Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang
super, kali ini Carlie Papa Romeo (CPR) membahas tentang “Al Karim”. Dipahami bahwa Allah adalah zat yang maha mulia lagi
maha pemurah dan maha dermawan. Allah dengan kemurahan-Nya selalu
menganugerahkan berbagai karunia kepada semua hamba-Nya, baik diminta maupun
tidak, baik melimpah ruang maupun ketercukupan, baik keberkahan maupun
kesesuaianan dengan keadaan hamba-Nya.
Allah berfirman
yang artinya: “Wahai manusia, apakah telah memperdayakanmu terhadap Tuhanmu
yang mulia?” (Qs. Al Infithar;6)
“Aku akan membawa singasana itu kepa
damu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singasana itu terletak didalamnya, iapun berkata; “ ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barang siapa yang bersukur, maka sungguh Dia bersyukur utuk kebaikan dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku maha kaya lagi maha mulia” (Qs al Naml;40)Dengan karunia
yang banyak tak terkira yang kita terima itu, kita hanya dituntun untuk
mensyukurinya. Ketika bersyukurpun maka Allah akan menambahi-Nya. Seandainya
pun kita kufur maka Allah tetap maha mulia. Allah berfirman yang artinya; jika
kamu kafir maka sesunguhnya Allah maha kaya darimu (tidak memerlukanmu) dan Dia tidak meridhai
kekafiran bagi para hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai
kesyukuran itu bagimu (Qs. Al Zumar; 7)
Dengan kemaha
murahan-Nya, Allah telah menganugerahi
segala yang dibutuhkan hamba-Nya, oleh karena itu ditempat lain Allah bertanya;
“ manusia apakah yang telah memperdayakan kamu berbuat durhaka tehadap tuhan
yang maha pemurah?
Oleh karena itu
spirit terbaik dalam merefleksikan al karim adalah sebagai berikut:
Pertama; menyakini
sepenuh hati bahwa Allah maha mulia lagi maha pemurah yang dengan kemurahan-Nya
senantiasa mencurahkan reszeki dan kemaafan kepada hamba-hamba-Nya.
Kedua; mensyukuri
al karim dengan terus mengucapkan alhamdulillahirabbil
`alamin, semoga Allah senantiasa menganugerahkan kemuliaan dan kedermawanan kepada kita.
Ketiga; mensyukuri
al karim dengan perbuatan nyata diantaranya meneladani sifat-sifat kemulian, kemurahan,
kedermawanan, menjadi pribadi yang memilik rasa kasih sayang kepada sesama,
saling membantu bagi orang yang membutuhkan uluran tangan, pribadi yang suka
memaafkan orang lain, bertanggungjawab kepada keluarga termasuk kepada
anak-anak dengan memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak, tentunya sesuai
kemampuan keuangan yang kita miliki.
**Goresan Pena
Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata
Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research
Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh, DPP ISAD Aceh, PW Syarikat Islam
Aceh, Wakil Ketua DPD BKPRMI Kota Banda Aceh, Aktivsi LBH Darul Misbah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar