Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bulan istimewa bagi umat Islam. Selain menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji dan Hari Raya Idul adha, pada bulan ini juga terdapat amalan sunnah yang memiliki banyak keutamaan, salah satunya puasa Arafah. Puasa sunnah ini dilaksanakan setiap tanggal 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Idul adha.
Puasa Arafah sangat dianjurkan bagi umat muslim
yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Sementara bagi jamaah haji yang
sedang menjalani wukuf di Padang Arafah, puasa ini tidak disunnahkan karena
dikhawatirkan dapat mengurangi kondisi fisik saat melaksanakan rangkaian ibadah
haji. Tak hanya bernilai pahala besar, puasa Arafah juga menjadi momentum
memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, serta mendekatkan diri kepada Allah
Subhanahu Wa Ta’ala. Karena itu, ada beberapa hal penting yang sebaiknya
dilakukan sebelum dan selama menjalankan puasa Arafah agar ibadah semakin
maksimal.
Persiapan Sebelum Puasa Arafah
1. Memperkuat Niat
dan Memahami Keutamaannya Sebelum menjalankan Puasa Arafah, penting bagi setiap
muslim untuk memahami keutamaan puasa ini. Dalam hadis riwayat Muslim
disebutkan bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dansetahun yang akan datang. Dengan memahami keutamaannya, seseorang akan lebih
semangat menjalankan ibadah dan menjaga puasanya dengan sungguh-sungguh.
2. Menjaga Kondisi
Tubuh Agar puasa dapat dijalani dengan lancar, menjaga kesehatan sebelum hari
pelaksanaan juga perlu diperhatikan. Istirahat cukup, memperbanyak minum air
putih pada malam hari, dan mengonsumsi makanan bergizi dapat membantu tubuh
tetap kuat saat berpuasa.
3. Membaca Niat
Puasa Arafah. Puasa Arafah diawali dengan niat. Niat dapat dibaca sejak malam
hari hingga sebelum masuk waktu Zuhur, selama belum melakukan hal-hal yang
membatalkan puasa. Berikut lafadz niat puasa Arafah: “Nawaitu shauma ‘arafata
sunnatan lillahi ta‘ala.” Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah
Ta‘ala.”
4. Memperbanyak
Taubat dan Istighfar Menjelang puasa Arafah, umat muslim juga dianjurkan
memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT. Momen ini dapat
menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri sekaligus membersihkan hati dari
berbagai kesalahan.
Hal yang Perlu
Dilakukan Selama Puasa Arafah
1. Melaksanakan
Sahur Sahur merupakan sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW. Selain memberikan
energi selama berpuasa, sahur juga memiliki keberkahan tersendiri. Tidak perlu
makanan berlebihan, yang terpenting adalah tetap makan dan minum secukupnya
agar tubuh tetap fit selama menjalankan ibadah puasa.
2. Menjaga Perkataan
dan Perilaku Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri
dari ucapan buruk, emosi berlebihan, serta perbuatan yang dapat mengurangi
pahala puasa. Karena itu, selama puasa Arafah dianjurkan untuk memperbanyak
sikap sabar, menjaga lisan, dan menghindari perdebatan yang tidak perlu.
3. Memperbanyak
Ibadah Agar puasa semakin bermakna, isi waktu dengan berbagai amalan baik
seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, dan memperbanyak doa. Hari
Arafah juga termasuk waktu mustajab untuk berdoa, sehingga banyak umat
muslim memanfaatkan momen ini untuk memohon ampunan dan kebaikan dunia akhirat.
4. Menyegerakan
Berbuka Puasa. Saat waktu Magrib tiba, umat muslim dianjurkan untuk segera
berbuka puasa. Menyegerakan berbuka termasuk sunnah Rasulullah SAW yang
dianjurkan dalam Islam. Berbukalah secukupnya dan jangan berlebihan agar tubuh
tetap nyaman saat melanjutkan ibadah malam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar