Banda Aceh – Riuh sorak, tepuk tangan, dan gelak tawa bergema di Halaman Balai Kota Banda Aceh, Minggu, 19 Juli 2026 malam. Sejak pukul 23.00 WIB, seribuan masyarakat mulai memadati lokasi untuk menyaksikan laga puncak Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina dalam acara nonton bareng (nobar) yang digelar Pemerintah Kota Banda Aceh.
Malam itu, Balai Kota tak sekadar menjadi pusat pemerintahan. Ruang publik tersebut menjelma menjadi tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai kalangan. Orang tua datang menggandeng anak-anaknya, para pemuda memenuhi setiap sudut bersama sahabat, sementara keluarga-keluarga memilih menghabiskan malam dengan menikmati atmosfer final Piala Dunia secara bersama-sama. Tak sedikit pula warga yang datang bersama kerabat dan rekan kerja, menjadikan momentum olahraga dunia itu sebagai ajang mempererat silaturahmi.
Sorak sorai dan tepuk tangan bergema
setiap kali peluang tercipta di lapangan. Suasana hangat semakin terasa ketika
masyarakat menikmati sajian kuliner gratis berupa Mie Aceh, sate, dan martabak,
sembari mengunjungi bazar UMKM yang turut meramaikan kawasan Balai Kota.
Acara yang turut dihadiri Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah, Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah, Sekda Kota, Jalaluddin, jajaran Forkopimda, serta jajaran Kepala SKPK di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh itu merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Banda Aceh bersama TVRI Aceh melalui program Bola Gembira. Kolaborasi tersebut menghadirkan ruang publik yang aman dan nyaman bagi masyarakat untuk menyaksikan partai final Piala Dunia secara bersama, sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi pelaku UMKM lokal.
Dalam sambutannya, Wali Kota Banda Aceh
Illiza Sa’aduddin Djamal menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah
berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut, mulai dari TVRI Aceh, sponsor,
pelaku UMKM, pengisi acara, hingga masyarakat yang memadati Halaman Balai Kota.
Menurut Illiza, sepak bola memiliki kekuatan menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang usia maupun latar belakang. Karena itu, ia mengajak masyarakat menikmati pertandingan dengan menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan.
“Mari dukung tim favorit dengan penuh
sportivitas. Menang ataupun kalah, kita tetap bersaudara. Sepak bola
mempersatukan kita,” ujar Illiza yang disambut tepuk tangan masyarakat.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Banda
Aceh akan terus mendukung berbagai kegiatan positif yang menghadirkan ruang
interaksi bagi masyarakat, selama tetap mengedepankan ketertiban, keamanan, dan
kenyamanan bersama.
Bagi Illiza, antusiasme masyarakat yang
memadati Halaman Balai Kota menjadi bukti bahwa ruang publik dapat berfungsi
lebih dari sekadar pusat pelayanan pemerintahan. Ruang tersebut juga mampu
menjadi tempat bertemunya warga untuk mempererat silaturahmi, membangun
semangat kebersamaan, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan
masyarakat.
Semangat itu juga tercermin dari
keterlibatan para pelaku UMKM yang ikut meramaikan kegiatan. Kehadiran mereka
tidak hanya menambah semarak suasana, tetapi juga memberi ruang bagi perputaran
ekonomi lokal di tengah tingginya antusiasme masyarakat.
Hingga pertandingan usai, masyarakat
tetap bertahan menikmati seluruh rangkaian acara. Malam kebersamaan itu
kemudian ditutup dengan Salat Subuh berjamaah, menghadirkan harmoni antara
semangat sportivitas, kebersamaan, dan nilai-nilai religius yang menjadi
karakter Kota Banda Aceh.
Nobar final Piala Dunia pun menjadi
lebih dari sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola. Di Balai Kota Banda
Aceh, momentum tersebut menjelma menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan
ribuan warga dalam suasana hangat, menggerakkan pelaku UMKM, memperkuat
kolaborasi bersama TVRI Aceh, serta menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi
media untuk mempererat persaudaraan dan menghadirkan kebersamaan di tengah
masyarakat. So jangan lupa pasca laga final usai, mari kita bergegas shalat
subauh berjamaah ungkap Illiza (CPR)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar