23 Mar 2019

Kajian Intelektual Jimnastik ala BKPRMI Aceh


Dewan Pimpinan Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) Provinsi Aceh terus melakukan sejumlah terobosan dan kegiatan. Guna memperkuat ukhwah antar pengurus, jajaran pengurus BKPRMI Aceh, pada Jumat (22/3/2019) menggelar kajian Intelektual Jimnastik sebuah tradisi diskusi Ilmiah dengan mengangkat tema-tema menarik seputar, agama, masjid, sosial budaya, pemerintahan, politik dan hukum. Ini merupakan Kajian Bulanan ala DPW BKPRMI Aceh.


Bertempat di Markaz Besar DPW BKPRMI kajian perdana dibahani oleh Politikus senior PAN dan juga mantan Plt Gubernur Aceh dan mantan Menpan RB, Bapak Dr Ir Azwar Abu Bakar, MM. Kegiatan Kajian Intelektual ini, diikuti oleh 100 peserta yang berasal dari jajaran DPW Aceh, DPD BKPRMI Banda Aceh dan Aceh Besar. Dengan diawali makan malam bersama Bu Si Itek serta menu ringan lainnya, Ketua Umum DPW BKPRMI Aceh, Dr. Mulia Rahman, MA berharap agar seluruh pengurus ambil bagian dalam berbagai aktifitas yang dilaksanakan termasuk mengikuti Kajian Bulanan dengan istiqamah.

Lebih Lanjut Mulia mengajak semua pengurus agar istiqamah dengan mengambil peran dalam kajian tersebut, dan kajian ini akan dilakukan 1 bulan sekali dengan materi-materi millenial yang dibutuhkan generasi muda islam, serta di isi oleh tokoh-tokoh Aceh, Ustadz-ustadzah yang mumpuni di bidangnya,” ucap Mulia.
Sementara itu, Azwar Abu Bakar dalam kajiannya membedah tentang generasi muda Islam agar cerdas dalam politik dan berbangsa, sehingga dapat memahami birokrasi negara dengan baik.
Dihadapan para jamaah, Azwar Abubakar menyebutkan bahwa demokrasi adalah sesuatu yang membuat kita harus ikut terlibat didalamnya, dan mengerti akan masalah birokrasi.

Ia juga menyebutkan sebuah kutipan apabila sesuatu diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancuran. “Ada kriteria tertentu dalam mengelola sebuah negara,” sebutnya.
Mantan Menpan RB ini juga memberikan semangat kepada para anak muda untuk tidak minder jika tidak menjadi PNS. “Rezeki Allah itu luas sekali. Orang yang berdagang itu juga jauh lebih hebat penghasilannya,” sebutnya.
Azwar Abubakar turut memberi wejangan bahwa dalam hidup bernegara tidak boleh pesimis, harus tetap optimis. “Karena sebaik baik-baik manusia ialah yang bermanfaat bagi orang lain, maka dari itu mari mengawal dan terus melakukan advokasi kepada masyarakat Aceh agar kedepan para pejabat publik diisi oleh orang-orang yang baik dan memiliki integritas mumpuni, tidak mudah tergoda dengan traksaksional politik uang. Sehingga menghalalkan berbagai cara demi meraih jabatan.

Tidak ada komentar: