Oleh Bung Syarif**
Pelaksanaan
Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) Kota Banda Aceh yang berlangsung sejak
tanggal 5-8 September 2026 menjadi salah satu momentum penting dalam membangun
karakter, meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta menumbuhkan semangat
generasi muda untuk mempelajari dan mengamalkan nilai-nilai keislaman sejak
usia dini.
Dalam pelaksanaan FASI, keberadaan dan peran Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Banda Aceh memiliki arti strategis. BKPRMI tidak hanya menjadi wadah pembinaan pemuda dan remaja masjid, tetapi juga dapat menjadi kekuatan penggerak dalam menciptakan sinergi antara lembaga pendidikan Al-Qur’an, masjid, orang tua, masyarakat, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Sinergisitas
tersebut terlihat melalui keterlibatan BKPRMI dalam mendukung berbagai tahapan
pelaksanaan FASI, mulai dari persiapan, pembinaan peserta, koordinasi dengan
Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), hingga penyelenggaraan berbagai cabang
perlombaan. Kolaborasi BKPRMI dengan Pemerintah Kota Banda Aceh khususnya Dinas
Syariat Islam menjadi modal penting agar FASI tidak sekadar menjadi ajang
kompetisi, tetapi benar-benar menjadi sarana pendidikan dan pembentukan
karakter Santri TPQ di Kota Banda Aceh.
Kedepan
Kolaborasi ini juga tercipta dengan Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh,
Baitulmal Kota Banda Aceh dan Kanmenag Kota Banda Aceh dalam berbagai giat
pembinaan Santri TPQ dan Pembinaan Guru TPQ se-Kota Banda Aceh, serta pemberian
Insentif bagi Guru TPQ se-Kota Banda Aceh.
FASI sebagai Ajang Pembinaan Generasi Qur’ani
FASI memiliki
tujuan yang jauh lebih luas daripada sekadar mencari juara. Festival Anak
Shaleh ini merupakan ruang untuk memberikan apresiasi kepada anak-anak yang
memiliki kemampuan dalam membaca dan memahami Al-Qur’an, menghafal surah, azan,
ceramah agama, kaligrafi, serta berbagai keterampilan keislaman lainnya.
Melalui FASI,
anak-anak diberikan kesempatan untuk tampil, berkreasi, percaya diri, dan
menunjukkan hasil pembelajaran yang telah mereka dapatkan di TPQ maupun lembaga
pendidikan Al-Qur’an lainnya.
Karena itu,
dukungan Pemerintah Kota Banda Aceh melalu dinas teknis dan lembaga
keistimewaan (Disdik Dayah, Dinas Pendidikan, Baitulmal dan Dinas Syariat
Islam) sangat penting dalam memastikan semangat kompetisi tetap berada dalam
bingkai pendidikan, persaudaraan, dan pembinaan akhlak.
Memperkuat Kolaborasi TPQ dan BKPRMI
Salah satu
kekuatan utama FASI adalah keterlibatan TPQ sebagai tempat pembinaan anak-anak.
BKPRMI dapat berperan sebagai jembatan yang memperkuat komunikasi dan
koordinasi antara TPQ dengan berbagai pihak termasuk dengan Eksekutif dan
Legislatif dalam mendukung anggaran secara permanen setiap tahunnya. Tentunya
BKPRMI memberikan apresiasi kepada Anggota DPRK Banda Aceh Bapak Sofyan Helmi,
SE yang telah mendukung Giat FASI secara maksimal, semoga kedepan banyak
Anggota DPRK yang lain memainkan perannya dalam mendukung anggaran pembinaan
Santri dan Guru TPQ se-Kota Banda Aceh termasuk dalam mengalokasikan anggaran
pemberian Insentif bagi guru TPQ baik sumber anggaran zakat maupun anggaran
murni APBK.
Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan akan menghasilkan peserta yang tidak hanya siap mengikuti perlombaan, tetapi juga memiliki dasar keagamaan dan akhlak yang kuat.
Sinergi
tersebut juga dapat dikembangkan melalui pelatihan bagi ustaz dan ustazah,
peningkatan kapasitas pembina, penyediaan ruang kreativitas anak, serta
penguatan jaringan antar-TPQ.
Dari Kompetisi Menuju Pembentukan Karakter
FASI tingkat
Kota Banda Aceh hendaknya dipandang sebagai bagian dari gerakan bersama
membangun generasi masa depan. Anak-anak yang mengikuti FASI bukan hanya
dipersiapkan untuk menjadi juara, tetapi diarahkan menjadi generasi yang
mencintai masjid, dekat dengan Al-Qur’an, berakhlak mulia, percaya diri, dan
memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Dalam konteks
ini, BKPRMI Kota Banda Aceh memiliki peran penting dalam memastikan semangat
kepemudaan dan pembinaan Remaja Masjid berjalan beriringan dengan pendidikan
Al-Qur’an.
Semangat
kolaborasi juga harus terus diperkuat. Pemerintah, BKPRMI, lembaga pendidikan
Al-Qur’an, orang tua, tokoh agama, dan masyarakat perlu memiliki visi yang sama
bahwa investasi terbaik untuk masa depan adalah membangun karakter generasi
sejak dini.
Menjadikan FASI sebagai Gerakan Berkelanjutan
Ke depan,
pelaksanaan FASI diharapkan tidak berhenti setelah acara dan perlombaan
selesai. Anak-anak yang memiliki prestasi perlu mendapatkan pembinaan lanjutan
agar potensi mereka terus berkembang.
BKPRMI bersama
seluruh pemangku kepentingan dapat membangun program pembinaan berkelanjutan
bagi para peserta dan juara FASI. Dengan demikian, FASI dapat menjadi salah satu
pintu lahirnya kader-kader Qur’ani, da`i/dai`yah cilik, imam muda, qari-qariah,
serta generasi yang memiliki kecakapan keagamaan dan sosial.
Sinergisitas
BKPRMI dalam pelaksanaan FASI pada akhirnya merupakan bagian dari gerakan besar
membangun peradaban yang dimulai dari masjid dan pendidikan Al-Qur’an.
FASI bukan sekadar festival, bukan pula hanya tentang siapa yang menjadi
juara. Akan tetapi FASI adalah tentang bagaimana kita bersama-sama menyiapkan
generasi yang mencintai Al-Qur’an, berakhlak mulia, percaya diri, dan siap
menjadi penerus bangsa. Dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan, BKPRMI
dapat terus menjadi salah satu pilar penting dalam menguatkan pembinaan
generasi Qur’ani di Indonesia, khususnya di Aceh. Banda Aceh Kota Kolaborasi; “Santri
TPQ Hebat, Guru TPQ Sejahtera, Masyarakat Kota Ceria” Peunapakat? Takbir...
***Penulis
adalah Magister Hukum Tata Negara USK, Wakil Ketua DPD BKPRMI Kota Banda Aceh, Direktur Forum Milenial Literasi
Aceh, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD
Aceh, Wakil Sekretaris Syarikat Islam Aceh, Ketua Komite Dayah Terpadu
Inshafuddin, Wali Santri Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB)
.jpeg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar