Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang
super, kali ini Carlie Papa Romeo (CPR) kembali membahas tentang Al Mujib. Dipahami sebagai Allah zat
yang maha mengabulkan doa, memperkenalkan doa. Allahlah yang menjawab semua
keluhan hamba-haba-Nya yang beriman dan bertakwa. Dalam konteks doa, Allah
menuntun kita di beberapa tempat dalam firman-Nya.
Berdoakah kepada Rabmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas (Qs. Al A`raf; 55). Dan sebutlah nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, diwaktu pagi dan petang dan dengan tidak mengeraskan suara dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai (Qs. Al A`raf; 205).
Katakanla; “Serulah
(berdoalah kepadaku) Allah atau serulah Al Rahman. Dengan nama yang mana saja
kamu seru, Dia mempunyai asmaul husna
(nama-nama terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu, dan janganlah kamu pula merendahkannya dan
carilah jalan tengah diantara kedua itu” (Qs. Al Isra`; 110).
Sesungguhna
Tuhanku dekat lagi memperkenankan (doa) (Qs.
Hud; 61)
Mencermati makna
ayat diatas dapat kita ambil kesimpulan bahwa al mujib mengandung makna
pertama; Allah mendengar setiap doa dan permohonan hamba-Nya. Kedua Allah
memberijawaban dengan cara terbaik menurut hikmah-Nya.
Ketiga; jawaban
atas setiap doa hamba-hamba-Nya dapat berupa dikabulkan segera, ditunda pada
waktu terbaik, diganti yang lebih baik atau dijauhkan dari keburukan.
Oleh karena itu,
spirit terbaik dalam merefleksikan al mujib adalah sebagai berikut;
Pertama; menyakini
sepenuh hati bahwa Allah mengabulkan setiap permohonan kita, cepat atau lambat
bersesuaian dengan kondisi dan kebaikan
bagi kita.
Kedua; mensyukuri
al mujib dengan terus memuji-Nya seraya memperbanyak ucapan
alhamdulillahirabbil `alamin, dengan perkenan Allah, kita dalam naungan hidayah
dan ridha-Nya.
Ketiga mensukuri
al mujib dengan perbuatan nyata yaitu memperbanyak doa dalam shalat dan senantiasa
berzikir dalam keadaan senang dan susah, menjadi insan yang taat, memelihara
dan menjaga fasilitas negara yang dititipkan pada kita, menjadi insan yang
responsif dan peduli terhadap orang lain, rajin berdoa serta yakin bahwa Allah
selalu mendengar keluh kesah kita.
**Goresan Pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah
Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN
Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), Majelis Wilayah KAHMI Aceh,
ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketua DPD
BKPRMI Kota Banda Aceh, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu
Inshafuddin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar