpuasa
seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya dia merasakan akibat buruk
dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barang siapa
yang kembali menyiksanya, Allah maha kuasa lagi mempunyai (kuasaan untuk)
menyiksa (QS.Al Maidah: 95)
Dan ingatlah hari ketika
kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras. Sesunguhnya kami adalah pemberi
balasan (QS. Al Dukhan:16). Kita juga diingatkan bahw siksaan Allah amat pedih,
seperti ketentuan yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang
Allah dan Rasul-Nya; dan barang siapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka
sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya (QS. Al Anfal:13).
Syahdan, sebagai seorang
beriman sudah selayaknya kita mengembang akhlak mensyukuri Al Muntaqin dengan
hati, lisan dan perbuatan. Oleh karena itu cara terbaik dalam merefleksikan Al
Muntaqin adalah sebagai berikut:
Pertama, mensyukuri al
muntaqin dihati dengan menyakini sepenuhnya bahwa Allah adalah zat yang maha
membalasi perbuata jahat manusia dengan siksa. Agar tidak disiksa, maka selagi
di dunia kita berhati-hati dengan tidak melakukan dosa. Sedandainya terlanjur
berbuat salah, bersegera melakukan taubat nasuha. Karena Allah senantiasa
menanti pertaubatan hamba-hamba-Nya.
Kedua, menysukuri al muntaqim
di lisan dengan senantiasa memuji-Nya seraya memperbanyak mengucapkan alhamdulillahirabbil `alamin. Dengan
memujinya, semoga Allah memelihara kita dari godaan setan dan hawa nafsu yang
destruktif, sehingga tidak melakukan dosa dan dapat terhindar dari siksaan-Nya.
Ketiga, mensyukuri al
muntaqim dengan perilaku nyata yaitu memelihara diri dari perilaku salah dan
dosa. Hal ini sangat penting agar kita memperoleh kebahagian dunia dan akhirat
terhindar dari siksa api neraka. Untuk itu selagi masih di dunia ini maka
senantiasa berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Pelajaran yang
dapat diambil antara lain:
·
Jangan berbuat zalim kepada siapapun
·
Segera bertaubat sebelum datang pembalasan
Allah
·
Yakin bahwa setiap kezaliman akan mendapat
balasan yang adil dari Allah baik di dunia maupun di akhirat
*****Penulis adalah Kabid
SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK,
Direktur Forum Milenial Literasi Aceh, Direktur Aceh Research Institute, Dosen
Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah
Terpadu Inshafuddin, Wali Santri Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB),
Fasilitator Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) YaHijau-Unicef,
Fasilitator Aksi Bergizi Flower Aceh-Unicef , ICMI Kota Banda Aceh, KAHMI Aceh,
PW Syarikat Islam Aceh, DPP ISAD Aceh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar