8 Mei 2026

Ngaji Asmaul Husna ( Episode 25)


Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) pada kesempatan kali ini membahas tentang  Al Mundzil”. Dipahami sebagai Allah zat yang maha merendahkan. Allah adalah zat yang maha kuasa dan berkuasa menjadikan mulia atau rendah hina siapapun dari hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya lantaran perbuatannya sendiri.

Tentu Allah meninggikan orang-orang yang berilmu pengetahuan dan beramal shaleh, lantara ketakwaannya, dan sebaliknya Allah menghinakan orang-orang musyrik, kafir, munafik dan fasiq karena kedurhakaan mereka. Allah mengingatkan kita agar tidak durhaka karena akibat kedurhakaan hayalah merendahkan dan menghinakan kita. Sebagaimana firman Allah yang artinya; “sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya mereka termasuk orang-orang yang hina (Qs. Al Mujadalah;20).

Engkau muliakan siapun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapapun yang Engkau kehendaki. Ditangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, maha kuasa atas segala sesuatu (Qs,Ali Imran;26).

Agar tidak tertimpa kerendah hinaan, maka hanya dengan menjali habluminallah dan , mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka (berpegang) pada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia. Mereka mendapat murka dari Allah dan selalu diliputi kesengsaraan (Qx. Ali Imran;12).

“Adapun orang-orang yang berbuat kejahatan akan mendapat balasan kejahatan yang setimpal dan mereka diselubungi kehinaan...” (Qs. Yunus;27).

Karna itu jalan terbaik dalam merefleksikan spirit Al Mudzil adalah sebagai berikut;

Pertama; menyakini sepenuh hati bahwa ketika Allah merendahkan seseorang pasti disebabkan oleh kefasikan atau kemunafikan, kekafiran, kemusyrikan serta sifat-sifat tercela yang dilakukan oleh hamba-hamba-Nya. Karna itu kita harus menjauh dari sifat-sifat tercela tersebut.

Kedua; mensyukuri Al Mudzil dengan memperbanyak mengucapkan lafadz alhamudillahirabbil `alamin, dimana Allah senantiasa menganugerahi hidayah kepada hamba-Nya yang senantiasa bertakwa, sabar dan bersyukur kepada-Nya

Ketiga; mensyukuri Al Mudzil dengan hati-hati bertindak dan berperilaku, menghindari perbuatan tercela, senantiasa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah dan menghindari perbuata semena-mena kepada orang lain jika diberi amanah. Jangan sombong dan angkuh. Ingat diatas langit ada-langit. Jangan anggap remeh orang yang lain, apalagi selalu berucap keu kadis...hehe.

 

**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam Aceh, Wakil Ketu DPD BKPRMI Banda Aceh

 

 


Tidak ada komentar: