Oleh Bung Syarif**
Sahabat yang super tidak terasa kebersamaan kita telah memasuki pertemuan ke-14. Kali ini Carlie Papa Romeo (CPR) mengulas tentang “Al Ghaffar”. Dipahami zat yang maha pengampun, Maha Pemaaf. Al Ghaffar dan Al Ghaffur serta Maghfirah memiliki makna Allah maha mengampuni dosamu namun dosa itu masih ada. Mengapa? Karna dosa tersebut hanya ditutupi oleh Allah di dunia dan di akhirat nanti juga ditutupi sehingga tidak kelihatan dari pandangan makhluk. Dengan kemurahan Allah tidak menyiksa seseorang dengan dosanya tersebt, tapi dosa itu masih ada. Dosa itu akan diampuni dan dihapus oleh Allah, sehingga dosa itu tidak ada lagi diperuntukkan bagi Allah al `Afuww.
Karna dosa itu sudah dihapus, maka seolah-olah insan tidak pernah melakukan kesalahan dan dosa. Al Ghaffar dipahmi zat yang maha mengampuni segala dosa dari kuantitasnya, sedangkan al ghaffur adalah mengampuni dosa dari segi kualitasnya.
Para ulama berpendapat bahwa al ghaffar berorientasi preventif pada pengampuan dosa masa kini dan masa datang, sedangkan al ghaffur Allah mengampuni dosa masa lalu, kini hingga masa mendatang. Allah berfirman; “Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya Yang Maha Pengampun (QS Shad; 66).’
Dia menciptakan lagit dan bumi dengan tujuan yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menututp siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing menjalankan menurut waktu yang telah ditentukan. Ingatlah Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun (Qs. Az Zumar:5)
Dalam nukilan yang lain al ghaffar disebutkan sebagai mana firman Allah; “Sesungguhnya kami telah mengutuskan Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan); berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang lebih pedih” lalu Nuh berkata; Hai kaumku, sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu yaitu sembahlah olehmu Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatilah kepadaku, niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, jika kamu mengetahui, Nuh berkata; Ya Allah Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari dari kebenaran. Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka kepada iman agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jari mereka kedalam telingannya dan menutupkan bajunya kemukanya dan mereka tetap mengingkari dan menyombongkan diri dengan sangat.
Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka kepada iman dengan cara terang-terangan, kemudian sesungguhnya aku menyeru mereka lagi dengan terang-terangan dan dengan diam-diam, maka aku katakan kepada mereka; mohon ampunla kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun (QS Nuh: 1-10). Sejatinya kita mengulang kaji spirit al ghaffar tentang akhlak mensyukuri dengan langkah-langkah sebagai berikut;
Pertama; menyakini sepenuh hati bahwa Allah zat Maha Mengampuni dosa hamba-Nya terutama bagi yang bersegera bertaubat nasuha. Ayo berhenti melakukan dosa. Stop pengrusakan lingkungan, Stop Narkobo, Stop berzina, Stop korupsi, Stop kekerasan, Stop penjudian, sekarang saatnya berubah untuk melakukan kebaikan buat sesama insan dan alam semesta.
Kedua; mensyukuri al ghaffar dengan terus memuji-Nya secara memperbanyak ucapan alhamdulillahirabbil `alamin. Maafkan segala dosa hambamu, semoga Allah menutupi aib kita. Muliakan lah orang lain. Jangan berbuat zhalim sesama. Jangan merasa lebih kuat. Ingat diatas langit ada langit
Ketiga; mensyukuri al ghaffar dengan tindakan nyata yaitu meneladani dan mengukuhkannya dalam kehidupan sehari-hari. Diantara menjadi insan yang suka menutup aib dan kekurangan orang lain. Cukuplan aib itu untuk dikonsumsi sendiri jangan diberitahu kepada yang lain apalagi berusaha untuk memviralkan aib orang lain di medsos sehingga diketahui oleh bansigoem donya
**Goresan pena Kabid SDM dan Manajemen Disdik Dayah Kota Banda Aceh, Magister Hukum Tata Negara USK, Dosen Legal Drafting FSH UIN Ar-Raniry, Direktur Aceh Research Institute (ARI), KAHMI Aceh, ICMI Kota Banda Aceh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar