Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) kali ini membahas tentang “As Syakur”. Dipahim sebagai Allah adalah zat yang maha berterima kasih, maha mensyukuri atau maha menghargaai amal hamba-Nya. Zat yang sangat apresiatif terhadap amalan baik manusia, sekecil apapun yang segera menganugerahkan balasan yang berlipat ganda kepada manusia yang berbuat kebaikan dan bersabar serta bersyukur.
Allah berfirman yang artinya; “Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka yang dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha mensyukuri (Qs. Fathir; 30). Dan mereka berkata; “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuha kami benar-benar maha pengampun lagi maha mensyukuri 9Qs Fathir; 34).
Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha mensyukuri (Qs. Asy Syura;23). Jika kamu meminjamkan kepada Alla pinjaman yang baik, niscaya Allah melipatgandakan balasannya kepada kamu dan mengampuni kami. Dan Allah maha pembalas jasa lagi maha penyantun (Qs. At Taqhabun;17).
Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelahan hati. Maka sesungguhnya Allah maha mensyukuri kebaikan lagi maha mengetahui (Qs.Al Baqarah; 158). Dan mengapa Allah akan menyiksamu, maka jika kamu bersyukur dan beriman dan Allah adalah maha mensyukuri lagi maha mengetahui (Qs. An Nisa`; 147)
Oleh karena itu cara terbaik dalam merefeksikan spirit As Syakur adalah sebagai berikut:
Pertama; menyakini sepenuh hati bahwa Allah maha berterima kasih yang dengan kemurahan-Nya senantiasa menganugerahkan karunia tak terhingga kepada hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya
Kedua; mensyukuri as syakur dengan memperbanyak lafadz alhamdulillahirabbil `alamin atas karunia Allah yang tidak putus-putusnya
Ketiga; mensyukuri as syakur dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari dengan senantiasa menghargai orang lain, suka berterimakasih, gemar berbuat baik walau tanpa pujian, tidak mengeluh berlebiha atas kekurangan hidup, istiqamah dalam bersedekah, murah senyum, menghargai bantuan orang lain sekecil apapun, senantiasa berterima kasih pada manusia dan Allah
Keempat; mesyukuri as syakur dengan cara rendah hati, senantiasa meningkatkan prestasi kerja walau tanpa ada pujian dari orang lain.
**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketua DPD BKPRMI Banda Aceh, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar