Laman

20 Jan 2026

Ngaji Asmaul Husna (Episode 15)


Oleh Bung Syarif**

Sahabat yang super, Carlie Papa Romeo (CPR) kali ini membahas Al Qahhar. Dipahami sebagai Allah Zat Yang Maha Perkasa Menundukkan, Maha Mengalahkan. Seluruh makhluk ciptaan-nya tunduk pada sunatullah-Nya. Allah menciptakan dan menundukkan siang dan malam, matahari, bulan dan bintang dan seluruh planet yang ada pada jagad tata surya beredar sesuai kehendak-Nya.

Semua planet tata surya beredar sesuai garis edarannya. Tidak ada satupun yang keluar dari garis edarnya. Sebagaimana berfirman Allah; “Siapakah Tuhan langit dan Bumi? Jawabannya; Allah, Katakanlah; maka patutlah kamu mengambil perlindunganmu selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemamfaatan dan tidak pula kemudharatan bagi diri mereka sendiri? Katakanlah adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap dan terang benderang, apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakanm seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?, katakanlah Allah adalah pencipta segala sesuatu dan Dialah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa” ( QS Ar Rad:6)

Allah juga menundukkan manusia dan makhluk ciptaan lainnya melalui sunatullah-Nya serta menunjukkan keesaan-Nya agar manusia menggunakan akalnya serta taat kepada Allah. Dalam nukilan yang lain Allah berfirman; Katakanlah (ya Muhammad) sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan dan sekali-kali Tuhan selain Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. Bahkan dengan kemahaperkasaan-Nya Allah juga mendundukkan segala yang ada di bumi dan langit (QS. Sad:65).

Disinilah akal mesti berpikir ulang, jika Allah berkehendak mudah saja bagi-Nya memerdekakan Palestina dari serangan Israil dan sekutunya, tentu ada hikmah besar dibalik ini. Hanya Allah yang mengetahui-Nya. Karna itulah spirit Al Qahhar haru kita repleksikan dengan cara sebagai berikut;

Pertama; menyakini sepenuh hati bahwa Allah Zat Maha Perkasa menundukkan semua makhluk-Nya pada ketentuannya yang sangat rapi sesuai kehendak-Nya

Kedua; mensyukuri Al Qahhar dengan terus memuji Allah dengan lafadz Alhamdulillahirabbil `alamin, dengan karunia-Nya kita dianugerahi kemammpuan untuk menaklukkan alam sehingga dapat menunjang peran penghambaan diri pada Allah dan peran kekhalifahan di muka bumi.

Ketiga; mensyukuri Al Qahhar dengan tindakan nyata seperti menjadi pribadi yang tangguh, kuat dan cerdas, sehingga dapat menaklukkan alam untuk kemaslahatan umat, tidak merusak lingkungan yang membinasakan seluruh alam semesta. Tidak menjadi insan yang sombong dan angkuh atas kemuliaan yang Allah berikan pada berupa jabatan, karna bisa saja Allah mencabut kemuliaan (Jabatan) itu sekejab saja jika Allah menghendaki-Nya.

 

**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar