Oleh Bung Syarif**
Rasa-rasanya tidak
ada insan aktivis yang tak kenal sosok srikandi yang super lincah dan energik
ini, beliau bernama Cut Asmaul Husna, S.Ag, MM Alumni Komunikasi Penyiaran
Islam UIN Ar-Raniry (Red IAIN Ar-Raniry). Ia adalah aktivis reformasi 1998 Asal
Aceh terlibat dalam berbagai gerakan
mahasiswa dimasa-nya. Namanya
dikenal dalam berbagai kegiatan sosial, politik dan pemberdayaan masyarakat
khusunya berkaitan dengan Aceh.
Ia juga tercatat sebagai salah seorang Dosen Universitas Teuku Umar program Studi Ilmu Administrasi Negara. Cut Asmaul Husna mempunyai nama pamiliar “Pocut”. Aktif sebagai akademisi, peneliti serta narasumber dalam isu administrasi publik, tata kelola pemerintahan, kebijakan publik, pembangunan, demokrasi, penyiaran/penyebarluasan informasi publik dan pemberdayaan perempuan.
Carlie Papa Romeo
(CPR) tentu beruntung bisa membersamai Pocut dalam satu wadah “Silaturrahmi aktivis`98
Aceh”. Srikandi yang tangguh, pemilik callsign “Alpa Carlie Alpa” kala itu juga
sangat aktif dalam menyapa teman-teman Relawan “Radio Antar Penduduk Republik Indonesi
(RAPI) Wilayah Aceh. Beliau banyak
terlibat dalam bantuan komunikasi kala itu.
Era `98 adalah masa kejayaan Pocut. Diera itu nama-nama beken UIN Ar-Raniry yang sangat vokal sebut saja Muhammad Nazar (Wagub Aceh 2007-2012), Efendi Hasan (Dosen FISIP USK), Syarifudin Abe (Dosen UIN Ar-Raniry), Akmal Abzal (Mantan KIP Aceh), Alfian (Dosen Unimal), alm. Faisal Ridha (SIRA) serta sejumlah nama-nama beken lainnya. Tentunya Carlie Papa Romeo tidak bermaksud mengecilkan peran aktivis `98 yang lainnya, hehe.
Kembali ke menu
utama, Pocut, Wapres`98 juga sosok insan pemurah. Suka membantu teman, jika
berpergiar bersamanya berbagai menu cemilan diborong serta menu-menu tambahan
dalam perjalanan diborong sama Pocut. Soal kemurahan hati dan kebaikan tidak
ada tandingan. Saat ngopi deltapun di Abu Kopi jari jemantiknya duluan
bergerak. Selaku junior diantara senior yang “qece dan keras” dimasa-nya, CPR
tentu salah seorang aktivis muda yang beruntung bisa membersamai
tokoh-tokoh/aktivis beken di masa-nya.
Senin, 29 Juni
2026. Kami mendapat undangan kehormatan dari Abu Sibreh atawa Lem Faisal. Ketua
MPU Aceh yang luwes Ilmu Agamanya, santun tutur katanya, luas jaringannya dan
progresif dalam melakukan pentadbiran dayah di Aceh. Lem Faisal juga salah seorang Majelis Masyaikh (penjamin mutu
Pesantren/Dayah se-Nusantara) periode 2021-2026 yang berjumlah 9 orang
yaitu;
1.
Prof.Dr.Nyai Hj. Amrah Kasim, Lc, MA
2.
Prof Dr.KH.Abd. A`la Basyir, M.Ag
3.
Dr. KH. Abdul Ghofur Maimun
4.
Nyai Hj. Badriyah Fayumi, Lc, MA
5.
KH
Tgk. Faisal Ali (Lem Faisal)
6.
Dr. KH. A.Muhyiddin Khotib
7.
KH. Azis Afandi
8.
KH.Abdul Ghoffarrozin
9.
KH. Jam`an Nurchotib Mansur (Yusuf
Mansur)
Lemba ini dibentuk oleh Bapak
Jokowi guna menjaga standar mutu pendidikan pesantren/dayah sekaligus memastikan
kurikulum dan tradisi pesantren/dayah tetap sesuai karakter keislaman
Indonesia.
Syahdan, kami mendapat undangan kehormatan di Pesantren Agro Pertanian/ Lampoeh Tadris Agro (LATA) yang luasnya sekikat 32 Hektar. Baru digarab 10 hektar yang diresmikan oleh Wakil Menteri Pertanian, Harvick Husnul Wolbi, ST tanggal 21 Desember 2023. Di lahan ini ditanam 1300 jenis tanaman seperti durian, rambutan, kopi, mangga, alpukat, pisang, manggis, kelapa dan lain-lain.
Dilahan
ini juga dikembangkan peternakan kambing, ayam petelor, ayam kampung, itik, sapi.
Lem Faisal memang keren. Nanti CPR ulas tuntas LATA di pahatan qalam episode
riang gembira, hehe.
Kembali
ke menu utama; “Pocut”, Srikandi aduhai. Lincah, gercep, dermawan. Barsela
wilayah cari cuannya sekaligus kicauan akademik-nya. Pocut juga suka memberi
tips buat Tgk yang mengelola LATA, jika membeli telur pasti memberi tips. Hehe,
Pocut bereh.
***Penulis
adalah Aktivsi`98, Magister Hukum Tata Negara USK, Kabid SDM dan Manajemen
Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur
Aceh Research Institute, Direktur Forum Milenial Literasi Aceh, ICMI Kota Banda
Aceh, KAHMI Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Mantan Sekjen DPP ISKADA Aceh, Mantan
Ketum DPD Jaringan Nusantara Aceh, Mantan Ketum Remaja Masjid Raya Baiturrahman
Banda Aceh




Tidak ada komentar:
Posting Komentar