13 Jul 2026

Ngaji Asmaul Husna (Episode 73)


Oleh Bung Syarif**

Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) kali ini membahas tentang “Al Awwal”. Dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha awal, tidak ada sesuatupun dan sesiapapun yang mendahului-Nya. Oleh karenanya Allah sebagai prima causa, bahwa segala sesuatu adanya disebabkan karena diadakan oleh-Nya. Allah juga tidak  berhajad pada apapun dan kesiapapun, dan justru sebaliknya apapun dan kesiapapun berhajad pada Allah. Inilah Allah yang maha awal. Yang Maha Awal bermakna juga;

·         Allah sudah ada sebelum segala sesuatu diciptakan

·         Allah tidak ada memiliki permulaan dan tidak didahului oleh apa pun

·         Semua makhluk memiliki awal  sedangkan Allah tidak

Hal  ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad :”Ya Allah, Engka Al Awwal, maka tidak ada sesuatu pun sebelumm-Mu. Engkaulah al akhir, maka tidak ada sesuatu pun setelah-Mu...” (HR. Muslim)

Jadi al awwal mengajarkan bahwa Allah adalah sumber dari segala sesuatu dan keberdaan-Nya tidak bergantung pada apa pun.

Allah berfirman yang artinya: “Dialah yang maha awal dan yang akhir, yang zahir dan yang batin, dan Dia maha mengetahui segala sesuatu (QS. Al Hadid: 3).

Sahabat yang super, pengalaman membuktikan bahwa awal segala sesuatu itu sangat menentukan. Awal yang baik akan menuntun dan menuntut pelakunya kepada kebaikan dan kebaikan. Jika awal sudah mengesankan, maka masa-masa berikutnya menjadi keberkahan dan terserah anda cara mengapresiasikan, begitupun sebaliknya.

Syahdan, sebagai orang yang beriman sudah selayaknya kita mengembangkan akhlak mensyukuri al awwal baik dengan hati, lisan maupun perbuatan nyata. Oleh karena itu cara terbaik dalam merefleksikan Al Awwal adalah sebagai berikut:

Pertama, mensyukuri al awwal di hati dengan meyakini bahwa Allah zat yang maha awal, zat pertama dan utama. Sehingga karenanya mestinya diawalkan, dinomorsatukan dan diutamakan atas selainn-Nya

Kedua, mensyukuri al awwal secara lisan dengan mengucapkan alhamdulillahirabbil `alamin dan memuji dengan asma-Nya. Dengan memuji al awwal semoga kita dianugerahi iradah dan inayah untuk menjadi perintis kebaikan dan penebar kemaslahatan.

Ketiga, menysukuri al awwal dengan perbuatan nyata, diantaranya berusaha semaksimal mungkin menjadi pemula kebajikan, perintis ide-ide dan kebajikan untuk kemaslahatan umat.

 

**Penulis adalah Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Direktur Forum Milenial Literasi Aceh, Direktur Aceh Research Institute, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Wali Santri Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB), Fasilitator program Dayah Ramah Anak Terintegrasi (Pro DAI) YaHijau-Unicef, Fasilitator Aksi Bergizi Flower Aceh-Unicef 

 

Tidak ada komentar: