7 Jun 2026

Kalender Islam serta Amalan Sunnah


Oleh Bung Syarif**

Sistem penanggalan Hijriah merupakan kalender Islam untuk menentukan waktu-waktu ibadah, termasuk ibadah Ramadhan, perayaan idul fitri dan idul adha. Sebagai Kalender berbasis bulan, setiap awal bulan dalam Kalender Hijriah ditentukan bersdasarkan pengamatan hilal (bulan sait biru) dengan jumlah 12 bulan dalam setahun. Durasi tahun Hijriah lebih pendek dibandingkan kalender Masehi. Firman Allah yang artinya; Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumu, diantaranya ada empat bulan haram. (Zulqaedah, Zulhijjah, Muharram, Rajab). Itu ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan empat tu…” (Qs.  At Taubah; 36).

Makna bulan haram berati dihormati dan dimuliakan. Pada bulan ini dianjurkan antara lain; pertama umat Islam agar lebih meningkatkan amal saleh, kedua; dosa dan kemaksiatan lebih berat akibatnya karena dilakukan pada waktu yang dimuliakan. ketiga; pada masa Arab sebelum Islam, peperangan dilarang pada bulan-bulan ini kecuali untuk membela diri. 

 Berikut nama-nama bulan hijriah  dan maknanya sebagai berikut:

1. Muharram (محرم الحرام)

Muharram berasak dari kata “haram” yang berarti terlarang. Ini adalah bulan pertama dalam kelender Islam, dan Muharram termasuk dalam bulan-bulan suci. Dinamakan Muharram karena orang Arab mengharamkan berperang di bulan ini. Amalan yang dianjurakan bulan Muharram antara lain; Puasa Asyura (10 Muharram), Puasa Tasu`a (9 Muharram), memperbanyak Taubat dan Istiqhfar, memperbanyak sedekah, memperbanyak baca alqur`an dan zikir, menyambung silaturrahmiu, shalat sunnah dan qiyamul lail

Hadits nabi yang artinya;  “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram” (HR Muslim)

 

2. Shafar (ﺻﻔﺮ)

Nama Shafar bermakna kosong, karena pada masa itu banyak orang meninggalkan rumah untuk berperang atau berpergian. Sebagian Masyarakat Nusantara mengaitkan bulam ini dengan kesialan, padahal dalam Islam tidak ada hari atau bulan yang membawa sial.

Ada yang mengatakan bahwa dinamakan dengan Shafar karena dulunya bangsa Arab memerangi berbagai kabilah sehingga kabilah yang mereka perangi menjadi Shifr (kosong) dari harta benda. Amalan yang dianjurkan di bulan Shafar antara lain; mempernbanyak istighfar dan taubat, membaca Al-Qur`an, Sedekah,  puasa sunnah (senin-kamis), puasa aiyamul biddh (13,14,15 Hijrah atau puasa daud)

Hadits Nabi yang artinya; “Tidak ada penyakit menular dengan sendirinya, tidak ada kesialan, tidak ada burung penentu Nasib dan tidak ada kesialan di bulan Shafar (HR.  Bukhari dan Muslim)

 

 

 

3. Rabi’ul Awwal (ﺭﺑﻴﻊ ﺍﻷﻭﻝ)

Bulan ini merupakan bulan yang sangat bersejarah karena menjadi waktu kelahiran nabi. Dinamakan demikian karena saat penamaan bulan ini bertepatan dengan musim semi. Amalan yang dianjurkan dibulan Rabi`ul Awwal antara lain; memperbayak shalawat, memperbanyak sedekah, membaca al-qur`an dan zikir, menghadiri majelis ilmu, puasa sunnah (senin-kamis), kajian sirah nabawiyah

Keistimewaan lainnya adalah peristiwa hijrah Rasulullah ke Madinah yang juga terjadi di bulan ini.

Allah berfirman: Dan kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan sebagai Rahmad bagi seluruh alam (Qs.Al Anbiya; 107)

 

 

4. Rabi’ul Akhir (ﺭﺑﻴﻊ ﺍﻷﺧﻴﺮ / ﺭﺑﻴﻊ ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ)

Dinamakan demikian karena bangsa Arab saat itu menggembalakan hewan ternak mereka pada rerumputan. Dan ada yang mengatakan bahwa dinamakan demikian karena bulan ini bertepatan dengan musim semi. Amalan yang dianjurkan di bulan rabiul akhir antara lain; memperbanyak shalawat, menjaga shalat wajib, memperbanyak baca al-qur`an, puasa sunnah (senin-kamis), puasa aiyamul bidh (13,14,15 Hijrah atau puasa Daud)

 

 5. Jumadil Awal (جمادى الأولى)

Sebelum masa Islam dinamakan jumadi khamsah. Dinamakan Jumadil karena saat penamaan bulan ini jatuh pada musim dingin, dimana air jumud (membeku). Amalan yang dianjurkan dibulan ini antara lain; perbanyak shalat sunnah (tahajut, dhuha), puasa sunnah (senin-kamis), puasa aiyamul bidh (13,14,15 Hijrah atau puasa Daud)

 

 

6. Jumadil Akhir/Tsaniyah (جمادى الآخرة / ﺟﻤاﺪى ﺍﻟﺜﺎﻧﻲة)

Sebelum masa Islam dinamakan jumadi sittah. Dinamakan demikian karena saat penamaan bulan ini jatuh pada musim dingin juga, Amalan yang dianjurkan dibulan ini antara lain; menjaga shalat fardhu, puasa sunnah (Senin-Kamis), puasa aiyamul bidh (13,14,15 Hijrah atau puasa daud), meperbanyak zikir, sedekah, menghadiri majelis ilmu

 

7. Rajab (ﺭﺟﺐ)

Rajab termasuk dalam 4 bulan haram dalam Islam. Rajab berarti menghormati. Bulan ini sangat dimuliakan dan menjadi kesempatan untuk memperbanyak ibadah. Dinamakan bulan Rajab karena bangsa Arab melepaskan tombak dari besi tajamnya untuk menahan diri dari peperangan. Dikatakan: Rajab adalah menahan diri dari peperangan. Amalan yang dianjurkan dibulan ini antara lain;  meperbanyak istiqhfar dan zikir, puasa sunnah (Senin-Kamis), puasa aiyamul bidh (13,14,15 Hijrah atau puasa daud), memperbanyak doa, memperbanyak sedekah dan amal sosial

 

8. Sya’ban (ﺷﻌﺒاﻦ)

Nama Sya`ban bermana tersebar, karena pada bulan ini orang-orang Arab dahulu mencari rezeki atau berperang kembali setelah Rajab. Dinamakan demikian karena bangsa Arab saat itu berpencar ke berbagai tempat untuk mencari air., Amalan yang dianjurkan di bulan ini antara lain; memperbanyak puasa sunnah, membaca al-qur`an, zikir dan shalawat, meperbanyak sedekah,  mempersiapkan diri menyambut ramadhan,

 

9. Ramadhan (ﺭﻣﻀاﻦ)

Ini adalah bulan puasa bagi umat Islam. Dinamakan demikian karena panas ramdh mencapai puncaknya dan saat penamaan jatuh pada musim panas.Dimana periode ini disebut panas yang parah. Amalan yang dianjurkan di bulan ini antara lain; Puasa Ramadhan. membaca al-qur`an, shalat tarawih, qiyamul lail dan tahajud, meperbanyak zikir dan doa, i`tikaf di Masjid, membayar zakat fitrah, memperbanyak sedekah, berbagi makanan berbuka

Allah berfirman; “Bulan Ramadhan adalah bulan yang didalamnya diturunkan Al-Qur`an sebagai petunjuk bagi manusia…” (Qs. Al Baqarah;185)

 

10. Syawwal (ﺷﻮﺍﻝ)

Di bulan inilah saat Idul Fitri. Dinamakan demikian karena saat itu unta betina kekurangan air susu. Amalan yang dianjurkan dibulan ini antara lain;  puasa 6 hari syawal, menjaga shalat wajib dan sunnah, silaturrahmi dan saling memaafkan, memperbanyak sedekah, menjaga tilawah dan zikir, menikah (Aisyah menikah dibulan Syawwal)

 

11. Dzulqa’dah (ﺫﻭ ﺍﻟﻘﻌﺪة)

Bulan ini termasuk dalam bulan-bulan suci. Dinamakan demikian karena bangsa Arab duduk dan tidak berangkat untuk perang, karena bulan ini termasuk bulan haram yang tidak boleh perang. Amalan yang dianjurkan dibulan ini antara lain; memperbayak taubat dan istighfar, menjaga shalat wajib dan sunnah, puasa sunnah (senin-kamis), puasa aiyamul bidh (13,14,15 Hijrah atau puasa daud)

 

12. Dzulhijjah (ﺫﻭ ﺍﻟﺤﺠة)

Di dalamnya terdapat musim haji dan Idul Adha. Bulan ini termasuk dalam bulan-bulan suci. Dinamakan demikian karena bangsa Arab melaksanakan ibadah haji di bulan ini. Amalan yang dianjurkan dibulan ini antara lain; puasa sunnah Dzulhijjah (1-7 Dzulhijjah puasa sunnah awal dzulhijjah), puasa tarwiyah (8 dzulhijjah)  puasa arafah (9 dzulhijjah bagi yang tidak berhaji), memperbanyak zikir, ibadah haji bagi yang mampu, Qurban Idul Adha (10-13 Dzulhijjah), Shalat Idul Adha, menjaga amal shaleh, menjauhi maksiat

Bulan ini adalah puncak perjalanan spiritual seorang muslim yaitu Ibadah Haji. Nama Zulhijjah bearti pemilik haji. Karena Ibadah Haji dilaksanakan di bulan ini

 

**Goresan Pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Direktur Aceh Research Institute (ARI)

Tidak ada komentar: