Banda Aceh-Forum Milenial Literasi Aceh (FMLA) lahir sebagai wadah kolaborasi generasi muda Aceh untuk meningkatkan budaya membaca, menulis, berdiskusi, dan menyebarkan pengetahuan di tengah perkembangan era digital.
Organisasi yang digagas sejak 2 Februari 2022 oleh Muhammad Syarif, SHI,M.H Aktivis`98 dan Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, dibentuk atas semangat para pemuda yang ingin menghadirkan ruang belajar yang inklusif serta mendorong tumbuhnya masyarakat yang kritis dan berwawasan (intelektual jimnastik).
Sejak awal berdiri, Forum
Milenial Literasi Aceh aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan, seperti
diskusi publik, pelatihan kepenulisan, bedah buku, seminar literasi digital,
serta kampanye membaca di lingkungan sekolah,dayah, madrasah dan masyarakat.
Berbagai program tersebut
bertujuan meningkatkan kemampuan literasi sekaligus membangun karakter generasi
muda yang kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab.
Dalam perkembangannya, Forum
Milenial Literasi Aceh terus memperluas jejaring kerja sama dengan komunitas,
lembaga pendidikan, dan berbagai organisasi kepemudaan. Kolaborasi tersebut
menjadi langkah strategis untuk memperkuat gerakan literasi dan menjangkau
lebih banyak masyarakat.
Memasuki era transformasi digital, Forum Milenial Literasi Aceh juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi, publikasi karya, dan penyebaran informasi positif. Dengan semangat kebersamaan, organisasi ini berkomitmen menjadikan literasi sebagai fondasi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul serta berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Muhammad Syarif, SHI,MH,
Direktur Forum Milenial Literasi Aceh, mengatakan FMLA memiliki motto: “Membangun Negeri Lewat Narasi dan Karya”
dalam perkembangannya merekrut personil profesional dalam bidangnya guna
memperkuat literasi bagi anak-anak Aceh serta mengembangkan kelembangan
strukturalnya menjadi 10 bidang antara lain:
1. Bidang
Penelitian
2. Bidang
Jurnalistik dan Publikasi
3. Bidang
Advokasi Hukum dan Kebijakan Publik
4. Bidang
Pemerintahan
5. Bidang
Sosial dan Budaya
6. Bidang
Kesehatan
7. Bidang
Pendidikan
8. Bidang
Ekonomi Kreatif
9. Bidang
Politik
10. Bidang
Teknologi dan Informatika
Karna itulah, Carlie Papa
Romeo mengajak seluruh komponen anak negeri, putra-putri terbaik Aceh baik yang
ada di dalam maupun luar negeri untuk membangun Aceh dengan berkarya, ungkap
Syarif.
Jika Tuan dan Puan memiliki
kemampuan memahat tinta silahkan gunakan FMLA sebagai wadah dalam berdialektika
keilmuan sekaligus ruang dakwah dalam penyebaran Ilmu dan informasi yang
mencerahkan buat generasi Muda Aceh khususnya dan generasi nusantara umumnya (Red)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar