Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang super, Carlie
Papa Romeo (CPR) kali ini membahas tentang “Al Muta`ali”. Secara umum dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha
tinggi yang senantiasa meninggikan siapa
saja yang dikehendaki-Nya. Allah kuasa mengangkat derajat hamba-hambanya
kepada kedudukan (maqam) kemuliaan. Seperti dijelaskan dalam Al-Qur`an, bahwa
Allah meninggikan orang-orang yang beriman dan berimu pengetahuan.
Hai orang-orang yang beriman
apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka
lapangkanlah niscaya Allah akan memberikan kelapangan untukmu. Dan apabila
dikatakan: “berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan
orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu
pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan
(QS. Al Mujadalah: 11)
Suatu hari Rasulullah Nabi Muhammad SAW ditanya tentang maksud firman Allah, “Setiap saat Dia (Allah) dalam kesibukan” (QS. Al Rahman: 29) beliau bersabda, “termasuk kesibukan yang dilakukan oleh Allah adalah mengampuni dosa, menghilangkan keresahan, meninggikan kelompok-kelompok manusia dan merendahkan yang lai (HR. Ibnu Majah).
Agar diangkat derejat
kemanusiaan kita, maka jangan sekali-kali menyekutukan Allah dalam bentuk
apapun. Allah mengingatkan, tat kala Allah memberi kepada keduanya seorang anak
yang sempurna, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang
telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu. Maka maha tinggi Allah dari apa
yang mereka persekutukan (QS. Al A`raf: 190)
Dalam ayat lain dijelaskan:”Apakah
kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan
tidak pula dibumi? Maha suci Allah dan maha tinggi dari pada yang mereka
mempersekutukan (itu) (QS. Yunus: 18).
Padahal Allah mengetahui apa
yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna
dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya. Yang
mengetahui semua yang ghaib dan yang nampak: yang maha besar lagi maha tinggi.
Sama saja bagi Allah siapa diantara kamu yang merahasiakan ucapannya dan siapa
yang terus-terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari
dan berjalan (menampakkan diri) di siang hari (QS. Al Ra`d: 8-10). Al Muta`ali juga bermakna yang maha tinggi,
yang maha luhur atau yang maha mengatasi segala sesuatu. Makna nama ini
menunjukkan bahwa Allah:
·
Mahatinggi derajat dan kedudukan-Nya
·
Suci dari segala kekurangan dan tidak sama
dengan makhluk
·
Kekuasaan, kemuliaan dan keagungan-Nya berada
di atas segala sesuatu.
Syahdan, sebagai seorang
beriman sudah selayaknya kita mengembangkan akhlak mensyukuri Al Muta`ali
dengan hati, lisan dan perbuatan. Oleh karena itu cara terbaik dalam
merefleksikan Al Muta`ali adalah sebagai berikut:
Pertama, mensyukuri al
muta`ali di hati dengan menyakini sepenuh hati bahwa Allah adalah zat yang maha
tinggi yang meninggikan derajat hamba-hamba-Nya sesuai hukum kausalitas dan
sunnatullah-Nya. Allah adalah zat maha mulia yang memuliakan sesiapapun yang
dikehendaki-Nya.
Kedua, mensyukuri al muta`ali
secara lisan dengan senantiasa memuji-Nya secara memperbanyak mengucapkan
Alhamdulillahirabbil `alamin agar Allah senantiasa mengangkat derajat kita pada
maqam orang-orang shalih, para aulia, orang-orang yang mulia baik dalam
pandangan Allah maupun mulia dalam pandangan manusia.
Ketiga, mensyukuri al
muta`ali secara konkret dengan mengukuhkan nilai kemuliaan dan ketinggian budi
pekerti dalam kehidupan sehari-hari.
**Penulis adalah Kabid SDM
dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK,
Direktur Forum Milenial Literasi Aceh, Direktur Aceh Research Institute, Dosen
Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah
Terpadu Inshafuddin, Wali Santri Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB),
Fasilitator Program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) YaHijau-Unicef,
Fasilitator Aksi Bergizi Flower Aceh-Unicef , ICMI Kota Banda Aceh, KAHMI Aceh,
PW Syarikat Islam Aceh, DPP ISAD Aceh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar