Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang
super, kali in Carlie Papa Romeo (CPR) membahas tentang Ar-Raqib. Dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha mengawasi, maha memperhatikan, maha menjaga
atas makhluk-Nya, baik aktivitasnya, keadaannya, kebutuhannya maupun segala
urusannya. Karna itu mestinya kita merasa aman, tentram karena langsung diawasi
oleh Allah.
Allah berfirman yang aritinya; Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang baik. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama Allah kamu saling meminta satu sama lain dan peliharalah hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu (Qs. An Nisa`;1)
Dalam ayat lain Allah berfirman yang artinya; tidak
halal bagimu mengawini perempuan-perempuan sesudah itu dan tidak boleh pula
mengganti mereka dengan isteri isteri (yang lain), meskipun kecantikannya
menarik hatimu kecuali perempuan-perempuan (hamba sahaya) yang kamu miliki, Dan
adalah Allah maha mengawasi segala sesuatu (Qs. Al Ahzab;52)
Dan Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali
apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)-nya yaitu; “Sembahlah Allah
Rabku dan Rabmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku
berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang
mengawasi mereka. Dan Engkau adalah maha menyaksikan datas segala sesuatu. (Qs.
Al Maidah; 117)
“Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak
membaca suatu ayat dari Al Qur`an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan,
melainkan kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput
dari pengetahuan Rabmu biarpun sebesar semut kecil di bumi ataupun langit.
Tidak ada yang lebih kecil dan tidak pula yang lebih besar dari itu melainkan
(semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz) (Qs. Yunus; 61).
Mari kita rubah paradigm, tiada pembicaran rahasia
antara dua orang, karena yang ketiga adalah Allah, tiada pembicaran rahasia antara tiga orang
karna yang keempat adalah Allah, tiada pembicaraan rahasia empat orang karena
yang kelima adalah Allah dan seterusnya.
Oleh karena itu spirit terbaik dalam merefleksikan ar
raqib adalah sebagai berikut;
Pertama; meyakini sepenuh hati bahwa Allah senantiasa
mengawasi, memperhatikan dan menjaga apa yang akan kita lakukan. Apa yang kita
niatkan telah terpantau dalam radarnya Allah. Kalau kita berniat jahat maka
tidak luput dari pantauan Allah begitupun sebaliknya. Karna itulah mendorong
kita untuk selalu jujur dan amanah
Kedua; mansyukuri ar raqib dengan terus menerus
mengucapkan Alhamdulillahi rabbil `alamin, dengan pengawasan Allah kita
senantisas berproses menjadi insan terbaik, sehingga menumbuhkan rasa malu
untuk berbuat kemaksiatan.
Ketiga; mensyukuri ar raqib dengan perbuatan yata
seperti selalu berbuat jujur dan amanah, menjadi insan yang memiliki rasa malu
berbuat kemaksiatan, berhati hati dalam perkataan dan perbuatan dan
bermuhasabah diri.
**Goresan Pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah
Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN
Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), Majelis Wilayah KAHMI Aceh,
ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketua DPD
BKPRMI Kota Banda Aceh, Aktivis LBH Darul Misbah, Ketua Komite Dayah Terpadu
Inshafuddin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar