Oleh Bung Syarif*
Sahabat yang super, Carlie
Papa Romeo (CPR) kembali melanjutkan pembahasan tentang “Al Mushawwir”.
Dipahami Allah zat yang maha mendesain secara sempurna akan segala makluk
ciptaannya. Diri manusia telah didesain dengan sempurna oleh Allah. Memiliki dua
mata yang menghadap kedepan, satu mulut, dua telinga, hidung yang berlobang
dua, tangan kiri dan tangan kanan, dua kaki yang sangat sempurna, miliki gincal,
serta organ tubuh yang lain.
Coba Tuan dan Puan bayangkan, satu organ cedera, tentu kita tidak nyaman. Karna itulah sejatinya kita harus banyak bersyukur. Firman Allah Dialah Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang mengaruhi keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Kuasa, Yang memeliki segala Keagungan, Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah yang menciptakan, Yang Mengadakan, Yang membentuk rupa, yang mempunyai asmaul husna, Bertasbihlah kepada-Nya apa yang ada dilangit dan bumi, Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijak Sana (QS. Al Hasrh 23-24)
Karna itulah sejatinya Tuan
dan Puan perlu mengulang kaji spirit Al Mushawwir, agar lisan, hati dan
perbuatan kita mencerminkan sifat Al Mushawwir dengan cara sebagai berikut:
Pertama; menyakini sepenuh
hati bahwa Allah zat maha kreatif dalam mendesai, mencipta, membentuk makhluknya
“lat batat kaye batee” dengan rupa dan ragam yang khas sesuai kehendak-Nya
Kedua; mensyukuri Al
Mushawwir dengan terus memujinya seraya memperbanyak mengucapkan
alhamdulillahhi rabbil `alamin.
Ketiga; mensyukuri Al
Mushawwir dengan tindakan nyata yaitu meneladani dan mengukuhkannya dalam
kehidupan sehari-hari diantaranya menjadi pribadi yang kreatif dalam
menjalankan berbagai amanah yang diberikan oleh Allah yang membawa kemaslahatan
umat tentunya sesuai tupoksi dan kewenangan yang dimiliki. Jadilah Pak Keuchik
yang kreatif, birokrat yang kreatif, tukang yag kreatif dan sebagainya. Intinya
Tuan dan Puan harus kreatif. Bek beuo sering pehtem di warkop seperti lagunya
wakando....hehe
**Goresan Pena Kabid SDM dan
Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Fasilitator
Dayah Ramah Anak Teringegrasi (Pro DAI) Unicef-YaHijau, Dosen Legal Drafting
FSH UIN Ar-Raniry, Ketua Komite Dayah Terpadu Inshafuddin, Wali Santri Dayah
Ruhul Islam Anak Bangsa, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh,
ICMI Kota Banda Aceh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar